• BERANDA
  • TENTANG
    • Profil BPMPP
    • Visi dan Misi
    • Tujuan & Fungsi
    • Struktur Organisasi
    • Pimpinan Organisasi
    • Program Kerja BPMPP
  • Kegiatan
  • KERJASAMA
  • LAYANAN & INFORMASI
    • APLIKASI
      • SILIMA UMA
      • Perpustakaan UMA
      • Academic Online Campus (AOC)
      • Repository UMA
      • Tracer Study (Alumni)
      • Jurnal
      • E-Learning UMA
      • Direktori Mahasiswa
    • Arsip Digital
      • Buku Pedoman Universitas Medan Area
      • Kalender Akademik
      • ArtikelKumpulan Artikel-artikel Seputar Pendidikan dan Dunia Kerja
    • Kurikulum
      • Kurikulum Teknik
      • Kurikulum Pertanian
      • Kurikulum Ekonomi dan Bisnis
      • Kurikulum Hukum
      • Kurikulum Isipol
      • Kurikulum Psikologi
      • Kurikulum Saintek
      • Kurikulum Agama Islam
    • Persyaratan
      • Perubahan Data Mahasiswa di ForlapDikti
      • Syarat Penerbitan Daftar Prestasi Akademik Sementara
      • Syarat Pengambilan Ijazah Dan Transkip Nilai
      • Syarat Pengganti Ijazah dan Transkrip Hilang & Rusak
      • Syarat Penerbitan Translate Ijazah & Transkrip Bahasa Inggris
      • Syarat Penerbitan Prestasi Akademik Pindah Keluar
      • Syarat Berkas Konversi
      • Syarat Usulan SK Seminar dan Ujian Meja Hijau/Skripsi
  • Help Desk BPMPP
  • id
    • en
    • id
Biro Perencanaan Mutu Pendidikan dan Pembelajaran Terbaik di Sumatera Utara
    • BERANDA
    • TENTANG
      • Profil BPMPP
      • Visi dan Misi
      • Tujuan & Fungsi
      • Struktur Organisasi
      • Pimpinan Organisasi
      • Program Kerja BPMPP
    • Kegiatan
    • KERJASAMA
    • LAYANAN & INFORMASI
      • APLIKASI
        • SILIMA UMA
        • Perpustakaan UMA
        • Academic Online Campus (AOC)
        • Repository UMA
        • Tracer Study (Alumni)
        • Jurnal
        • E-Learning UMA
        • Direktori Mahasiswa
      • Arsip Digital
        • Buku Pedoman Universitas Medan Area
        • Kalender Akademik
        • ArtikelKumpulan Artikel-artikel Seputar Pendidikan dan Dunia Kerja
      • Kurikulum
        • Kurikulum Teknik
        • Kurikulum Pertanian
        • Kurikulum Ekonomi dan Bisnis
        • Kurikulum Hukum
        • Kurikulum Isipol
        • Kurikulum Psikologi
        • Kurikulum Saintek
        • Kurikulum Agama Islam
      • Persyaratan
        • Perubahan Data Mahasiswa di ForlapDikti
        • Syarat Penerbitan Daftar Prestasi Akademik Sementara
        • Syarat Pengambilan Ijazah Dan Transkip Nilai
        • Syarat Pengganti Ijazah dan Transkrip Hilang & Rusak
        • Syarat Penerbitan Translate Ijazah & Transkrip Bahasa Inggris
        • Syarat Penerbitan Prestasi Akademik Pindah Keluar
        • Syarat Berkas Konversi
        • Syarat Usulan SK Seminar dan Ujian Meja Hijau/Skripsi
    • Help Desk BPMPP
    • id
      • en
      • id

    Artikel

    • Home
    • Blog
    • Artikel
    • Cara Menggunakan GitLab

    Cara Menggunakan GitLab

    • Posted by BPMPP UMA
    • Categories Artikel
    • Date 24 Mei 2022

    Cara Menggunakan GitLab – Bagi Anda yang bekerja sebagai developer, mungkin sebelumnya sudah familiar dengan platform GitLab. Namun, terdapat pula orang-orang yang dituntut perusahaannya untuk menggunakan layanan ini dalam melakukan alur kerja.

    Praktis dan mudah adalah dua kata yang cocok menggambarkan layanan ini. Berbagai fitur dan kode disediakan sehingga memungkinkan semua anggota tim, mulai dari developer hingga sysadmin, untuk berkolaborasi dalam setiap tahapan project. 

    Ia menawarkan pelacakan, perencanaan, hingga pembuatan, untuk membantu para penggunanya mengotomatisasikan seluruh siklus DevOps. Tidak heran bahwa kini GitLab menjadi sangat populer dan paling banyak diincar untuk mendapatkan hasil project yang terbaik.

    Tertarik menggunakannya? Jangan khawatir, dalam artikel ini, kami akan mengulas secara lengkap mengenai apa itu GitLab, fitur, cara penggunaan, dan kelebihan kekurangannya, Simak penjelasannya di bawah ini.

    Apa itu GitLab?

    GitLab adalah layanan Git untuk menunjang manajemen pengembangan web. Git sendiri merupakan controlling tools yang dapat memantau semua perubahan pada file proyek. Dengan demikian, developer tidak perlu membuat ulang atau menghapus file tersebut.

    Anda cukup menggunakan koneksi internet saja dan proses CI/CD akan berlangsung secara otomatis.  Mulai dari integrasi kode, pengujian, hingga perintah commit. Hal ini dapat menjembatani antara tim developer dan tim operasional dengan lebih mudah.

    Layanan ini menyediakan repository terbuka berbasis cloud, tracking pembagian kode, serta wiki space. Platform DevOps yang lengkap memungkinkan tim untuk mengerjakan perencanaan proyek, pengelolaan source code, hingga pemantauan dan keamanan.

    Lantas, apakah perbedaan antara GitLab dengan GitHub? 

    Keduanya memang dikenal khalayak sebagai rival. Namun, jika dibandingkan, maka kini GitHub masih tergolong lebih populer, Meskipun begitu, GitLab juga memiliki segudang selling point seperti fitur-fitur DevOps yang mencakup keamanan, integrasi berkelanjutan, dan tool app deployment.

    Fitur dan Fungsinya

    Dengan menggunakan GitLab, Anda akan mendapatkan alur manajemen git-repository yang handal. Selain itu, penggunaannya dapat melibatkan beberapa orang sehingga sifatnya kolaboratif. Dilansir dari Educba.com, berikut fitur dan fungsi GitLab secara lebih lengkap:

    • Docker – menampung semuanya dalam suatu “wadah” secara bebas melalui in-built registry yang bisa langsung digunakan tanpa perlu konfigurasi.
    • Third-party Servers – digunakan untuk mengelola kumpulan file yang menunjang aplikasi.
    • Infrastructure Management – menunjukkan seberapa baik Kubernetes diatur sehingga dapat membantu proses integrasi di dalamnya.
    • Deployment – menjamin kualitas dasar dengan menyebarkan tiap cabang dan menggabungkan tim Dev bersama tim QA.
    • Project Management – menyediakan alur kerja yang ekstensif, seperti pencapaian grup, grafik burnup dan burndown, target penyelesaian masalah, serta memungkinkan ekspor kode dalam jumlah besar. 
    • Integrated Monitoring – mengumpulkan semua pengukuran kinerja untuk aplikasi dan server yang membantu pengguna menentukan efek dari sistem produksi. 

    Cara Menggunakan GitLab

    Apakah Anda tertarik untuk mencoba platform ini? Jika iya, maka kami sarankan untuk memahami langkah-langkahnya terlebih dahulu. Mulai dari menginstal, melakukan registrasi, hingga implementasinya pada pengembangan web. Simak caranya di bawah ini:

    1. Registrasi dan Login GitLab

    Langkah pertama adalah membuka situs gitlab.com, Sebagaimana registrasi akun pada umumnya, Anda cukup mengisi identitas dan menjawab pertanyaan pada form yang disediakan. 

    Setelah itu, cobalah untuk login dan lengkapi profil Anda. Klik icon avatar pada pojok kanan atas halaman dan pilih Settings.

    2. Install Aplikasi Git

    Jika belum mempunyai aplikasi Git pada perangkat Anda, maka cobalah install terlebih dahulu. Caranya cukup mudah. Pertama, Anda harus mengunduh file aplikasi pada situs resminya. Sesuaikan pada sistem operasi komputer Anda, Setelah setup selesai, tentukan File Editor lalu atur Path Environment. 

    Jika berkenan, maka Anda juga bisa menentukan opsi ekstra. Mulai proses instalasi dan apabila sudah berhasil, jangan lupa untuk cek versi Git. Dengan demikian, aplikasi Git Anda siap digunakan.

    3. Buat Project

    Pada bagian atas halaman, terdapat tanda plus (+). Silahkan klik tombol tersebut lalu pilih New Project. Nantinya akan terbuka halaman baru berisi form nama proyek dan deskripsinya. Silahkan atur visibility level dan README-nya. Apabila sudah terisi, maka tekan tombol Create Project.

    Setelah itu, Anda akan mendapatkan perintah-perintah untuk memulai repository baru. Berikut contoh command line instructions GitLab:

    • Login

    git config –global user.name “Example”

    git config –global user.email “[email protected]”

    • Pembuatan repository baru

    git clone https://gitlab.com/Example/ProjectName.git

    cd ProjectName

    touch README.md

    git add README.md

    git commit -m “add README”

    git push -u origin master

    • Keluar dari folder

    cd existing_folder

    git init

    git remote add origin https://gitlab.com/Example/ProjectName.git

    git add .

    git commit -m “Initial commit”

    git push -u origin master

    • Keluar dari repository Git

    cd existing_repo

    git remote add origin https://gitlab.com/Example/ProjectName.git

    git push -u origin –all

    git push -u origin –tags

    4. Upload dan Update Project

    Copy-paste semua directory (folder) beserta file yang dibutuhkan ke dalam directory project. Anda bisa menambahkan perubahan pada file, melihat perubahan, dan menyimpan perubahan. Anda dapat mengupload perubahan tersebut melalui perintah push.

    Cobalah refresh halaman GitLab Anda. Selamat! Project pertama Anda sudah berhasil diupload. 

    Baca Juga: 

    • Manfaat dan Fungsi SSL

    Keunggulan GitLab

    Setelah mengetahui layanan ini secara garis besar, apakah Anda masih ragu untuk mulai menggunakannya?  Berikut kami berikan alasan mengapa GitLab penting bagi proses pengembangan web Anda:

    1. Gratis dan Praktis

    Keuntungan signifikan dari layanan ini adalah tersedia secara gratis dan mudah untuk dikelola dan dikonfigurasi. Ini memungkinkan hanya sejumlah repository pribadi, mengintegrasikan beberapa API dan server pihak ketiga. Selain itu, code requests membuatnya lebih ringkas dan ramah pengguna.

    2. Kolaboratif

    Layaknya Microsoft Teams, GitLab juga bisa digunakan untuk banyak orang. Ia membagikan sejumlah kecil kode dari suatu proyek, sehingga developer dapat fokus mengerjakan bagian mereka saja. Mereka juga tidak perlu memiliki keseluruhan kode untuk terlibat dalam proyek.

    3. Open-Source

    GitLab CE memiliki versi open-source yang memudahkan pengguna menemukan server kode mereka. Terdapat pula fitur-fitur seperti public dan private repository yang dapat Anda gunakan secara gratis tanpa batas.

    Kesimpulan

    GitLab adalah platform manajemen kode DevOps berbasis Git yang populer karena sejumlah fitur-fiturnya yang sangat bermanfaat. Integrasi terbuka dan fungsionalitas API, menjadikannya opsi yang sangat baik bagi banyak pengembang web atau tim lainnya.

    Cara penggunaan layanan ini memang gampang-gampang susah, namun Anda dapat dengan mudah melakukannya jika sudah memahami langkah-langkahnya dengan baik. Bila Anda mengincar kemudahan dan praktis dalam membagi kode sumber, maka coba pertimbangkanlah layanan ini.

    • Share:
    author avatar
    BPMPP UMA

    Previous post

    Camilan Penggugah Selera Resep Risol Isi Mayones
    24 Mei 2022

    Next post

    Pengertian Budaya dan Ciri-Ciri Budaya
    24 Mei 2022

    You may also like

    Quarter Life Crisis Fase Bingung yang Dialami Banyak Anak Muda
    Quarter Life Crisis: Fase Bingung yang Dialami Banyak Anak Muda
    30 Mei, 2026
    5 Kebiasaan Kecil yang Bisa Membantu Mengurangi Stres
    5 Kebiasaan Kecil yang Bisa Membantu Mengurangi Stres
    30 Mei, 2026
    8
    Antara Kebebasan Berpendapat dan Perundungan Digital: Menimbang Etika Netizen dalam Mengkritik Artis dan Influencer
    29 Mei, 2026

    Instagram

    Berita Lainnya

    Informasi Pelaksanaan Wisuda Sarjana, Magister dan Doktor Periode I Tahun 2026
    05Jun2026
    Hari Raya Idul Adha 1447 H
    26Mei2026
    Informasi Pendaftaran Peserta Wisuda Periode I Tahun 2026
    19Mei2026
    Penerima Pendanaan Program Penelitian dan Pengabdian DPPM Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026
    17Apr2026

    Lokasi

    Helpdesk

    [email protected]

    Kampus I

    Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223

    (061) 7360168. CALL CENTER : 0811-6013-888
    [email protected]

    Kampus II

    Jalan Setiabudi No. 79 B / Jalan Sei Serayu No. 70 A, Medan 20122

    (061) 42402994 HP : 0811 607 259
    [email protected]

    Copyright © 2026 PDAI - Universitas Medan Area