Apa Itu Efek Rumah Kaca
Penamaan efek rumah kaca sendiri didasarkan, karena peristiwa yang terjadi sama dengan rumah kaca, di mana panas yang masuk akan terperangkap di dalamnya, dan tidak dapat menembus ke luar kaca. Hal itu tentunya akan membuat suhu di dalam seisi rumah kaca tersebut akan lebih tinggi dibandingkan di luarnya. Proses ini terjadi ketika radiasi sinar matahari mengenai atmosfer bumi. Radiasi panas yang dipantulkan oleh bumi akan terhalang, sehingga panas tersebut terperangkap ke bumi. Proses terperangkapnya panas itu, kemudian menyebabkan suhu bumi meningkat. Gas rumah kaca membiarkan cahaya matahari masuk ke dalam bumi, namun gas tersebut tidak bisa memantulkannya kembali ke permukaan bumi.
Penyebab Terjadinya Efek Rumah Kaca
Beberapa aktivitas yang menjadi penyebab timbulnya efek rumah kaca di antaranya, sebagai berikut:
- Hasil pembakaran bahas bakal fosil seperti minyak bumi, batu bara, asap pabrik, dan hasil pembakaran bahan bakar dari kendaraan bermotor.
- Tingginya pemakaian pupuk kimia dalam bidang pertanian.
- Adanya penebangan liar disertai dengan pembakaran hutan (Deforestation).
- Penggunaan chlorofluorocarbons (CFCs) pada alat pendingin seperti AC, secara berlebihan.
- Adanya emisi gas metana dari aktivitas lahan sawah pertanian, hewan, dan lain-lain.
Dampak Efek Rumah Kaca
- Adanya perubahan temperatur bumi yang semakin tinggi, menyebabkan perubahan iklim di berbagai daerah di dunia.
- Kegagalan panen secara besar-besaran, akibat perubahan iklim yang drastis.
- Mencairnya glasier (bongkahan es), sehingga menyebabkan naiknya kadar air laut.
- Meningkatkan risiko kepunahan berbagai spesies makhluk hidup. Penelitian dalam majalah Nature, mengungkapkan peningkatan suhu dari adanya efek rumah kaca, dapat menyebabkan kepunahan lebih dari satu juta spesies.
- Menipisnya lapisan ozon pada atmosfer, yang melindungi bumi dari bahaya radiasi sinar ultra violet (UV).
Hilangnya terumbu karang yang ada di perairan laut.
