Komunikasi dan Humas
Komunikasi dan Humas
Hubungan masyarakat mengacu pada praktik meningkatkan reputasi organisasi di mata publik, pemangku kepentingan, karyawan, investor, dan semua orang lain yang terkait dengannya. Pakar hubungan masyarakat dipekerjakan secara khusus oleh organisasi yang bekerja keras untuk mempertahankan citra merek organisasi.
Komunikasi memainkan peran penting dalam hubungan masyarakat yang efektif . Komunikasi dua arah antara kedua belah pihak sangat penting dan informasi harus mengalir dalam bentuk yang diinginkan antara organisasi dan publik. Penerima harus memahami apa yang ingin disampaikan oleh pengirim untuk komunikasi publik yang efektif. Penerima (publik, khalayak sasaran, pemangku kepentingan, karyawan, investor) harus memahami dengan jelas pesan pengirim. (organisasi dalam hal ini).
Pesan/informasi perlu menciptakan dampak di benak pelanggan untuk brand positioning yang efektif . Komunikasi perlu memiliki pengaruh yang kuat pada audiens target agar mereka tetap loyal terhadap organisasi.
Dalam hubungan masyarakat, penerima memainkan peran penting daripada pengirim. Pengirim (organisasi) harus memastikan bahwa penerima menginterpretasikan informasi dengan benar dan juga memberikan umpan balik dan ulasan yang diperlukan. Sangat penting bagi pengirim untuk memahami audiens targetnya. Pakar PR harus melakukan penelitian ekstensif dan mengumpulkan informasi sebanyak mungkin sebelum merencanakan aktivitas PR. Kegiatan humas akan luput dari perhatian jika penerima tidak memahaminya dengan baik. Kegiatan PR harus dirancang dengan mempertimbangkan manfaat dari audiens target untuk positioning merek yang lebih baik.
Contoh
Dalam kasus rumah sakit, kegiatan hubungan masyarakat akan memastikan arus informasi yang lancar antara otoritas atau manajemen rumah sakit dan pasien dan anggota keluarga atau kerabat dekat mereka. Pakar hubungan masyarakat dari rumah sakit di daerah pedesaan harus merencanakan dan merancang kegiatan mereka dalam bahasa lokal agar penerima dapat menafsirkan dan merespons dengan baik. Jika otoritas rumah sakit berinteraksi dalam bahasa yang tidak dimengerti oleh pasien, tidak ada komunikasi nyata yang terjadi dan akhirnya efek dari aktivitas PR menjadi hilang.
Selanjutnya kebutuhan audiens target harus dipahami dengan baik. Ingatlah bahwa aktivitas PR dirancang untuk memposisikan sebuah organisasi dalam posisi terbaik. Ini terjadi hanya ketika audiens target benar-benar puas dengan layanan/produknya. Pahami apa yang audiens target Anda harapkan dari Anda untuk merancang kegiatan PR untuk dampak maksimum dan yang diinginkan. Pastikan audiens target Anda memahami apa yang ingin Anda komunikasikan.
Mari kita pahami peran komunikasi dalam PR melalui contoh sederhana.
Peter merencanakan liburan bersama keluarganya ke tujuan yang belum dijelajahi. Dia memastikan dia memiliki peta tempat tertentu yang akan membantunya dengan arah dan jalan tempat itu.
Apa yang dilakukan peta pada contoh di atas?
Itu hanya membimbing Peter tentang tempat baru ini. Dengan kata lain, peta tersebut berkomunikasi secara efektif agar Peter tidak tersesat.
Bagaimana jika Peter tidak mengerti petanya?
Komunikasi tidak lengkap
Bagaimana jika Peter mengerti petanya?
Ini adalah kasus komunikasi dua arah di mana Peter dapat menafsirkan apa yang ingin dikomunikasikan oleh peta. Contoh sederhana komunikasi dua arah.
Pakar hubungan masyarakat harus memastikan:
Sumber : https://www.managementstudyguide.com/
