Kajian Ilmiah yang Baik dan Benar
Kajian ilmiah yang diketahui sama dengan penelitian ilmiah memiliki pengertian sebagai rangkaian pengamatan yang dilakukan secara sambung-menyambung dan terakumulasi dan kemudian melahirkan teori yang mampu menjelaskan maupun meramalkan fenomena-fenomena.
Sehingga kegiatan penelitian akan berhubungan erat dengan kegiatan pengamatan. Pengamatan ini akan membantu menemukan suatu alasan atau penjelasan terjadinya suatu fenomena. Fenomena ini kemudian bisa dipahami dengan baik, bagaimana mengatasinya maupun mencegahnya.
Hasil dari suatu penelitian akan mampu menjelaskan suatu kejadian atau fenomena dengan logis, dapat diterima oleh akal, dan bisa dipastikan kebenarannya. Berkat hasil penelitian tersebut maka ilmu pengetahuan bisa terus berkembang. Semakin banyak fenomena diketahui asal muasal atau penyebabnya.
Sehingga membantu mengatasi efek atau dampak dari fenomena tersebut dengan baik, termasuk mengetahui cara pencegahan dan pemanfaatannya. Kegiatan penelitian kemudian dilakukan dengan berbagai tahapan dan membutuhkan berbagai alat maupun media bantu. Sekaligus bisa melibatkan banyak orang, baik di satu organisasi maupun antar organisasi.
Dalam masa sekarang, melihat contoh kajian ilmiah yang sudah terbitkan maka bisa diketahui kolaborasi penelitian semakin luas. Tak hanya antar dosen dalam satu perguruan tinggi. Namun juga antar perguruan tinggi, yang kemudian tak hanya antar perguruan tinggi di dalam negeri akan tetapi juga sampai antar negara.
Hal ini membuktikan bahwa kegiatan penelitian atau kajian ilmiah merupakan hal penting. Berkat pelaksanaannya maka berbagai masalah yang tadinya pelik bisa ditemukan solusinya. Ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang, di mana semakin banyak alat bantu baik dalam bentuk alat fisik maupun aplikasi bisa memberi solusi hidup untuk lebih baik.
Tujuan Kajian Ilmiah
Kegiatan kajian ilmiah yang menghasilkan berbagai contoh kajian ilmiah dan bisa diakses oleh masyarakat luas kemudian memiliki beberapa tujuan. Secara umum tujuan ini ada empat dan dikenal sebagai tujuan utama. Yaitu:
1. Eksploratif (Penemuan)
Tujuan utama yang pertama dari kegiatan kajian ilmiah atau penelitian ilmiah adalah eksploratif atau mendapatkan penemuan. Maksudnya adalah, kegiatan penelitian dilakukan untuk menemukan hal-hal baru dari suatu bidang. Sehingga berbagai bidang kemudian diangkat berbagai tema penelitian.
Penemuan ini bisa dalam bentuk penemuan solusi baru untuk mengatasi suatu masalah. Penemuan juga bisa berupa mengetahui dengan pasti penyebab dari suatu kondisi atau masalah dan kemudian dicari solusinya. Selain itu, penemuan ini juga bisa berbentuk alat kerja, alat bantu, dan juga aplikasi.
Setiap penelitian kemudian berhasil menemukan sesuatu dan pada akhirnya mencapai tujuan utama mendapatkan penemuan baru. Diharapkan penemuan ini bukan hanya sesuatu yang baru saja. Melainkan sesuatu yang juga bermanfaat dan mampu memberi solusi atas suatu permasalahan umum.
2. Verifikatif (Pengujian)
Tujuan utama berikutnya dari kegiatan penelitian yang menghasilkan banyak sekali contoh kajian ilmiah adalah untuk proses verifikatif atau pengujian. Artinya kegiatan penelitian ilmiah juga bisa ditujukan untuk melakukan pengujian atau mengecek kebenaran suatu hal dari suatu bidang.
Pengujian kebenaran ini bisa dilakukan terhadap suatu teori yang dipaparkan oleh peneliti sebelumnya. Apa yang dipaparkan sudah tentu merupakan hasil penelitian dari peneliti tersebut. Supaya relevan dengan suatu kondisi atau dirasa hasil penelitian sebelumnya kurang pas, maka dilakukan pengujian.
Selain itu, pengujian juga bisa dilakukan pada suatu hal yang sudah ada di suatu bidang untuk dipastikan kebenarannya. Tidak mengherankan jika dalam dunia penelitian, kegiatan penelitian bisa dilakukan bertahap dan diulang lagi meskipun sudah lewat sekian dekade. Sebab ada tujuan untuk melakukan verifikasi.
3. Developmental (Pengembangan)
Tujuan utama selanjutnya dari kegiatan penelitian ilmiah sesuai dengan contoh kajian ilmiah yang ada adalah untuk development atau pengembangan. Artinya, kegiatan penelitian ilmiah juga bisa bertujuan untuk melakukan suatu pengembangan terhadap suatu hal di suatu bidang.
Misalnya saja, suatu penelitian beberapa tahun silam diketahui bahwa sampah perlu diolah dengan cara dipisahkan berdasarkan jenis sampah tersebut. Kemudian dilakukan penelitian lagi dengan tujuan mengembangkan hasil penelitian tersebut. Sehingga ditemukan alat untuk membantu mengolah sampah yang sudah dipisahkan.
Dari dua penelitian kemudian bisa didapatkan solusi untuk mengolah sampah, mulai dari pemisahan berdasarkan jenis. Pada penelitian berikutnya bisa ditemukan alat untuk mengolah sampah dari jenis tertentu yang sudah dipisahkan sesuai hasil penelitian sebelumnya.
Penelitian dengan tujuan ini juga sering ditemukan pada proses pengembangan suatu alat. Misalnya alat bantu pemeriksaan penyakit pada tubuh manusia. Dulunya tim medis mengandalkan hasil sinar X yang dikenal dengan istilah rontgen. Namun kini alat untuk mendeteksi penyakit lebih kompleks, misalnya MRI yang memakai medan magnet.
Artinya, pengembangan terhadap hasil suatu penelitian di suatu bidang penting dilakukan. Bahkan sama pentingnya dengan tujuan utama yang pertama yakni menemukan hal baru atau solusi baru. Pengembangan ini akan membantu mengembangkan IPTEK dan meningkatkan kesejahteraan manusia.
4. Penulisan Karya Ilmiah (Tugas Akhir)
Tujuan utama yang terakhir dari dilakukannya penelitian dan kemudian menghasilan contoh kajian ilmiah yang sudah terpublikasi adalah untuk penulisan karya ilmiah. Umumnya untuk tujuan menyelesaikan masa mengenyam pendidikan tinggi di jenjang S1, S2, maupun S3.
Tugas akhir saat menempuh pendidikan tinggi adalah melakukan kegiatan penelitian dan menyusun hasil penelitian menjadi karya tulis ilmiah. Pada tingkat Sarjana maka tugas akhir disebut dengan istilah skripsi, sedangkan S2 disebut tesis, dan S3 disebut disertasi.
Semua adalah jenis karya ilmiah yang dari segi tingkat kesulitan maka disertasi dianggap paling sulit. Sebab mahasiswa S3 dituntut untuk mandiri dan juga mengusung tema penelitian dengan unsur kebaruan di dalamnya. Meskipun begitu, baik skripsi maupun tesis juga punya kesulitan tersendiri.
Sebagai tugas akhir, maka sifatnya wajib dan setiap mahasiswanya di akhir masa perkuliahan akan sibuk dengan penelitian dan penyusunan tugas akhir tersebut. Penelitian yang dilakukan pada dasarnya juga memiliki tujuan sebagaimana yang disebutkan di poin-poin sebelumnya.
source :https://www.duniadosen.com/contoh-kajian-ilmiah/
