Sheryl Sandberg Umumkan Mundur dari COO Facebook Meta
Sheryl Sandberg mengumumkan pengunduran dirinya asal posisi Chief Operating Officer (COO) dari perusahaan induk Facebook Meta.
Tidak ada alasan yang terungkap pada warta pengunduran diri tadi. tetapi demikian perusahaan sudah mengonfirmasi keterangan tersebut.
Dalam sebuah posting pada Facebook, Sheryl Sandberg tidak mengatakan alasan kepergiannya asal perusahaan. Sandberg berkata beliau berencana buat penekanan pada pekerjaan filantropisnya. Sanberg diketahui telah bekerja pada perusahaan tadi selama 14 tahun.
“Perdebatan seputar media umum telah berubah tanpa mampu dikenali sejak hari-hari awal itu. mengatakan itu tidak selalu simpel adalah pernyataan yang meremehkan,” tulis Sandberg.
“Tapi itu pasti sulit. Produk yg kami buat memiliki akibat besar , jadi kami memiliki tanggung jawab buat membangunnya dengan cara yg melindungi privasi serta membuat orang permanen aman.”
Baca juga : Pakar Temukan Aroma Buah yang Efektif Bikin Tikus Jantan Stres
Meski mundur, Sandberg akan terus menjabat di dewan direksi perusahaan. Hal itu disampaikan eksklusif CEO Meta Mark Zuckerberg pada unggahannya pada halaman Facebook terpisah.
“Javier Olivan, Chief Growth Officer perusahaan, akan sebagai COO berikutnya, namun kiprahnya akan “tidak sinkron dari apa yang telah dilakukan Sheryl” serta “kiprah COO yang lebih tradisional,” tambah Zuckerberg.
Sandberg telah menjadi tokoh populer di industri teknologi waktu beliau bergabung dengan Facebook. dia pernah sebagai Wakil Presiden penjualan dan operasi online dunia Google.
Sebelum pada Google, dia pernah memegang kiprah senior pada Bank global serta Departemen Keuangan di bawah Presiden Bill Clinton. di tahun-tahun awal pada Facebook, dia tak jarang diklaim menjadi pengawasan orang dewasa untuk sebuah perusahaan yg dijalankan sang seseorang pendiri yang sangat muda.
“Saat Sheryl bergabung menggunakan saya di 2008, aku baru berusia 23 tahun serta aku hampir tidak tahu apa-apa tentang menjalankan perusahaan,” istilah Zuckerberg dalam postingannya.
“Kami telah membangun produk yang hebat – situs web Facebook – tetapi kami belum memiliki bisnis yang menguntungkan dan kami berjuang buat transisi dari startup kecil ke organisasi konkret.” lanjut Mark.
