Marak Kejahatan Begal Rekening, OJK Jelaskan Soal Social Engineering
Aksi begal rekening menggunakan modus Social Engineering (Soceng). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) angkat bicara mengenai Soceng lewat akun twitter mereka.
Dalam utasnya, soceng menurut OJK artinya cara untuk mengelabui atau memanipulasi korban supaya mampu menerima informasi data pribadi atau akses yg diinginkan.
“Soceng mengunakan manipulasi psikologis dengan mempengaruhi pikiran korban melalui banyak sekali cara serta media yg persuasif dengan cara membentuk korban suka atau panik sehingga korban tanpa sadar akan menjawab atau mengikuti instruksi pelaku,” tulis OJK.
Isu begal rekening belakangan menjadi perbincangan masyarakat net. istilah itu digunakan buat modus penipuan baru dengan cara menyamar menjadi petugas resmi jasa keuangan atau e-commerce.
Pelaku begal rekening memakai teknik soceng buat mengelabui targetnya. Tujuannya ialah menerima data pribadi si korban buat kemudian menguras uang di rekeningnya.
OJK sendiri menilai soceng sangat berbahaya. keliru satu modus yang kerap dipergunakan ialah meminta nasabah untuk menyampaikan angka PIN serta OTP.
Selain itu, pelaku kejahatan siber itu terdapat yang meminta buat mengisi link formulir perubahan biaya administrasi, tawaran jadi nasabah prioritas, seolah menjadi petugas bank resmi.
Baca juga : Studi Ungkap Evolusi 4 Kali Lebih Cepat Akibat Perubahan Iklim
OJK mengimbau warga buat tak panik Jika ada oknum yg mengaku sebagai pegawai bank dan meminta data eksklusif.
“Bila terdapat oknum pegawai bank yg menghubungi serta meminta data pribadimu, jangan diberikan ya,” tulis OJK.
“Pastikan hanya menggunakan perangkat lunak dan menghubungi layanan resmi bank atau lembaga jasa keuangan,” tulisnya lagi.
Lebih lanjut, OJK jua menyatakan ada empat modus yg biasa digunakan pelaku soceng. Selain informasi perubahan tarif transfer bank, ada pula yg berpura-pura memasang akun layanan konsumen palsu, tawaran menjadi nasabah prioritas, dan tawaran sebagai agen laku pandai .
“Pelaku soceng akan memintamu menyampaikan informasi ini: username, password, PIN, kode OTP, angka kartu ATM/Kredit/Debit, nama mak kandung, berita langsung lainnya,” tulis OJK.
Diperbincangkan Warganet
Sejumlah warganet jua melaporkan pernah ditawari buat sebagai nasabah prioritas, oleh pihak yg mengaku sebagai petugas bank. Diduga penelepon itu adalah ciri-ciri social engineering (soceng).
“By the way, baru beberapa hari yang kemudian ditelpon yang ngaku dari sentra, nawarin prioritas,” kata @Ilhamsajalah6 lewat Twitter, Senin (20/6).
“Guys hati-hati jua tadi pada iklan Instagram saya udah masuk iklan mirip ini(diduga penipuan soceng), udah ngeri banget sekarang mainnya iklan IG, permanen hati-hati serta waspada,” kata akun @Hnylutfiani.
