Alasan Kita Harus Bekerja
Alasan Harus Bekerja – Mengapa Anda rela untuk bangun pagi-pagi dari tempat tidur yang nyaman dan memilih pergi ke suatu tempat untuk melakukan rutinitas yang disebut pekerjaan? Bahkan terkadang Anda harus melalui jalanan yang macet, melawan kantuk dan malas, bahkan terkadang menerima komplain atas pekerjaan Anda?
Mayoritas dari tenaga kerja menghabiskan sebagian besar waktunya di kantor maupun lapangan. Artinya, pekerjaan kita memerlukan waktu yang paling banyak dari 24 jam yang kita miliki dibandingkan aktivitas lainnya. Oleh karena itu, penting sekali bagi kita untuk mengerti mengapa kita rela menghabiskan sebagian besar waktu kita untuk bekerja.
Berbicara mengapa kita harus bekerja, masing-masing orang mempunyai motif yang berbeda-beda, bergantung pada sudut pandang yang diambil, lingkungan yang membentuk pribadi, ajaran yang diterima, kondisi ekonomi, dan lain-lain. Motif yang berbeda akan memberikan motivasi yang berbeda pula.
Kalau Anda sendiri mengapa harus bekerja,? Barangkali alasan Anda ada di bawah ini.
1. Menambah Income
Tidak dapat dipungkiri bahwa ekonomi adalah alasan terbesar yang mendorong banyak orang untuk bekerja. Manusia memiliki kebutuhan-kebutuhan mendasar yang meliputi sandang, papan, pangan, kesehatan, dan pendidikan. Semua itu dapat terpenuhi dengan mudah jika seseorang memiliki kemampuan ekonomi yang baik.
Belum lagi kebutuhan lain seperti transportasi, komunikasi, hiburan, jalan-jalan, dan bersenang-senang bersama teman dan keluarga. Keadaan ekonomi yang baik akan memudahkan seseorang untuk mencapai tingkat sejahtera dan makmur.
Kemampuan ekonomi kita dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya kegiatan ekonomi yang kita lakukan dan income yang kita dapatkan. Dan bekerja merupakan kegiatan ekonomi yang paling banyak dilakukan oleh manusia. Seseorang yang bekerja memberikan jasanya kepada perusahaan dan berhak mendapatkan upah atau gaji atas jasanya tersebut.
Namun demikian, seorang psikolog bernama Prof. Barry Schwartz pernah melakukan survei bahwa uang bukanlah utama bagi seseorang untuk bekerja. Dari daftar panjang alasan-alasan yang didapatkannya, hampir tidak pernah muncul alasan uang.
2. Menambah Produktivitas
Diantara alasan selain uang adalah untuk menambah produktivitas. Seseorang yang tidak bekerja ataupun kegiatan ekonomi lainnya lebih besar kemungkinannya memiliki produktivitas yang rendah. Dengan bekerja, seseorang akan lebih produktif karena waktu yang ia gunakan untuk bersosialisasi, mempertajam skill, dan menyelesaikan masalah tidak menjadi sia-sia.
Semua yang dilakukan selama bekerja “menghasilkan”. Produktivitas hidup seseorang dapat meningkatkan daya ingat, mempertajam daya pikir, menambah semangat hidup, dan menumbuhkan kepercayaan diri.
3. Mencari Pengalaman
Ilmu bisa ditiru, namun tidak dengan pengalaman. Seseorang yang memiliki rencana karir yang matang biasanya dapat memetakan timeline karirnya sehingga ia tahu kapan saatnya menguasai skill tertentu, pekerjaan di perusahaan apa, dan ingin menjadi apa. Pekerjaan yang dipilih akan berpengaruh pada perkembangan karir dan pencapaian tujuan di masa depan.
Perusahaan yang fokus terhadap kualitas produknya akan mengutamakan tenaga kerja yang berpengalaman karena pada umumnya experienced labor dapat melakukan pekerjaan lebih efektif dan efisien. Hal ini bisa menekan cost production (biaya produksi) dan tentunya menaikkan profit perusahaan.
Maka tidak heran jika tenaga kerja yang masih muda pada tidak banyak yang menjadikan nominal gaji sebagai alasan utama. Banyak di antara mereka yang lebih mengejar pengalaman. Hal ini selaras dengan apa yang disampaikan oleh Jack Ma, pendiri Alibaba Group.
Jika Anda bekerja di perusahaan yang besar, perhatikan bagaimana sebuah mesin besar berjalan dan pelajarilah bagaimana proses berjalannya. Namun jika Anda bekerja di perusahaan kecil, pelajarilah tentang passion dan bagaimana membangun sekaligus memelihara mimp-mimpi besar.
Pengalaman yang dicari selama bekerja bisa digunakan untuk membuka usaha sendiri di masa depan, bekerja di perusahaan yang lebih menjanjikan, memimpin tim, menyelesaikan masalah, dan untuk meraih pencapaian tertentu. Tujuan-tujuan jangka panjang tersebut membuatnya semangat untuk terus belajar selama bekerja.
4. Bekerja adalah Ibadah.
Seseorang yang bekerja karena yang motivasinya untuk mendapatkan gaji semata sangat riskan tidak bekerja secara sungguh-sungguh. Akibatnya, dia tidak bisa memberikan yang terbaik. Bagaimana tidak, bekerja rajin atau malas-malasan tetap mendapatkan gaji. Baginya, sama saja rajin atau tidak, yang penting mendapatkan gaji.
Sementara itu, seseorang yang menganggap bekerja sebagai ibadah meyakini bahwa dia bekerja karena perintah Tuhan Yang Maha Kuasa. Manusia diperintahkan untuk berusaha mencari nafkah dengan bekerja. Apapun yang ia lakukan dalam melaksanakan pekerjaannya, dipersembahkan kepada-Nya. Karena pekerjaan itu ditujukan untuk-Nya, maka dia bekerja sungguh-sungguh, baik dipuji atau tidak oleh atasannya.
Orang yang memiliki motivasi kerja karena poin ini biasanya lebih tenang dalam menjalankan pekerjaan. Di tempat kerja, biasanya lebih bijaksana dibanding rekan-rekannya.
5. Memenuhi Kebutuhan Sosial
Sebagai makhluk sosial, manusia memerlukan interaksi sosial dengan sesamanya. Setinggi apapun tingkat introvert seseorang, tetap saja dia membutuhkan interaksi dengan orang lain.
Sebagian orang bekerja agar bisa melakukan interaksi dengan orang lain. Tentu hal ini masuk akal karena untuk menyelesaikan pekerjaan, kerja sama tim sangat diperlukan. Tidak mungkin semua tugas dikerjakan seorang diri. Dengan demikian, terbentuklah interaksi sosial yang “menghasilkan”. Interaksi sosial yang melibatkan peran positif dari setiap anggotanya dapat menjadikan seseorang termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih positif. Bahkan, tidak sedikit pekerja yang rela resign dari pekerjaannya dan pindah ke perusahaan lain yang memiliki interaksi sosial lebih baik.
6. Mencari Pengakuan dan Apresiasi
Tidak peduli semewah apapun fasilitas yang ada, selama apresiasi dan pengakuan tidak pernah diberikan kepada tenaga kerja yang berhasil meraih sebuah pencapaian, perusahaan tersebut akan banyak ditinggal oleh pekerjanya. Atmosfer yang ada di kantor hanya persaingan.
Tim kerja yang baik akan memberikan apresiasi kepada pekerjanya. Dengan demikian, mereka mendapatkan pengakuan bahwa mereka dianggap ada. Mereka akan merasa keberadaannya bermanfaat untuk perusahaan.
Tidak sedikit tenaga kerja yang lebih nyaman bekerja di perusahaan yang menganggap diri mereka ada. Perusahaan yang mau mengakui kemampuan mereka dan memberikan apresiasi atas kerja keras yang telah dilakukan.
7. Mengumpulkan Modal Usaha
Beberapa orang mungkin telah merancang perjalanan karir dalam hidupnya sebagai entrepreneur. Orang-orang semacam ini pada umumnya telah menetapkan kepada dirinya sendiri akan bekerja berapa lama di perusahaan. Biasanya, mereka bekerja dalam jangka waktu yang pendek.
Mereka sadar diperlukan modal untuk mendirikan bisnis. Baik modal berupa dana, ilmu, manajerial, relasi, dan lain-lain. Gaji yang diterima selama bekerja akan dikumpulkan sebagai modal dana. Sedangkan alur kerja dan proses bisnis yang ia pahami selama bekerja akan diserap sebagai modal ilmu dan manajerial. Sedangkan rekan kerja dan klien perusahaan akan dijadikan sebagai modal relasi.
