5 Tips Follow Up Wawancara Kerja
Pernah mengalami sudah wawancara kerja, namun tidak kunjung menerima keterangan kelanjutan dari pihak HRD? Tenang saja, kamu boleh kok buat inisiatif melakukan follow up. Follow up wawancara kerja merupakan kegiatan menindaklanjuti akibat wawancara kerja. pada hal ini, dapat dilakukan pelamar bila HRD perusahaan tidak menghubungimu sesuai perjanjian. Contohnya, HRD berjanji akan menghubungi engkau lagi seminggu selesainya wawancara kerja buat keputusannya.
Namun sampai waktu yg dijanjikan, tidak terdapat keterangan sama sekali. Nah, kamu bisa melakukan follow up wawancara kerja tadi. Tujuannya untuk kepastian buat dirimu sendiri, apakah kamu diterima atau tidak sebagai karyawan perusahaan. absolut hal ini membuatmu penasaran dan ingin mendapatkan berita asal HRD langsung. Mari kita simak tipsnya dibawah ini:
1. Pakai Email
Bukan lewat whatsapp atau telepon, apalagi DM pada media umum, melainkan email yang dijadikan menjadi media untuk follow up wawancara kerja ke pihak HRD. Lewat surat elektronik terlihat lebih profesional. Sebab kamu berkomunikasi menanyakan tentang pekerjaan, bukan menanyakan berita eksklusif.
Pastikan kamu mengirimkan email tentang follow up wawancara kerja memakai alamat email pribadi, bukan email tempat kerja tempatmu bekerja sekarang.
2. Awal dan Akhir Sertakan Terima Kasih
Awali percakapan pada email menggunakan mengucapkan terima kasih kepada rekruiter atau HRD. Misalnya, “terima kasih atas kesempatan buat mengikuti wawancara yang diberikan sang perusahaan pada aku di lepas, saat, serta tempat yang ditentukan.” Hal yang sama jua untuk akhir email, seperti “terima kasih atas kesempatan yang diberikan”. Walaupun nantinya ditolak, setidaknya engkau sudah berusaha memberikan kesan baik sewaktu melamar kerja serta melakukan follow up.
3. Perhatikan Waktu
Umumnya rekruiter akan memberitahu batas maksimal pemberitahuan wacana akibat wawancara kerja. Namun jika pada kenyataannya kamu tidak kunjung mendapat warta, lakukan follow up. Tentu pada waktu yg sempurna, mirip di jam kerja. Senin-Jumat pukul 8 atau 9 pagi hingga 5 sore. Hindari mengirimkan email follow up wawancara kerja pada malam hari atau ketika akhir pekan. Selain supaya terlihat lebih sopan, menanyakan tindak lanjut wawancara kerja ke HRD atau rekruiter pada jam kerja pun lebih cepat direspon atau dijawab. Mampu jadi hari itu juga, sebab umumnya mereka aktif memantau setiap email yg masuk.
4. Satu Kali Saja
Lakukan follow up wawancara kerja hanya satu kali. Hindari menanyakannya berkali-kali buat kepastian hasil wawancara kerja supaya tidak diklaim merusak. Jika rekruiter tak membalas email follow up engkau , itu artinya engkau tidak diterima. Mungkin juga posisi yg kamu lamar telah terisi kandidat lain.
5. Tunjukkan Antusiasme
Bila ingin sekali diterima bekerja, coba tunjukkan antusiasme kamu sewaktu mengirim email. pakai istilah-istilah yg tepat, sebagai akibatnya rekruiter tidak keliru mengartikan rasa antusiasme kamu. Contohnya, “Selamat siang tim rekruiter, saya (sebutkan namamu), kandidat (posisi yg dilamar), yg di (sebutkan lepas serta jam wawancara kerja) melakukan interview ingin menanyakan tentang posisi yg pernah saya lamar. Bagaimana hasil yg saya dapatkan? saya harap agar perusahaan bisa memberi kesempatan agar saya dapat bergabung pada (sebutkan nama perusahaan). Demikianlah email ini saya sampaikan. Saya ucapkan terima kasih”. Selengkapnya
Source : cermati.com
