Mengenal Cara Kerja Nanorobot: Robot mini yang Memperbaiki Doraemon
Mengenal Cara Kerja Nanorobot: Robot mini yang Memperbaiki Doraemon
Bayangkan Bila kalian terserang demam. kemudian bukannya memberikan obat, dokter meminta kalian buat menelan robot yg lebih kecil berasal berukuran pil. Robot ini lalu akan mengalir melalui pembuluh darah serta melepaskan obat pada bagian tubuh yang bermasalah.
Pada film Doraemon, robot berwarna-warni ini dianggap menggunakan nama “kecil Dora” serta berfungsi mereparasi bagian dalam Doraemon yang rusak. Sains fiksi seperti yg sering kita lihat pada serial anime Doraemon ini kini semakin dekat dengan fenomena melalui teknologi nanorobot.
Nanorobot artinya robot yang didesain pada berukuran nano sebagai akibatnya bisa masuk melalui pembuluh darah. Ukurannya kira-kira sejuta kali lebih kecil asal semut.
Tentunya selain kecil, nanorobot ini pula harus mampu dikontrol asal luar tubuh pasien, mampu keluar berasal tubuh pasien, serta bisa membawa obat-obatan. mari kita simak bagaimana cara kerjanya.
Melepas obat tepat target
Tahukah kalian apa akibat jelek berasal mengonsumsi obat lewat lisan atau suntik? dampak sampingnya lebih menyeluruh. Terkadang Bila seseorang mengalami infeksi, pusat infeksi hanya terjadi pada bagian mungil pada pada tubuh.
Bila orang itu mengonsumsi antibiotik, jumlah antibiotik yang tentang target sangat sedikit. Sisanya akan mengendap pada berbagai organ dan pada jangka panjang dapat menjadi racun.
Nanorobot dibuat buat membawa obat dalam jumlah yang sangat mungil, namun melepas obat itu tepat pada titik masalahnya. Beberapa penyakit yg dapat diobati dengan memanfaatkan nanorobot di antaranya ialah kanker, penyumbatan pembuluh darah, dan juga batu ginjal.
Tahukah kalian apa yang menyebabkan rambut pasien kanker menjadi botak selesainya kemoterapi? Penyebabnya ialah pengaruh menyeluruh asal obat kanker. Obat kanker “membunuh” sel apapun yg bertumbuh dengan cepat mirip sel kanker.
Konsekuensinya, sel-sel yg tumbuh dengan cepat mirip rambut pun ikut terbunuh. Selain itu, efek samping kemoterapi poly menimbulkan komplikasi organ. menggunakan adanya nanorobot ini pada masa depan, harapannya sel kanker bisa dibunuh tanpa harus membahayakan organ lain berasal pasien.
Buat mengatasi penyumbatan pembuluh darah, dokter umumnya memotong bagian yg tersumbat lalu menyambungkan kembali bagian yg sehat menggunakan pembuluh darah dari bagian paha.
menggunakan nanorobot yang berukuran sangat mungil, membersihkan lemak yang menyumbat pembuluh darah akan memungkinkan pasien sembuh tanpa harus melakukan bedah dan memotong pembuluh darahnya.
Sedangkan buat menangani batu ginjal, normalnya dokter menggunakan teknologi ultrasound (gelombang suara berfrekuensi tinggi). Gelombang ultrasound ini bisa menghancurkan batu pada pada ginjal sehingga serpihannya dapat dikeluarkan lewat urin. dengan nanorobot yg bisa masuk ke dalam pembuluh darah ginjal, proses penghancuran batu ginjal pun akan menjadi lebih praktis.
Navigasi nanorobot
Navigasi atau kontrol nanorobot asal luar tubuh pasien bisa dilakukan dengan beberapa cara. Nanorobot bisa dibuat supaya memancarkan sinyal ultrasound persis seperti yang ada dalam alat ultrasonography (USG).
Menggunakan cara seperti ini maka posisi nanorobot akan selalu bisa terdeteksi menggunakan seperangkat sensor yg umumnya dipergunakan dalam USG. Cara kedua merupakan dengan memakai Magnetic Resonance Imaging (MRI).
Ika bahan nanorobot artinya ferromagnetic, maka navigasi akan praktis dilakukan dengan menggunakan MRI tanpa wajib mengandalkan asal tenaga di bagian dalam robot. Kemungkinan ini telah dibenarkan oleh satu gerombolan riset yang asal dari Ecole Polytechnique de Montreal, Prancis.
Selain ke 2 hal yang telah disebutkan di atas, nanorobot jua dapat dilengkapi menggunakan elektrode dan jua teknologi laser buat “menyetrum” atau menyinari sel kanker sampai mangkat . Satu tantangan terbesar bagi ilmuwan ketika ini adalah bagaimana cara mengklaim bahwa nanorobot tak akan melukai sel dan organ sehat pada sekitarnya.
Galat satu teknologi yg mirip dengan nanorobot yang sukses dicoba merupakan memanfaatkan bakteri magnetotactic buat membawa obat ke area tumor. Bakteri magnetotactic adalah bakteri yg merespons atau bergerak searah menggunakan magnet.
keterangan menarik lainnya: buat menutup artikel ini, sebenarnya terdapat satu jenis “nanorobot” yg secara natural ada di dalam tubuh kita dan berfungsi memperbaiki sel-sel yg rusak. “Nanorobot alami” ini dikenal dengan nama ribosom.
