Aplikasi Fingerprint Kelebihan dan Kekurangannya
Kelebihan Aplikasi Fingerprint Absensi
1. Menghindari Kecurangan
Penggunaan aplikasi absensi fingerprint meminimalisasi kecurangan, karena dengan metode ini karyawan tidak dapat melakukan pemalsuan data kehadiran seperti pada metode presensi manual seperti mesin absensi ceklok. Karyawan tidak dapat melakukan titip absen ketika terlambat atau bolos kerja. Hal ini karena proses verifikasi kehadiran yang menggunakan sidik jari karyawan masing-masing.
2. Aplikasi Fingerprint Meningkatkan Kedisiplinan
Penggunaan aplikasi absensi juga dinilai dapat meningkatkan disiplin karyawan secara tidak langsung. Karyawan menjadi lebih bijak dalam menggunakan waktu bekerja karena dituntut untuk hadir tepat waktu. Hal ini dapat terjadi apabila catatan atas data kehadiran karyawan dijadikan perusahaan sebagai salah satu bahan dalam penilaian terhadap karyawan.
Kekurangan Aplikasi Pengunci Sidik Jari
1. Biaya Infrastruktur dan Maintenance Aplikasi Fingerprint Relatif Mahal
Penggunaan aplikasi absensi sidik jari untuk perusahaan biasanya dipatok dengan harga yang beragam tergantung jenis mesin fingerprint yang diinginkan. Kemudian ditambah biaya instalasi pertama kali. Biaya kedua muncul untuk maintenance mesinnya secara rutin. Perawatan atau maintenance secara rutin diperlukan agar mesin absensi dapat bekerja dengan baik, terutama pada bagian scanner yang berfungsi untuk identifikasi sidik jari.
2. Kegagalan dalam Proses Identifikasi
Kelemahan lain dari mesin fingerprint adalah seringnya terjadi kegagalan dalam proses identifikasi pada saat pemindaian sidik jari. Kegagalan dapat berupa kesalahan identifikasi atau bahkan sidik jari sama sekali tidak teridentifikasi. Masalah ini bisa terjadi dikarenakan mesin fingerprint kotor, sistem scanner-nya telah mengalami penurunan fungsi atau karena memang tidak sensitif dalam mendeteksi sidik jari tertentu yang tipis.
3. Penarikan Data Aplikasi Fingerprint Dilakukan Secara Manual.
Data karyawan pada mesin absensi fingerprint memang sudah berupa data elektronik namun bentuk datanya biasanya masih berupa file spreadsheet yang harus diolah lebih lanjut secara manual. Hal ini akan merepotkan apabila suatu saat diperlukan laporan secara real time.
Source : talenta.co
