Apa Itu Merger dan Akuisisi
Sekarang ini Merger and Acquisition (M&A) menjadi cara hidup normal dalam dunia bisnis. Didorong oleh lingkungan global yang semakin kompetitif, merger terkadang menjadi satu-satunya cara untuk bertahan dalam jangka panjang. Di lain sisi, banyak pengusaha tidak lagi membangun perusahaan untuk jangka panjang; mereka membangun perusahaan untuk jangka pendek, dengan harapan bisa menjual perusahaan untuk keuntungan besar suatu saat nanti.
M&A adalah proses yang sangat kompleks. Keberhasilan M&A membutuhkan banyak pengetahuan dan keterampilan, melibatkan banyak disiplin ilmu dan banyak profesi. Untuk memastikan keberhasilan M&A, dibutuhkan pertimbangan banyak faktor – akuntansi, keuangan, penilaian, pemasaran, rantai nilai, legal, budaya perusahaan, dll. Semuanya itu akan dipaparkan secara komprehensif dalam tulisan ini. Tulisan ini secara garis besar disajikan dalam tiga bagian – konsep dasar, legal dan due diligence. Sementara aspek akuntansinya akan saya jelaskan tersendiri kemudian.
Defenisi
Bila kita menggunakan istilah “merger”, kita mengacu pada penggabungan dua perusahaan di mana satu perusahaan baru akan terus ada. Istilah “akuisisi” mengacu pada perolehan aset oleh satu perusahaan dari perusahaan lain. Dalam sebuah akuisisi, kedua perusahaan mungkin terus eksis. Namun, sepanjang tulisan ini, penulis merujuk M&A sebagai transaksi bisnis di mana satu perusahaan mengakuisisi perusahaan lain. Perusahaan yang mengakuisisi akan tetap dalam bisnis dan perusahaan yang diakuisisi (selanjutnya disebut sebagai perusahaan target) akan diintegrasikan ke dalam perusahaan yang mengakuisisi dan dengan demikian, perusahaan target tersebut tidak ada lagi setelah merger.
Merger dapat dikategorikan sebagai berikut:
Horizontal: Dua perusahaan digabungkan dalam produk atau layanan serupa. Penggabungan horizontal sering digunakan sebagai cara bagi perusahaan untuk meningkatkan pangsa pasarnya dengan bergabung dengan perusahaan pesaing. Misalnya, penggabungan antara Exxon dan Mobil akan memungkinkan kedua perusahaan tersebut memiliki pangsa pasar minyak dan gas yang lebih besar.
Vertikal: Dua perusahaan digabungkan dalam rantai nilai, seperti penggabungan produsen dengan pemasok. Penggabungan vertikal sering digunakan sebagai cara untuk mendapatkan keunggulan kompetitif di dalam pasar. Sebagai contoh, Merck, produsen besar obat-obatan, bergabung dengan Medco, distributor obat-obatan besar, untuk mendapatkan keuntungan dalam mendistribusikan produknya.
Konglomerasi: Dua perusahaan di industri yang sama sekali berbeda bergabung, seperti perusahaan pipa gas yang bergabung dengan perusahaan teknologi tinggi. Konglomerasi biasanya digunakan sebagai cara untuk mengatasi fluktuasi pendapatan dan menciptakan pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan. Biasanya, perusahaan yang sudah berada lama di industri namun memiliki prospek pertumbuhan yang kurang baik akan berusaha untuk melakukan diversifikasi bisnis melalui M&A. Misalnya, General Electric (GE) melakukan diversifikasi bisnisnya melalui M&A, sehingga GE dapat memasuki area baru seperti layanan keuangan dan penyiaran televisi.
Alasan Melakukan Merger dan Akuisisi
Setiap merger memiliki alasan tersendiri mengapa menggabungkan kedua perusahaan tersebut merupakan keputusan bisnis yang baik. Prinsip dasar di balik M&A sederhananya adalah 2 + 2 = 5. Nilai Perusahaan A adalah $2 miliar dan nilai Perusahaan B adalah $2 miliar, namun saat kita menggabungkan dua perusahaan tersebut, maka totalnya menjadi $5 miliar. Penggabungan kedua perusahaan menciptakan nilai tambah yang disebut dengan nilai “sinergi”.
Nilai sinergi memiliki tiga bentuk:
- Pendapatan: Dengan menggabungkan kedua perusahaan, kita akan memperoleh pendapatan yang lebih tinggi dibanding jika kedua perusahaan beroperasi secara terpisah.
- Biaya: Dengan menggabungkan kedua perusahaan, kita akan mendapatkan biaya yang lebih rendah dibanding jika kedua perusahaan beroperasi secara terpisah.
- Biaya Modal: Dengan menggabungkan kedua perusahaan tersebut, kita akan mendapatkan biaya modal keseluruhan yang lebih rendah.
