Satelit Rusia Mepet Wahana Pengintai Milik AS, Bisa Intip Data?
Amerika serikat menuding satelit Rusia Kosmos 2558 punya misi memata-matai satelit pertahanannya sebab ditempatkan pada orbit yang berdekatan. Apa yang bisa diintip satelit di satelit lain?
Satelit Rusia yang diluncurkan pada 1 Agustus itu terlihat ditempatkan pada orbit yg hampir sama menggunakan satelit pengintai misteri Amerika yang diluncurkan pada dua Februari.
Satelit AS itu sendiri bernama USA 326, satelit militer rahasia Amerika yg diluncurkan ke orbit rendah Bumi athun baru ini menggunakan roket SpaceX Falcon 9.
Menurut pelacak satelit yg berbasis pada Belanda, Marco Langbroek, di 2 Agustus Kosmos 2558 membayangi orbit satelit Amerika, menggunakan disparitas hanya 0,04 derajat dan jeda pemisahan 60 kilometer.
Ia, yang juga ialah dosen astrodinamika pada Delft Technical University pada Belanda, berkata peluncuran satelit Rusia yg baru itu dijadwalkan untuk menyamai AS 326 yg melewati pelabuhan antariksa Rusia Plesetsk.
“Kedua orbitnya sangat dekat. perbedaan utama merupakan perbedaan yang relatif mungil beberapa puluh kilometer di ketinggian orbit. Jadi itu indikasi yg sangat kentara,” katanya dikutip Popular Mechanics.
Militer AS pun mengutuk aksi Rusia itu. “Itu benar-benar perilaku yg tidak bertanggung jawab,” istilah Jenderal James H. Dickinson, Komandan Angkatan Luar Angkasa AS, dikutip dari Space.com.
“Kami melihat bahwa itu berada di orbit yang seperti menggunakan keliru satu aset bernilai tinggi kami buat pemerintah AS. Jadi kami akan terus lakukan buat memperbarui serta melacaknya,” lanjut Dickinson.
Baca juga : Seluruh Indonesia Bisa Saksikan Hujan Meteor Perseid 13-14 Agustus
Berdasarkan laporan NBC News di National Space Defense Center (NSDC) Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Schriever, Colorado Springs, AS, misi tersebut bertujuan buat mengumpulkan serta mengintegrasikan data dari berbagai satelit serta stasiun pemantauan berbasis darat.
Sesudah itu, satelit membagikan informasi itu ke seluruh komunitas militer serta intelijen AS.
“Kami mempunyai beberapa kemampuan luar angkasa yang sangat rupawan hari ini yg akan segera memberi tahu kami Bila terdapat peluncuran,” istilah seorang perwira Angkatan Luar Angkasa yg tidak disebutkan namanya di NBC Nightly News.
Sementara, Kosmos 2558, yg dijuliki ‘satelit inspektur’, mampu bermanuver dekat menggunakan pesawat ruang angkasa lain. Beberapa satelit Rusia lainnya membagikan perilaku yang sama.
Sejauh ini, misi serta kemampuan satelit Amerika yang diintai sang Kosmos 2558 belum diketahui. namun, satelit ini diyakini bisa mengumpulkan data intelijen pencitraan.
Pihak Rusia sendiri belum menyampaikan tanggapannya atas tudingan AS itu.
Ini bukan pertama kalinya Amerika serikat mengutuk aktivitas Rusia yang tidak bertanggung jawab di orbit.
Di 2021, Rusia menembakkan rudal buat menghancurkan keliru satu satelitnya sendiri yg mati, meninggalkan ribuan keping puing orbit yang dapat dilacak, beberapa pada antaranya mendorong Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) buat bermanuver keluar berasal bahaya.
“Perilaku berbahaya serta tidak bertanggung jawab membahayakan keberlanjutan jangka panjang luar angkasa dan dengan jelas membagikan klaim Rusia menentang senjata dan persenjataan luar angkasa artinya tidak jujur serta munafik,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price saat itu.
