Sintak Blended Learning
Penerapan blended learning akan semakin mudah jika memahami dulu sintak blended learning atau metode pembelajaran campuran. Sintak atau tahapan di dalam penerapan blended learning menjadi dasar untuk menjalankan metode pembelajaran ini dengan baik dan benar.
Adapun sintak ini memang antara satu institusi pendidikan dengan yang lainnya akan berbeda-beda. Sebab, blended learning sendiri memiliki beberapa jenis dan bisa dipilih salah satunya. Namun, adakah sintak yang sifatnya umum sehingga tepat untuk diterapkan?
Adapun sintak model pembelajaran blended learning yaitu:
1. Menentukan Model Sistem Pembelajaran
Tahap pertama adalah menentukan model sistem pembelajaran, apakah akan dilakukan online atau offline. Secara umum institusi pendidikan di Indonesia yang menentukannya sehingga diatur jadwalnya untuk diikuti pendidik dan peserta didik.
2. Siswa Mendapat Materi dan Dipelajari
Tahap kedua adalah pendidik yang akan mengirimkan bahan pembelajaran, misalnya mengirimkan modul dalam format PDF. Bisa dibagikan melalui WhatsApp, email, atau sesuai kebijakan institusi pendidikan. Setelahnya harus dipelajari dulu sebelum pembelajaran dimulai.
3. Pembelajaran Diawali dengan Aplikasi Video Konferensi
Tahap yang ketiga adalah mengawali pembelajaran menggunakan aplikasi online (jika dibuka dengan kelas online dulu). Kemudian dilakukan absensi sebagaimana biasanya. Begitu juga jika pertemuan pertama dilakukan offline.
4. Terjadi Interaksi Antara Pendidik dan Peserta Didik
Tahap berikutnya dalam sintak blended learning adalah proses penyampaian materi. Dalam proses ini akan ada interaksi antara pendidik dan peserta didik. Sehingga ada kesempatan bagi peserta didik bertanya dan dijelaskan oleh pendidik.
5. Peserta Didik Menarik Kesimpulan Pembelajaran
Tahap berikutnya adalah penarikan kesimpulan hasil pembelajaran yang dilakukan peserta didik. Jadi, selama pembelajaran berlangsung penting untuk aktif mencatat dan memiliki ringkasan penjelasan materi dari pendidik.
6. Pendidik Melakukan Evaluasi Hasil Pembelajaran
Terakhir adalah tahap dimana pendidik akan melakukan evaluasi hasil pembelajaran. Misalnya dengan memberi tugas harian baik individu maupun kelompok kemudian diperiksa hasilnya oleh pendidik.
Tantangan Menerapkan Metode Blended Learning
Meskipun menjadi solusi dari kegiatan pembelajaran di era sekarang, sehingga memberi fleksibilitas dan melibatkan teknologi. Akan tetapi sintak blended learning diketahui berhadapan dengan sejumlah tantangan, seperti:
1. Bergantung pada Teknologi
Tantangan blended learning yang pertama adalah bergantung pada teknologi. Hal ini menjadi tantangan karena teknologi tidak selalu dipahami pengguna dan tidak selalu mendukung, karena bisa eror kapan saja.
Saat pembelajaran daring atau online diterapkan maka akan membutuhkan dukungan perangkat. Bagaimana jika mendadak rusak, error, tidak bisa terhubung ke internet, dan lain-lain? Maka pembelajaran tidak bisa diikuti atau dilaksanakan.
2. Butuh Penguasaan Teknologi
Tantangan kedua adalah masih dibutuhkannya penguasaan teknologi, dimana belum semua pendidik maupun peserta didik memilikinya. Kenapa? Aktualnya tidak semua pendidik, baik guru maupun dosen melek gadget dan aplikasi edukasi.
Begitu juga dengan peserta didik, ditambah dengan adanya pemahaman minim mengenai sumber pembelajaran, jenis materi, pembuatan materi berbasis digital, dan sebagainya. Hal-hal ini tentu menjadikan blended learning tidak selalu mudah untuk diterapkan.
3. Tingginya Distraksi
Penerapan blended learning harus diakui masih berhadapan dengan distraksi yang cukup tinggi. Terutama saat pembelajaran online. Ketika di rumah tentu sulit untuk menghilangkan distraksi.
Apalagi suasana lebih santai dan nyaman karena di rumah sendiri. Selain itu, ketika beralih dari pembelajaran online ke offline dalam satu minggu sesuai jadwal. Tidak sedikit yang kesulitan untuk beradaptasi dengan perubahan suasana dan aspek lainnya.
4. Mindset yang Masih Kolot
Tantangan lainnya adalah perkara mindset. Jadi, mayoritas masyarakat di Indonesia masih punya mindset pembelajaran tradisional adalah yang terbaik. Misalnya lebih suka metode ceramah, merasa lebih efektif bertemu langsung dengan guru.
Mindset ini yang membuat blended learning sulit untuk berkembang dan sukses mencapai tujuan pembelajaran. Maka perubahan mindset sangat penting dan dilakukan massal. Misalnya dengan melakukan sosialisasi yang dilakukan secara kontinu.
Tantangan yang muncul dari penerapan sintak blended learning memang menjadi perhatian banyak pihak. Penerapannya masih susah untuk wilayah pedalaman yang tentu perlu solusi yang tepat agar kegiatan pembelajaran modern ini bisa diakses seluruh masyarakat Indonesia.
source : https://www.duniadosen.com/sintak-blended-learning/
