Manfaat Daun Kumis Kucing
Kumis kucing dikenal dengan berbagai istilah, seperti kidney tea plants/java tea (Inggris), giri-giri marah (Sumatera), remujung (Jawa Tengah dan Jawa Timur) dan songot koneng (Madura). Kumis kucing berasal dari wilayah Afrika tropis, kemudian menyebar ke wilayah Asia dan Australia. Lebih lanjut membahas kumis kucing sudah Rumah.com siapkan dalam beberapa topik berikut ini.
1. Mengenal Tanaman Kumis Kucing

Kumis kucing memiliki nama latin Orthosiphon aristatus. Tanaman ini merupakan famili dari Lamiaceae/Labiatae. Mengenai cirinya, kumis kucing memiliki wujud batang yang basah dan tegak, dengan pola bersegi empat agak beralur berbulu pendek atau gundul. Kumis kucing dapat tumbuh mencapai 2 meter, dengan panjang daun sekitar 1 – 10 cm dan lebar 7.5mm – 1.5 cm.
Ciri khas tanaman kumis kucing terletak pada bagian kelopak bunga berkelenjar, urat dan pangkal berbulu pendek dan jarang sedangkan di bagian yang paling atas gundul.
Khasiat dan manfaat kumis kucing sebagai obat untuk mengatasi sejumlah penyakit pun sudah bukan menjadi rahasia lagi. Hal ini lantaran kumis kucing mengandung tinggi kalium, glikosida, orthosiponon, dan oksalat.
2. Cara Mudah Menanam Kumis Kucing Di Rumah
Untuk menanam kumis kucing tidak memerlukan keahlian khusus. Pasalnya, tanaman ini dapat dengan mudah tumbuh di lahan-lahan pemukiman, dengan kondisi tanah yang gembur, subur, banyak mengandung humus/bahan organik dengan tata air dan udara yang baik. Akan tetapi perlu diperhatikan iklim lingkungan Anda, yakni:
- Curah hujan yang ideal bagi pertumbuhan kumis kucing adalah lebih dari 3.000 mm/tahun.
- Dengan sinar matahari penuh tanpa ternaungi. Jika tidak terpapar sinar matahari langsung, maka akan menurunkan kadar ekstrak daun.
- Keadaan suhu udara yang baik untuk pertumbuhan tanaman ini adalah panas sampai sedang.
3. Manfaat Daun Kumis Kucing Sebagai Obat Penyakit
Daun kumis kucing basah maupun kering digunakan sebagai bahan obat-obatan. Di Indonesia, daun yang kering dipakai (simplisia) sebagai obat yang memperlancar pengeluaran air kemih (diuretik). Sementara di India, kumis kucing diyakini mampu mengobati rematik.
Masyarakat turut menggunakan kumis kucing sebagai obat tradisional sebagai upaya penyembuhan batuk, encok, masuk angin, dan sembelit. Lantas apalagi manfaat daun kumis kucing bagi kesehatan manusia?
- Kumis Kucing Sebagai Obat Hipertensi yang dapat membantu mengurangi tekanan darah tinggi. Menurut uji coba, antioksidan dan zat anti peradangan dalam kumis kucing sangat baik untuk penderita darah tinggi. Zat kimia yang disebut methylripariochromene dapat mengurangi tekanan darah sistolik pada tikus, hal ini kemungkinan besar akan berpengaruh juga terhadap tekanan darah manusia.
- Mengobati Infeksi Kandung Kemih yang menyebabkan dorongan tiba-tiba untuk buang air kecil. Untuk mengatasinya, obati dengan kumis kucing yang dipercaya efektif membersihkan traktat dan memudahkan sistem kerja kandung kemih.
- Kumis Kucing untuk Detoks Tubuh bisa digunakan kumis kucing yang diyakini mampu membersihkan racun dari dalam tubuh. Caranya, rebus kumis kucing bersama jahe dan minum air rebusannya.
- Kumis Kucing sebagai Obat Diet Alami, Daun kumis kucing dianggap dapat membantu meningkatkan aliran urine, yang konon bisa membantu seseorang menurunkan berat badan.
- Menghancurkan Batu Ginjal dengan rutin mengonsumsi air rebusan daun kumis kucing. Penelitian yang diungkapkan herbarespecial.com, seorang pria dengan penyakit batu ginjal berhasil melewati penyakitnya hanya dengan rutin mengonsumsi dua cangkir teh kumis.
- Kumis Kucing untuk Meredakan Batuk dan radang tenggorokan. Cara mengolahnya, daun kumis kucing sebanyak 15-20 gram direbus dengan 1 gelas air. Minum air rebusannya 3 kali sehari, dengan dosis satu gelas.
- Menghilangkan Nyeri Otot dengan mengonsumsi air rebusan kumis kucing boleh jadi alternatif yang patut dicoba. Pasalnya kumis kucing mengandung enzim flavonoid yang berguna untuk meringankan gejala encok.
4. Cara Mengolah Kumis Kucing Sebagai Obat Herbal
Cara mengolah kumis kucing sebagai obat herbal sangat mudah. Seperti sudah dijelaskan di atas, kumis kucing merupakan obat herbal yang dimanfaatkan dari daunnya. Daun kumis kucing direbus hanya dengan air bersih, bisa menjadi obat herbal pertama yang siap dikonsumsi. Atau pada beberapa penyakit lain, daun kumis kucing perlu direbus bersama dengan rempah seperti jahe maupun temulawak untuk memperkuat khasiatnya.
Tidak hanya direbus, daun kumis kucing juga bisa diolah dengan cara dihaluskan. 50 gram daun kumis kucing dan 150 ml air dihaluskan dengan cara diblender, lalu disaring airnya dan tuang ke gelas. Agar lebih terasa nikmat, campurkan sedikit madu sebagai penetralisir rasa.
