Buat Hand Sanitizer Dari Limbah Buah Jeruk dan Nanas
Hand Sanitizer sepertinya telah menjadi salah satu kebutuhan primer yang wajib dimiliki setiap orang. Di era mobilitas yang semakin tidak terbendung ini, sebagian orang dihadapkan dengan berbagai kesibukan. Hal ini menghasilkan orang tidak terlalu peduli pada menjaga kebersihan terutama kebersihan tangan. Padahal tangan merupakan salah satu organ tubuh manusia yang berkontak langsung dengan benda sekitar.
Ditambah kondisi pandemi covid-19 yang terjadi membuat kita wajib lebih peduli dengan kebersihan tangan. Dalam hal ini hand sanitizer menjadi solusi sebagai pembersih tangan yang efektif sebab bersifat instan serta praktis. Namun di awal gempuran pandemi hand sanitizer seakan bertransformasi menjadi benda yang langka.
Secara definisi, hand sanitizer merupakan gel yang mempunyai kemampuan sebagai antibakteri buat menghambat pertumbuhan maupun membunuh bakteri. Bahan primer dalam pembuatan hand sanitizer ialah alkohol atau etanol serta dibubuhi dengan bahan pengental. Kandungan alkohol pada pada sebuah hand sanitizer mencapai 60 sampai 95%.
Kandungan alkohol yang besar ini ternyata menyimpan dampak negatif pada insan. Alkohol adalah pelarut organik yang dapat melarutkan lapisan lemak serta sebum di kulit yang berfungsi menjadi pelindung terhadap infeksi mikroorganisme. Selain itu, alkohol simpel terbakar dan bisa menyebabkan kekeringan bahkan iritasi di kulit apabila dipakai berulang kali.
buat mengatasi hal ini, kita bisa melakukan penemuan pada pembuatan hand sanitizer. salah satunya ialah dengan memanfaatkan limbah organik sebagai bahan primer. Limbah kulit nanas serta kulit jeruk merupakan 2 pada antara limbah organik yang dapat dipercaya dalam hal ini.
Melihat buah nanas menjadi galat satu komoditas buah unggulan di Indonesia. Bahkan sesuai angka permanen (ATAP) tahun 2014 produksi nanas mencapai 1,84 juta ton. buat daerah Asia Tenggara sendiri, Indonesia termasuk penghasil nanas terbesar ketiga sesudah Filipina serta Thailand. Tetapi kulit nanas yang merupakan akibat residu produksi dari butir nanas yang dibuang begitu saja.
Sama halnya dengan nanas, jeruk jua merupakan komoditas buah unggulan pada Indonesia dengan produksi sebesar 1,79 juta ton pada tahun 2014. Begitu juga nasib dari kulit jeruk yang hanya menjadi limbah serta dibuang begitu saja. Padahal keduanya memiliki kandungan yang bisa dimanfaatkan menjadi bahan standar pembuatan hand sanitizer.
Banyak penelitian menunjukan bahwa keduanya mempunyai kandungan antibakteri yang baik. Ekstrak kulit nanas serta kulit jeruk dapat merusak pertumbuhan bakteri. Hal ini karena keduanya mengandung senyawa flavonoid. Kandungan ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri bahkan membunuhnya.
Pada tahun 2017, penelitian yang dilakukan Temmy, Azis dan Fadlin membagikan bahwa formasi antara ekstrak kulit nanas serta kulit jeruk dapat merusak pertumbuhan bakteri. di pengujian tersebut, sample diujikan pada bakteri Salmonella Thypi. Hasilnya, percobaan tersebut berhasil. Zona hambat dari bakteri mencapai 10,6 mm.
Penemuan ini lalu menerima penghargaan sebagai kampiun 3 Lomba Karya Tulis Ilmiah Biology Show In 2017. Penelitian ini barulah sebatas awal. Tentu masih banyak hal yang dapat dikembangkan lagi kedepannya. Untuk itu, kita menjadi anak muda, masih sangat mampu buat melakukan studi lanjutan. Menyampaikan donasi terbaik kita buat Indonesia. Maju terus ilmu pengetahuan Indonesia.
