Jenis Teknologi di Dalam Revolusi Industri 4.0
Dalam Revolusi Industri 4.0, akan ada 9 teknologi yang akan menjadi pilar utama untuk mengembangkan sebuah industri biasa menuju industri yang siap digital. dan di antaranya adalah: Revolusi industri 4.0 adalah era perubahan yang ditandai dengan penggunaan teknologi dalam dunia industri. Berikut beberapa jenis teknologi yang menjadi pilar utama membuka gerbang digitalisasi industri.
Internet of Things (IoT)
Jenis teknologi IoT adalah sebuah konsep dimana suatu objek memiliki kemampuan untuk melakukan transfer data melalui jaringan tanpa di perlukannya interaksi antar manusia.
IoT merupakan jenis teknologi pertama yang ada di era revolusi ini dimana terdapat sejumlah perangkat mekanis, mesin digital, dan komputasi yang saling terhubung dalam satu kesatuan.
Big Data
Big Data mengacu pada sekumpulan volume data yang terakumulasi dalam jumlah besar, baik data terstruktur maupun tidak terstruktur. Selayaknya data, teknologi ini sangat penting dalam membantu sebuah industri dalam menentukan perkembangan bisnis mereka.
Di Indonesia, terdapat beberapa penyedia layanan yang memanfaatkan penggunaan teknologi Big Data, seperti Sonar Platform, Paques Platform, Warung Data, dan Dattabot.
Augmented Reality (AR)
Saat ini, penggunaan AR tentu sudah semakin berkembang pesat dalam berbagai bidang kehidupan, mulai dari hiburan sampai pendidikan. Augmented Reality pada perkembangan revolusi industri 4.0 adalah teknologi yang menggabungkan objek di dunia maya (dua dimensi) seolah berada di dunia nyata (tiga dimensi).
Konsep AR adalah memproyeksikan benda maya tersebut ke dalam waktu nyata. Dengan demikian, pengguna dapat merasakan pengalaman berada di dunia dua dimensi dengan bantuan teknologi AR.
Cyber Security
Teknologi selanjutnya yang di kembangkan pada era revolusi industri 4.0 adalah Cyber Security. Perkembangan dunia teknologi dan proses digitalisasi tentu juga beriringan dengan risiko serangan digital atau cyber attack.
Oleh karena itu, Cyber Security di kembangkan untuk melindungi segala aset digital dari tindakan tidak bertanggung jawab melalui cyber attack.
Artificial Intelligence (AI)
Perkembangan Artificial Intelligence pada era revolusi industri 4.0 adalah untuk melakukan analisa data dengan tingkat kecerdasan selayaknya manusia. Teknologi ini memiliki fungsi utama untuk mempelajari data secara detail dan menyeluruh.
Hal ini dilakukan untuk menghasilkan sebuah prediksi yang di inginkan. Semakin banyak data yang dianalisis maka semakin baik pula hasil prediksi.
Additive Manufacturing
Perkembangan printer 3D pada revolusi industri 4.0 adalah salah satu terobosan besar dalam dunia desain dan industri. Hal ini memungkinkan gambar atau aset digital yang berupa dua dimensi di cetak menjadi barang nyata dengan ukuran dan bentuk seperti desain.
Simulation
Teknologi berikutnya pada sejarah perkembangan revolusi industri 4.0 adalah simulation. Teknologi ini mengacu pada proses pengujian operasi dari periode waktu tertentu. Simulation banyak di lakukan untuk pengujian suatu sistem, seperti pada simulasi teknologi untuk pengecekan efisiensi kerja, optimalisasi, teknik keselamatan, dan lainnya.
System Integration
Sesuai namanya, System Integration pada revolusi industri 4.0 adalah sebuah teknologi yang menerapkan integrasi sejumlah sistem, baik secara fisik maupun fungsional.
Dalam setiap satu kesatuan sistem tersebut juga akan terjadi integrasi antar komponen sehingga semua saling terhubung untuk memastikan semuanya berjalan normal.
Cloud Computing
Perkembangan teknologi terakhir pada era revolusi industri 4.0 adalah Cloud Computing. Hal ini yang memungkinkan internet menjadi sebuah pusat penyimpanan dan pengelolaan data maupun aplikasi.
Cloud Computing memberikan manfaat yang sangat signifikan bagi pengguna internet dimana mereka dapat masuk ke server virtual dan melakukan konfigurasi di dalamnya. Terdapat tiga jenis layanan Cloud Computing, yaitu:
- SaaS (Cloud Software as a Service) memungkinkan pengguna untuk menggunakan aplikasi yang sudah di sediakan oleh infrastruktur dari cloud.
- PaaS (Cloud Platform as a Service) memungkinkan pengguna untuk memanfaatkan platform yang sudah tersedia sehingga bisa lebih fokus pada pengembangan aplikasinya saja.
- IaaS (Infrastructure as a Service) memungkinkan pengguna untuk menggunakan infrastruktur yang sudah ada, mulai dari aktivitas menyimpan, berjejaring, memproses, dan memakai sumber daya.
Sumber : Jagoanhosting
