Pertimbangkan Sebelum Membeli, Kekurangan PC All-In-One
PC all-in-one sebagai semakin populer akhir-akhir ini. Tentu saja, ini sebab PC all-in-one memiliki aneka macam kelebihan, salah satunya berasal desainnya yang dianggap lebih menarik daripada PC tradisional.
Namun, di pulang tampilannya yang elegan, PC all-in-one juga mempunyai banyak sekali kekurangan yang perlu dipertimbangkan. Di sini, kita akan membahas beberapa kekurangan asal PC all-in-one.
- Masa pakai lebih singkat
Masa pakai artinya salah satu duduk perkara utama berasal banyak PC all-in-one. karena proses perakitannya rumit dan terbatas di area tertentu, masa gunakan PC juga cenderung lebih singkat.
Tidak seperti PC tradisional di mana kamu bisa menggunakan mudah mengubah komponen yang rusak, kamu tidak mampu mengganti komponen PC. Jadi, umur PC all-in-one umumnya lebih pendek daripada PC tradisional.
- Pilihan yang terbatas
Siapa pun yang ingin membeli PC all-in-one wajib mau berkompromi menggunakan pilihannya. Pasalnya, perusahaan sudah membentuk PC all-in-one siap gunakan dengan konfigurasi tertentu. artinya, pengguna tak bisa memilih prosesor, kapasitas HDD, SSD, atau RAM sinkron dengan kebutuhannya.
Jadi, bila kamu membutuhkan PC menggunakan spesifikasi eksklusif, kamu akan lebih cocok memakai PC tradisional. sebab, PC tradisional bisa dirakit sendiri serta praktis di-upgrade.
- waktu terdapat komponen yang bermasalah, semuanya akan terpengaruh
Segala sesuatu dalam sistem diuntuk sedemikian rupa untuk memastikannya bisa bekerja menggunakan baik dalam monitor yang ramping. tetapi, saat terdapat komponen yang bermasalah, semua kinerja PC all-in-one akan terhambat .
Contohnya, dalam hal monitor. pada PC tradisional, Bila monitornya rusak, kamu dapat menggunakan mudah merubahnya dan perangkat bisa kembali digunakan seperti semula tetapi, pada PC all-in-one, Jika monitornya rusak, maka semua perangkat tidak bisa digunakan. kamu mungkin bisa memperbaikinya, namun biayanya jauh lebih mahal daripada harga monitor baru.
- Sulit pada-upgrade
Setelah dipergunakan selama beberapa tahun, komponen PC akan lama dan memberikan penurunan performa. pada hal ini, kamu perlu membarui komponen yang usang untuk mengembalikan performanya menjadi seperti semula.
Sayangnya, mengganti komponen usang menggunakan yang baru bukanlah hal mudah bagi PC all-in-one. Bahkan, beberapa komponen disolder ke motherboard, sebagai akibatnya tidak bisa diganti atau ditingkatkan sang pengguna. merupakan, selesainya beberapa tahun penggunaan, kamu wajib puas dengan performanya yang mulai menurun.
- Kurang kuat
Desain PC all-in-one yang sederhana serta ramping mungkin tampak berguna, namun secara alami memuntuk perangkat kurang bertenaga. saat penghasil berusaha memasukkan semuanya ke dalam unit yang mungil untuk merogoh lebih sedikit ruang, mereka tak jarang terpaksa meninggalkan beberapa komponen kunci. pada akhirnya, ini akan mengorbankan kinerja.
Seringkali, PC mempunyai prosesor serta chip grafis yang kurang kuat. Mereka juga seringkali mengalami panas yang berlebihan sebab mempunyai lebih sedikit ruang untuk aliran udara.
- Harga serta porto perbaikan lebih mahal
Selain kurangnya kinerja, PC all-in-one juga datang dengan harga yang lebih mahal. Jadi, kamu tidak hanya akan mempunyai ruang penyimpanan dan kecepatan pemrosesan yang terbatas, namun juga membayar lebih untuk semuanya.
Harga pembelian awal bukan satu-satunya aspek mahal dari Pc, biaya perbaikannya juga mahal. Ini utamanya sebab sulitnya mendapatkan suku cadang pengganti.
- Tidak terlalu bagus untuk bermain game
PC all-in-one tidak cocok untuk menjalankan game. alasannya adalah, untuk menjalankan game kelas atas, personal komputer memerlukan penyimpanan dan RAM dengan kapasitas yang akbar. Hal ini tidak dimiliki oleh PC all-in-one sehingga perangkat ini tidak bisa mendukung kegiatan gaming.
Jadi, sebelum membeli PC, pertimbangkan terlebih dulu apakah kamu siap dengan semua kekurangan ini
