9 Tips Memulai Bisnis Batik dari Rumah
Batik, kain tradisional Indonesia yang sudah populer seantero negeri. Batik Indonesia diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO. Batik saat ini tidak hanya dipakai saat acara-acara resmi dengan model jadul, tetapi juga sebagai busana kerja. Batik telah banyak mendapat sentuhan lebih modern, elegan, dan terlihat mewah, seperti model long dress, dan sebagainya.
Semua kalangan sudah mengenakan batik. Termasuk para artis dan tokoh dunia. Batik menjadi peluang bisnis menguntungkan, bahkan untuk skala rumahan atau UMKM sekalipun. Jualan baju batik di rumah mampu meraup omzet jutaan rupiah, seiring meningkatnya permintaan. Berikut tips memulai bisnis batik:
- Menentukan Asal Batik
Batik tidak hanya berasal dari Yogyakarta atau Pekalongan, tetapi juga Solo, Cirebon, dan lainnya. Masing-masing daerah memiliki motif atau corak batik yang berbeda sebagai ciri khasnya.
Jadi, penting untuk menentukan batik jenis apa yang hendak dijual. Jika dari Solo, maka jual corak batik Solo saja. Begitupula dengan asal batik lainnya. Jika memang ingin menjual batik dari berbagai daerah, tidak masalah selagi kamu dapat menjelaskan asal usul batik kepada konsumen.
- Tentukan Target Konsumen
Selanjutnya adalah menentukan target konsumen. Kamu ingin menjual batik untuk siapa, apakah kepada anak-anak, remaja, dewasa, orangtua, mahasiswa, karyawan, PNS, atau pejabat?
Beda konsumen yang dibidik, berbeda pula selera batiknya. Perbedaan ini akan memengaruhi harga batik. Misalnya untuk kalangan menengah ke atas memilih batik tulis yang harganya mulai dari ratusan ribu rupiah.
Sementara untuk kalangan menengah ke bawah, lebih cenderung menginginkan batik harga murah. Biasanya batik printing yang dibanderol mulai dari belasan ribu rupiah saja. Sebaiknya tentukan target konsumen terlebih dahulu, agar konsumen tidak merasa batik yang kamu jual kemahalan. Dan bisnis batik kamu selalu ramai pembeli.
- Cari Pemasok Batik
Berhubung karena tidak produksi batik sendiri, kamu perlu mencari pemasok batik yang terpercaya. Pemasok yang sudah lama berbisnis batik, punya toko, bahkan konveksi atau pabrik batik.
Pemasok ini bisa merupakan relasi kamu, rekanan teman atau keluarga yang memang sudah dikenal amanah dan selalu menjaga kualitas barang. Oleh karena itu, dalam proses pencarian supplier ini, kamu bisa bertanya kepada teman atau keluarga.
Jika tidak punya kenalan atau relasi supplier, kamu dapat mencari informasi di internet, seperti media sosial, e-commerce, atau Google. Bandingkan satu pemasok dengan yang lain. Cek ulasan atau komentar, serta bintang yang diperoleh. Apabila banyak komentar positif, maka kamu bisa langsung DM untuk pembelian batik. Namun sebaliknya bila dipenuhi ulasan negatif dengan rating produk rendah, sebaiknya kamu pertimbangkan lagi untuk membeli dari pemasok tersebut meski harga batik yang ditawarkan murah.
- Corak Yang Bervariasi
Batik menawarkan corak beragam. Ada corak mega mendung, parang, tujuh rupa, dan masih banyak lagi. Sebaiknya jual batik dengan corak yang bervariasi agar konsumen dapat memilih sesuai selera. Menjual batik dengan satu corak atau yang itu-itu saja membuat konsumen bosan. Tidak ada daya tarik untuk pembeli.
Pastikan pula corak dan model selalu kekinian. Komunikasikan hal ini dengan pemasok batik agar setiap kali ada motif baru, mereka dapat langsung memberitahumu.
- Nama Bisnis Atau Toko Yang Mudah Diingat
Buat nama toko batik sebagai identitas usaha yang akan memudahkan konsumen mengingat tempat membelinya. Kalau misalnya ada orang lain yang tanya, konsumen bisa menjawab.
Hal ini secara tidak langsung akan meningkatkan omzet penjualan. Pilih nama yang sesuai dan mudah diingat. Bisa itu memakai nama pribadi, atau keluarga. Diskusikan hal ini kepada keluarga atau kerabat karena pemilihan nama konon katanya dapat memengaruhi tingkat kesuksesan berbisnis.
- Jualan Online Dan Offline
