Doomscrolling: Kebiasaan Kecil yang Diam-Diam Merusak Pikiran
Pernahkah Anda membuka media sosial atau portal berita hanya untuk beberapa menit, tetapi tanpa sadar berakhir scrolling selama berjam-jam?
Awalnya mungkin hanya ingin melihat update terbaru. Namun satu informasi membawa ke informasi lain, lalu terus berlanjut tanpa henti.
Jika kebiasaan ini terdengar familiar, Anda mungkin sedang mengalami doomscrolling.
Doomscrolling adalah kebiasaan mengonsumsi berita atau konten negatif secara terus-menerus, terutama melalui media sosial atau internet, meskipun hal tersebut membuat cemas, stres, atau tidak nyaman.
Kebiasaan ini terlihat sepele, tetapi dampaknya terhadap kesehatan mental bisa cukup besar.
Apa Itu Doomscrolling?
Istilah doomscrolling berasal dari dua kata:
-
Doom = sesuatu yang buruk atau negatif
-
Scrolling = aktivitas menggulir layar
Secara sederhana, doomscrolling berarti terus-menerus membaca konten negatif tanpa bisa berhenti.
Contohnya:
-
Berita tentang konflik atau krisis
-
Konten yang memicu kecemasan
-
Komentar negatif di media sosial
-
Informasi yang membuat overthinking
Ironisnya, meskipun konten tersebut membuat tidak nyaman, banyak orang tetap terus mengonsumsinya.
Mengapa Doomscrolling Sulit Dihentikan?
Ada beberapa alasan mengapa kebiasaan ini begitu mudah terjadi.
1. Otak Secara Alami Peka terhadap Ancaman
Manusia secara alami cenderung lebih memperhatikan hal-hal negatif.
Ini adalah bagian dari mekanisme bertahan hidup.
Otak menganggap informasi negatif sebagai sesuatu yang penting untuk diperhatikan.
2. Rasa Ingin Tahu yang Tinggi
Ketika ada berita besar atau isu tertentu, muncul dorongan untuk terus mencari update terbaru.
Kita merasa harus selalu tahu apa yang sedang terjadi.
3. Algoritma Media Sosial
Platform digital dirancang untuk membuat pengguna bertahan lebih lama.
Semakin sering Anda melihat konten tertentu, semakin banyak konten serupa yang akan muncul.
Akibatnya, siklus doomscrolling semakin sulit diputus.
Tanda-Tanda Anda Mengalami Doomscrolling
Berikut beberapa tanda yang umum terjadi.
1. Sulit Berhenti Scrolling
Awalnya hanya ingin membuka ponsel sebentar.
Namun tanpa sadar, waktu berlalu sangat lama.
2. Merasa Cemas Setelah Menggunakan Media Sosial
Alih-alih merasa santai, Anda justru merasa lebih stres atau gelisah setelah scrolling.
3. Pikiran Dipenuhi Hal-Hal Negatif
Konten yang dikonsumsi mulai memengaruhi cara berpikir.
Pikiran menjadi lebih berat dan penuh kekhawatiran.
4. Kualitas Tidur Menurun
Banyak orang melakukan doomscrolling sebelum tidur.
Akibatnya, pikiran menjadi lebih aktif dan sulit beristirahat.
Dampak Doomscrolling terhadap Kesehatan Mental
Jika dilakukan terus-menerus, doomscrolling dapat berdampak pada:
-
Stres meningkat
-
Kecemasan berlebihan
-
Overthinking
-
Sulit fokus
-
Gangguan tidur
Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Cara Menghentikan Doomscrolling
Kabar baiknya, doomscrolling adalah kebiasaan yang bisa dikendalikan.
Berikut beberapa cara yang dapat membantu.
1. Batasi Waktu Penggunaan Media Sosial
Tentukan batas waktu harian untuk menggunakan media sosial atau membaca berita.
Gunakan alarm atau fitur screen time jika perlu.
2. Kurasi Konten yang Dikonsumsi
Tidak semua informasi harus Anda konsumsi.
Pilih sumber yang kredibel dan batasi paparan konten yang terlalu negatif.
3. Hindari Scrolling Sebelum Tidur
Cobalah berhenti menggunakan ponsel setidaknya 30–60 menit sebelum tidur.
Ini membantu pikiran lebih rileks.
4. Ganti dengan Aktivitas yang Lebih Sehat
Saat ingin scrolling tanpa tujuan, coba alihkan ke aktivitas lain seperti:
-
Membaca buku
-
Jalan santai
-
Mendengarkan musik
-
Menulis jurnal
5. Sadari Pola Anda Sendiri
Perhatikan kapan Anda paling sering doomscrolling.
Apakah saat bosan? Cemas? Atau sebelum tidur?
Memahami pola ini adalah langkah awal untuk mengubah kebiasaan.
