Anak Muda: Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah
Gemerlap gempita selalu terjadi di Bulan Agustus. Seperti yang kita tahu, Bulan Agustus adalah waktu kita sebagai bangsa Indonesia memperingati hari kemerdekaan. Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan memperingati detik-detik proklamasi. Mengenang jasa-jasa para pahlawan yang membuat bangsa ini terbebas dari belenggu penjajah. Mengucap syukur bahwa negara Indonesia telah 76 tahun berdiri. Lalu sebagai anak bangsa, apa kontribusi kita?
Hal yang perlu dipertanyakan dulu sebelum menjawab pertanyaan itu adalah apakah kita sudah mengenal sejarah bangsa kita sendiri? Jujur saja, di masa sekarang agak prihatin dengan beberapa hal yang berkaitan dengan sejarah. Ketertarikan anak-anak muda terhadap sejarah sudah mulai luntur. Pelajaran sejarah dalam sekolah pun sering dianggap remeh. Apalagi membaca buku, sudah bukan trend saat ini.
Suatu saat, saya berkunjung ke salah satu museum yang berada di Yogyakarta. Pandangan kosong melihat ke sekeliling. Saya terkesima seketika karena pengunjung di museum tersebut bisa dihitung jari. Ketika saya mulai membayar karcis, saya juga tertegun dengan harganya. Apa kalian bisa menebak? Ya. Harga karcis sangatlah murah, pada saat itu Rp10.000. Nominal tersebut bukankah tergolong sangat murah? Mungkin saat itu sekitar tahun 2016.
Baca juga :
Tatapanku beralih kepada taman yang berada di museum tersebut. Taman yang berisi tank-tank yang sudah tidak terpakai. Dilengkapi dengan ornamen-ornamen jaman dahulu serta desain bangunan yang masih dijaga keasliannya. Terlihat juga pengunjung yang datang sedang asyik selfie demi kepentingan feed Instagram tentunya.
