Pengobatan Radang Tenggorokan pada Bayi
Untuk mengatasi masalah radang tenggorokan pada bayi dan balita, ada beberapa cara yang dapat Bunda coba. Mengutip dari Medical News today, berikut di antaranya:
1. Menyusui
Pada bayi yang masih menyusu, tetap menyusuinya dapat membantu untuk meringankan rasa sakit, Bunda. Sejumlah penelitian telah mendokumentasikan bahwa menyusui dapat menghilangkan efek rasa sakit, dan menghentikan bayi yang menangis akibat iritasi di tenggorokannya. Bayi yang menyusui mungkin ingin lebih banyak menyusu saat mereka sakit. Jika memungkinkan, susui si kecil sesuai permintaan dan sesering yang diinginkannya.
2. Menjaga kelembapan
Bayi dengan radang tenggorokan kemungkinan mengalami sesak napas, Bunda. Hal ini tentunya akibat dari pilek dan flu yang juga menyebabkan batuk, sehingga makin mengiritasi tenggorokannya. Oleh sebab itu, menjaga kelembapan tenggorokan sangat dibutuhkan karena ini dapat membantu dalam mengurai penyumbatan di hidung, dan mengurangi rasa sakit. Bunda dapat menggunakan dan menempatkan humidifier di ruangan tempat bayi tidur atau balita.
3. Mandi air hangat
Mandi air hangat juga bisa membantu mengatasi masalah ini, Bunda. Ruangan harus hangat dan beruap, tapi tidak terlalu panas bagi bayi.
4. Hisap hidung
Jika bayi mengalami hidung tersumbat, Bunda dapat menggunakan bulb syringe untuk membantu membersihkannya. Agar penyedotan lebih efektif, Bunda bisa menyemprotkan atau mengoleskan larutan garam ke hidung bayi. Bunda bisa membuat semprotan garam dengan mencampurkan seperempat sendok teh garam dengan satu cangkir air hangat.
5. Obat nyeri
Bergantung pada usianya, si kecil juga bisa diberi obat pereda nyeri, Bunda. Namun, jika berusia kurang dari 3 bulan dan mengalami demam, maka harus menghubungi dokter terlebih dahulu sebelum pemberian obat.
Selain itu, Bunda juga harus mengikuti instruksi pada label obat dengan hati-hati. Produsen obat biasanya menetapkan dosis untuk bayi berdasarkan berat badan. Pengobatan ala rumahan memang baik, namun perlu diketahui bahwa ada hal-hal yang bagus untuk tubuh, namun tak aman bagi bayi. Beberapa hal tersebut seperti:
- Madu dan air putih
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyatakan bahwa madu dapat membantu anak-anak yang lebih tua dengan sakit tenggorokan. Namun, ini sebaiknya tidak diberikan pada bayi di bawah 12 bulan karena dapat membuatnya mengalami risiko botulisme atau keracunan karena bakteri di dalam madu lantaran pencernaannya belum sempurna.
Menurut United Nations Children’s Fund (Unicef) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), selain anjuran dari dokter, bayi berusia di bawah 6 bulan juga tak diizinkan mengonsumsi air putih, Bunda. Sudah seharusnya bayi hanya menerima air susu ibu (ASI) atau susu formula.
- Dekongestan dan obat batuk
Dekongestan dan obat batuk tidak aman diberikan pada bayi dan balita, Bunda. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), selain tak aman bagi anak berusia di bawah 4 tahun, ini juga tidak berfungsi meredakan nyeri atau batuknya. Meski begitu, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) merekomendasikan obat yang dijual bebas, namun tidak bagi bayi yang masih berusia di bawah 2 tahun.
Bunda sebaiknya ke dokter jika si kecil mengalami gejala lebih intens dan radang tenggorokan disertai dengan beberapa gejala, seperti demam, sakit perut, kesulitan menelan makanan atau tidak minum cairan, si kecil menunjukkan tanda dehidrasi, ngiler, kelelahan ekstrem, dan nanah di bagian belakang tenggorokan. Mengunjungi dokter dapat membuat Bunda tenang dan dokter dapat memberitahu tentang tanda-tanda lain yang harus diperhatikan, yang mungkin memerlukan pemeriksaan lanjutan.
Source : https://www.haibunda.com/parenting/20201019155702-60-168064/penyebab-radang-tenggorokan-pada-bayi-balita-serta-cara-mengatasinya
