Bagaimana Karir Akuntansi
Peminat jurusan untuk karir akuntansi selalu ramai setiap tahunnya, baik di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun di Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Anggapan dapat langsung bekerja setelah lulus adalah alasan utamanya. Karena melihat fungsinya selalu ada di setiap organisasi. Tidak hanya di entitas bisnis namun juga organsiasi sektor publik atau orginisasi nirlaba sekalipun. Pertanyaan selanjutnya adalah benarkah setelah lulus kuliah gampang mendapatkan pekerjaan di bidang akuntansi?
Rasio akuntan di Indonesia nyatanya memang masih kalah jauh dibanding negara lain, atau minimal dalam lingkup ASEAN saja kita masih kalah dari Filipina, Singapura dan Malaysia. Itu artinya peluang memang masih terbuka lebar.
Lebih Dari Sekedar Akuntan
Saat ini software-software akuntansi banyak beredar seperti DEA, MYOB, dll. Namun tidak secara drastis berganti, justru semakin dibutuhkan pekerja yang sangat paham akuntansi untuk menjalankannya. Terbukti dalam dua dekade terakhir lulusannya sangat diminati pasar.
Perkembangan teknologi adalah keniscayaan, digitalisasi merambah di semua sektor. Tak terkecuali di bidang akuntansi, maka para pemangku kepentingan terhadap akuntansi harus adaptif mengikuti perkembangan tersebut. Lulusannya yang hanya menguasai pengetahuan dasar akuntansi tentunya tidak bisa terlena begitu saja. Justru mereka harus was-was karena banyak orang yang memiliki kualifikasi yang sama seperti itu. Dibutuhkan lulusan yang menguasai lebih dari sekedar ilmu akuntansi, yaitu yang fit dengan kebutuhan marketplace saat ini, seperti teknologi informasi, data science, komunikasi, bahasa asing, dan soft skill lainnya.
Itulah mengapa diperlukan akuntan yang professional. Karir Akuntansi berarti bergabung dengan asosiasi profesi, yaitu dimulai dengan pemenuhan standar minimal pengetahuan, dibuktikan dengan lulus ujian sertifikasi profesi tersebut, seperti Chartered Accountants (CA), Certified Public Accountants (CPA), atau Certified Management Accountants (CMA). Setelah lulus ujian, para akuntan harus terus meng-update pengetahuannya dengan mengikuti Pendidikan Profesional Lanjutan (PPL) agar tidak tergerus oleh kemajuan. Dan selama berpraktik juga selalu mengikuti segala kode etik dan aturannya yang sudah ditetapkan oleh organisasi profesi tersebut.
Begitulah sediit penjelasan diatas, semoga artikel ini bermanfaat.
Source : akuntansiterapan.com
