Pesawat Orion Artemis 1 Dekati Bulan, ke Mana Lagi?
Pesawat antariksa Orion di misi Artemis 1 telah berhasil mendekati Bulan dengan jarak 130 kilometer dari permukaannya serta sekarang tengah pada perjalannya buat tersebar pada orbit Bulan.
Manajer misi Orion 1 menyebut pesawat antariksa Orion melakukan pendekatan ke Bulan dengan lancar di Senin (21/11).
“Misi terus berjalan seperti yang telah kami rencanakan, serta sistem darat, tim operasi kami, serta pesawat ruang angkasa Orion terus melebihi harapan, dan kami terus belajar wacana pesawat ruang angkasa baru yg pada ini,” istilah manajer misi dalam pengarahan dari Johnson Space Center pada Houston, Texas, seperti dikutip Space.
Orion melakukan empat pembakaran buat koreksi lintasan dalam perjalanannya ke Bulan. pada pembakaran terakhir, mesin sistem manuver orbit ditembakkan selama 2 mnt 30 dtk. Langkah tadi meningkatkan kecepatan Orion menggunakan kecepatan lebih dari 993 kilometer per jam.
Pada saat pembakaran dimulai, pesawat antariksa tanpa awak ini sedang melaju dengan kecepatan 8083 kilometer per jam, 383 kilometer pada atas Bulan. lalu, tidak usang selesainya terbakar, beliau berada 130 kilometer pada atas permukaan bulan serta melaju dengan kecepatan 8210 kilometer.
Baca juga : 5 Cara Memperbaiki Memory Card yang Tidak Terbaca di Hp
Pembakaran roket waktu melakukan flyby atau pendekatan merupakan salah satu asal dua manuver yg diharapkan Orion buat memasuki orbit di kurang lebih Bulan. Selanjutnya, pesawat antariksa ini akan melakukan pembakaran buat mendekati orbit retrograde jauh, yg dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (26/11) pukul 04:52 ET.
Usai memasuki orbit tersebut, Orion akan tetap berada di orbit ini selama lebih kurang satu minggu buat menguji banyak sekali sistem, termasuk panduan, navigasi, komunikasi, daya, serta kontrol termal. menjadi catatan, orbit mundur atau retrograde yang jauh akan membawa Orion 64.373 kilometer melewati Bulan, mirip dikutip Engadget.
Pesawat antariksa Orion sendiri dijadwalkan buat pulang ke Bumi pada 11 Desember.
Saat ini, sejumlah insinyur Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika perkumpulan (NASA) sendiri sedang menyelidiki kesalahan RAM pada sistem pelacak bintang, yg sudah diatasi dengan daur daya.
Sementara itu, tim lain menyelidiki duduk perkara yg menyebabkan salah satu berasal delapan unit penggerak yg memasok daya panel matahari ke modul kru terbuka beberapa kali tanpa perintah.
