Mengapa Ringtone Nokia amat Ikonik di Telinga dan Memori Kita?
Bagi generasi 90-an, mendengar dering tersebut memicu lagi aliran nostalgia, serta ketika mendengarnya, hanya satu nama yg terlintas: Nokia. Mengapa ringtone Nokia atau Nokia Tune amat ikonik di telinga serta memori kita?
1. Awalnya Merupakan Iklan
Fakta menarik, Nokia Tune sebenarnya ialah hanya bagian kecil asal sebuah komposisi. Nada dering ini asal dari lagu Gran Vals (yg berarti Grand Waltz), gubahan seseorang musisi Spanyol di era Romantik Akhir, Francisco Tárrega (1852–1909).
Di 1992, Nokia menggunakan Gran Vals menjadi musik latar buat iklan Nokia 1011. Setahun kemudian, sepenggal dari Gran Vals dipergunakan oleh Nokia sebagai Nokia Tune. Ringtone ini menjalani debutnya di Nokia 2110 yg rilis pada 1994. waktu itu, namanya bukan Nokia Tune, melainkan Type 7, Type 5, atau Type 13.
Lalu, pada 1997, nama ringtone ini berubah sebagai Grande Valse. Setahun kemudian, barulah nama ringtone ini menjadi Nokia Tune yg kita kenal waktu ini.
2. Nokia Tune yang kita kenal hingga saat ini
Salah satu komposer in-house Nokia, Timo Anttila, adalah salah satu pengguna Nokia 2110. sementara reaksinya terhadap Type 7 tak positif, Timo mengakui jikalau nada dering tadi
“Nada pertama … sangat mengesalkan. tapi, nada-nada ini ikonik serta mengganti lingkungan bunyi menggunakan dramatis,” kata Timo
Kemudian, bagaimana Nokia Tune jadi nada dering yg kita kenal kini ? Komposer Inggris, Ian Livingstone ialah sosok yang mengubah Nokia Tune selamanya. Lucunya, waktu Ian masuk ke Nokia menjadi perusahaan “MTS Media Themes and Sound Design”. lalu, waktu Nokia
Mempekerjakan perusahaan tadi, ternyata isinya hanya Ian seorang!
Selain menggubah nada untuk Nokia di 2000, Ian pula ternyata membentuk backing track karaoke buat Roland. ketika itu, ia mengubah lagu-lagu terkenal dan menciptakannya kembali dengan soundset General MIDI. saat ini, Ian menggubah soundtrack buat game, mirip Total War: Warhammer III, Forza Horizon 5, sampai F1 2022.
“Jadi, aku punya beberapa trik tersembunyi buat memanfaatkan sumber daya terbatas yang aku miliki,” tutur Ian via The Verge.
Nokia sempat bekerja sama dengan perusahaan yang didirikan Thomas Dolby di 1980an tersebut. menggunakan mesin audio miniBAE, Ian menyebut kolaborasi Nokia dan Beatnik sebagai “loncatan akbar” buat ringtone HP.
Di 2001, Ian menggubah versi polifonik Nokia Tune. Versi Ian awalnya ditujukan buat peluncuran Nokia 8877 dan 8887 eksklusif pada Korea Selatan. kemudian, Nokia Tune versi Ian diluncurkan secara global lewat Nokia 3510 (dengan miniBAE) di 2002, dan hal ini mengganti citra Nokia Tune selama-lamanya seiring penguasaan Nokia ketika itu.
3. kolaborasi Nokia dengan banyak sekali pihak
Selain Timo serta Ian, Nokia jua mempunyai tim audio yang ketika itu terdiri asal komposer belia mirip Hannu af Ursin, Henry Daw, Aleksi Eben, Noa Nakai, dan Markus Castrén. Nokia ingin speaker mungil HP-nya bisa menggaungkan musik trance serta house yg tren pada masanya.
Henry menceritakan bagaimana beliau wajib membangun ringtone hanya menggunakan keyboard mungil serta Cubase. Selain itu, Hannu jua mengakui bahwa beliau serta tim takut bahwa ringtone yg mereka gubah tidak akan cocok dengan para pelanggan.
Di 2005, Timo berkata bahwa Nokia Tune terdengar ke mana pun beliau pulang. menjadi perusahaan HP asal Finlandia, kebanyakan warga Finlandia memakai Nokia, sehingga nada dering ini kerap terdengar.
“tidak terdapat yg tahu siapa yg menggubah nada dering ini serta berapa kali nada tersebut dimainkan secara global tiap hari … Bila dihitung, ini membentuk komposer Nokia jadi galat satu musisi yang paling terkenal di global,” kata Timo.
Bukan cuma Henry, Timo, Ian, dan timnya, Nokia jua sempat berkolaborasi dengan musisi kondang lainnya. buat Nokia 8800, Nokia meminta musisi Jepang Ryuichi Sakamoto dan Brian Eno (yg menggubah nada Windows 95) buat membentuk Nokia Tune versi mereka sendiri, masing-masing dengan piano serta gitar.
Di 2007, Nokia menguasai pasar HP menggunakan pangsa pasar dunia sampai 50,9 %, serta seluruh orang memahami Nokia Tune. sementara nada dering HP jadi keliru satu bagian berasal musik hip-hop global, jasa Ian dan kawan-kawan masih tersisa pada Nokia Tune yang hingga saat ini permanen jadi earworm pada telinga kita.
4. Ringtone lahir dari keterbatasan
Meski begitu, nada dering tidak lagi terkenal di masa kini . Dulunya dijadikan bagian berasal aktualisasi diri diri, nada dering sekarang artinya bagian asal meme yang dibagikan pada media sosial. keliru satu akun Twitter, @ringtonebangers, menyimpan nada-nada dering zaman dulu sebagai arsip berasal masa kejayaannya.
Figur pada pulang @ringtonebangers dan musisi dari Skotlandia, Fusoxide, membagikan bagaimana tiap generasi terhubung dengan berbagai musik unik asal musik 8-bit di video game sampai nada dering HP.
“saya rasa masalahnya entah peralatannya terlalu sulit (mirip Yamaha SMAF) atau tak ramah pengguna (seperti Beatnik Editor),” kata Fusoxide.
Kritikus pada bidang musik elektro dan teknologi, Geeta Deyal, mengatakan bahwa generasi yg tumbuh di masa “ringtone mania” serta perkembangan musik video game memiliki interpretasi tersendiri wacana video game dan perkembangan nada dering.
“jikalau sekarang musik 8-bit mengingatkan kita pada suasana retro, di masa Metroid serta Zelda, musik-musik elektronika singkat ini mempunyai dampak akbar,” ungkap Geeta.
Nada dering lahir menggunakan kondisi yg serupa dengan musik video game, yaitu menggunakan alat-alat terbatas. Musik video game mampu amat berdampak ke sanubari dengan segala rintangan serta keterbatasan. dari Geeta, hal inilah yg mendasari ringtone.
“Nada dering merupakan akibat asal ekonomi tersebut … Anda hanya punya sedikit saat sehingga ilham yang paling latif tertuang pada musik video game, sebagai akibatnya membentuk dampak maksimum dengan alat-alat terbatas,” papar Geeta.
5. HP lebih banyak senyap sekarang
Ringtone mungkin jadi aktualisasi diri diri di zaman dulu, namun tidak pada zaman sekarang. dengan banyaknya cara aktualisasi diri diri di media sosial, pengguna HP masa kini umumnya mengaktifkan mode senyap (Silent) atau getar (Vibrate).
Di sisi lain, para pemilik iPhone sudah akrab menggunakan nada dering Opening dan para pengguna Samsung juga akrab menggunakan nada dering Over the Horizon (sampai di-remix sang Suga dari BTS). namun, sensasi yang ditimbulkan tidak sama seperti Nokia Tune.
“Orang-orang [masa kini] ingin mengekspresikan individualitas menggunakan nada dering,” imbuh Geeta.
Sudah dua dasa warsa sejak Nokia Tune yang kita memahami tergubah. Sekilas dering berasal HP Menteri PUPR mengantarkan kita ke nostalgia masa lampau pada tahun 1990 serta 2000an. Mungkin Nokia sudah tidak lagi mendominasi pasar HP, namun inilah kekuatan Nokia Tune.
