Cara Membuat Copywriting Yang Lebih Menarik
Copywriting terdengar seperti seni daripada teori, maka ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan agar teks menjadi lebih menjual, berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa Anda lakukan agar teks Anda bisa lebih menjual.
1. Pelajari Produk atau Layanan Anda
Tanpa mengenali produk, konten, ataupun layanan jasa yang Anda tawarkan, Anda tidak akan bisa memasarkan dengan baik. Itulah alasan kenapa mempelajari produk menjadi bagian dari belajar copywriting.
Hal ini juga tidak hanya berlaku untuk copywriting saja, untuk Anda yang bertanggung jawab dalam mempromosikan bisnis pribadi pun harus mempelajari hal ini. Kecuali jika Anda adalah orang yang menciptakan barang tersebut.
Setelah selesai mempelajari barang yang ingin Anda jual, sebaiknya tuliskan informasi yang sudah diperoleh ke dalam deskripsi. Hal ini dilakukan agar Anda memiliki referensi dalam proses penulisannya.
Agar lebih memudahkan Anda dalam membuat produk deskripsi, maka Anda harus mengetahui keunikan produk Anda, fitur unggulannya, dan manfaat yang akan diperoleh konsumen dari fitur tersebut.
2. Pahami Kebutuhan Audiens
Mengenali audiens sama pentingnya dengan memahami produk sendiri. Kenapa? karena inti dari copywriting bukanlah keuntungan yang akan Anda peroleh, tapi manfaat yang akan audiens dapatkan saat menggunakan produk Anda.
Bayangkan saja jika ada orang yang menawarkan sepatu futsal pada Anda, padahal Anda adalah seorang pemain badminton. Pastinya penawaran tersebut menjadi sia-sia, kan?
Selain itu, memahami audiens juga berguna untuk membuat teks pemasaran yang bisa terdengar lebih personal atau tepat sasaran. Jika Anda bisa melakukannya dengan baik, besar kemungkinan akan ada banyak orang yang tertarik untuk membeli produk Anda.
Nah, langkah pertama yang harus Anda lakukan dalam mempelajari audiens adalah dengan cara memberikan survei pada konsumen yang sebelumnya sudah ada.
Kondisi ini bisa Anda peroleh dengan mudah bila sebelumnya sudah mendapatkan email mereka. Sehingga, tugas Anda tinggal mengirimkan email yang berisi ajakan untuk mengisi survei saja.
3. Tentukan Headline yang Memikat
Sebanyak delapan dari sepuluh audiens hanya akan membaca headline atau judul Anda saja. Itu artinya, Anda harus mampu membuat judul yang sangat menarik perhatian.
Dalam hal ini, Anda memerlukan tingkat kreativitas yang tinggi agar bisa membuat headline yang menarik. Tapi, prakteknya tidak sesulit yang Anda bayangkan.
Untuk membuat headline yang menarik, Anda hanya harus menjelaskan manfaat yang Anda tawarkan, membuat mereka untuk segera membeli, serta cantumkan persentase yang menarik.
4. Dukung Headline dengan Lead yang Menarik
Headline atau judul tentunya harus mampu menarik audiens, karena mereka berada di barisan terdepan. Namun, belum tentu orang tertarik untuk membaca artikel, newsletter, ataupun landing page Anda lebih lanjut setelah mengklik judulnya.
Untuk itu, suatu headline yang menarik harus bisa didukung dengan lead atau paragraf pembuka yang juga menarik. Beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membuat lead yang menarik adalah dengan menunjukkan empati, memulai dengan fakta, atau membuat audiens Anda menjadi sangat penasaran.
5. Tulis Copy yang Berkualitas
Walaupun headline dan lead adalah salah satu bagian yang sangat penting di dalam teknik copywriting, namun Anda juga tetap harus memerhatikan bagian utama penulisan atau yang biasa disebut dengan copy.
Beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membuat copy yang berkualitas adalah dengan menggunakan kata ataupun kalimat yang sederhana, menulis untuk satu orang saja, menjelaskan manfaat audiens, dan juga memanfaatkan subheading.
6. Akhiri dengan Persuasif
Apapun tujuan dari teks copywriting Anda, pada bagian akhirnya Anda tetap harus menyertakan ajakan untuk melakukan suatu aksi yang Anda inginkan. Baik itu aksi untuk membeli produk, subscribe konten, daftar newsletter, dll.
Untuk membuat ajakan ini, Anda harus menggunakan CTA atau call-to-action. CTA adalah suatu tombol, banner, ataupun formulir yang isinya tentang perintah pada audiens Anda. Pada website layanan digital, beberapa contoh CTA yang biasa digunakan adalah “Daftar Sekarang”, “Coba Sekarang”, atau “Mulai Sekarang”
Tapi, ada baiknya CTA yang Anda buat tidak hanya tentang mendorong audiens dalam memberikan komitmen mereka saja. Di saat yang bersamaan juga harus memberikan manfaat untuk audiens Anda.
Penggunaan CTA pada blog artikel pun tidak jauh berbeda. Formulir untuk mencoba Accurate Online di bagian bawah artikel ini adalah contoh mudahnya.
CTA ini mengajak Anda untuk mau mendaftarkan alamat email Anda. Sebagai gantinya, Anda bisa mencoba Accurate Online secara gratis selama 30 hari.
Namun intinya, elemen yang ada pada CTA di bagian akhir media pemasaran tidak boleh hanya berbentuk perintah yang menguntungkan Anda, tapi juga mampu memberikan manfaat yang jelas pada audiens.
