Tips Mengamankan Kargo Pada Angkutan Barang
Kendaraan angkutan barang konstruksi maupun kargo sering mengirim material dan bahan lainnya di trailer terbuka. Jika tidak diperhatikan dengan benar ada banyak kesalahan yang bisa dilakukan saat menggunakan jenis trailer ini. Jika trailer dimuati terlalu tinggi atau muatan lepas karena tidak ditutup dengan benar, material bisa jatuh ke jalan. Pada trailer overload atau tidak dimuat pada posisi yang benar, trailer bisa terbalik. Semua kesalahan-kesalahan tersebut bisa diminimalisir atau bahkan bisa dihilangkan dengan tata cara muat yang benar. Oleh karena itu penting untuk selalu memeriksa muatan di trailer dan memeriksa sekeliling sebelum berangkat.
1. Hindari Overload
Pastikan muatan apapun tidak berlebihan. Overload dapat mempengaruhi tingkat pengereman dan mengancam keselamatan pengguna jalan lain. Muatan berlebih yang juga dapat mengakibatkan kerusakan pada permukaan jalan. Berat maksimum untuk trailer sesuai dengan data yang sudah diterbitkan Dinas Perhubungan dan terterta pada BLUe. Beban berlebih yang masih dalam toleransi masih diperbolehkan. Tetapi kenyataan di lapangan sulit untuk memperkirakan berat muatan yang secaara tepat. Jadi, penting untuk menimbang beban sebelum menaikkan ke trailer.
Jika trailer dimuat dengan tidak benar, bagian depan akan terlalu tinggi atau terlalu rendah. Hal tersebut terjadi karena gaya yang diberikan trailer dalam arah vertikal tidak tepat. Ini semua berhubungan dengan distribusi beban. Muatan yang tidak merata di trailer akan mempengaruhi beban yang ditanggung setiap axle-nya. Pada kecepatan tertentu distribusi beban yang tidak tepat akan mempengaruhi stabilitas trailer
2. Diterpali dengan Baik
Terpal atau jaring kargo harus digunakan untuk menjaga muatan selama dalam perjalanan. Pada Peraturan Menhub No 60/2019 di pasal 8 (b) pemuatan barang umum dalam ruangan kendaraan pengangkutnya harus ditutup dengan bahan yang tidak mudah rusak dan diikat dengan kuat.
3. Mengamankan muatan yang tinggi menggunakan tali lashing
Tali lashing adalah tali terbaik untuk mengamankan barang yang besar dan tinggi. “Tali ini juga dapat digunakan untuk mengamankan benda dengan dimensi yang besar dengan erat. Gunakan tali lashing dengan pengait di ujungnya sehingga bisa dipasang ke cincin pengikat di samping trailer. Setelah memasukkan tali melalui ratchet, operator tinggal mengencangkan tali. Ini untuk memastikan bahwa muatan dalam posisi erat dan tidak bergerak selama dalam perjalanan.
4. Gunakan alas anti selip
Faktor penting yang harus diperhatikan saat mengamankan muatan adalah gesekan. Dengan menggunakan alas anti selip, akan menjaga muatan atau kargo tidak bergerak dan mengurangi kemungkinan muatan tergelincir. Menggunakan alas anti selip juga berarti tidak perlu menggunakan banyak tali lashing yang akan menghemat waktu loading.
Berhubungan dengan produk yang mungkin tergelincir, kotoran atau minyak dapat mempengaruhi kestabilan alas anti slip. Jadi untuk menjamin kepastian alas, muatan yang diletakkan di atasnya harus tetap bersih, kering dan bebas dari minyak.
5. Gunakan marking untuk muatan
Kadang-kadang ada muatan yang menonjol keluar trailer. Untuk mengurangi itu penataan muatan perlu dilakukan. Sebelum menaikkan ke atas trailer perhatikan dimensi muatan terlebih dahulu. Muatan yang mungkin akan menonjol ke belakang dengan maksimum 1 meter tandai dengan marking . Muatan yang lebar juga harus diberi rambu penanda. Jika karena kondisi cuaca, jarak pandang menjadi lebih pendek, marking harus menggunakan lampu di bagian belakang trailer. Dengan lampu putih ke arah depan dan lampu merah ke arah belakang di samping. Rambu penanda harus dipasang dengan tinggi minimal 35 cm dan tinggi maksimal 1,70 meter melintasi muatan.
Source : truckmagz.com
