Apa Itu Content Strategist
Apa Itu Content Strategist bisa dengan mudah dijumpai. Sesuai dengan namanya, seorang content strategist bertanggung jawab untuk membuat strategi komunikasi sebuah perusahaan maupun organisasi. Strategi komunikasi yang dimaksud terutama yang berkaitan dengan promosi produk.
Lebih detailnya lagi, seorang content strategist akan terlibat dalam perencanaan, pengembangan, produksi, desain, pengelolaan, kurasi, serta analisis kinerja konten. Tak lupa, seorang content strategist juga akan memilih channel yang tepat untuk mendistribusikan konten-konten yang telah dibuat.
Apakah seorang content strategist membuat sendiri konten-konten yang diunggah? Tentu tidak. Content strategist memang memegang peranan penting dalam proses perencanaan dan produksi konten, tetapi mereka akan bekerja sama dengan banyak pihak untuk proses produksinya. Misalnya seperti content writer, content editor, dan content designer yang tergabung dalam tim marketing.
Lantas, apa pastinya hal yang akan dikerjakan seorang content strategist dalam hal pembuatan konten?
Content strategist akan terlibat dalam perencanaan konten. Artinya, content strategist akan melakukan riset untuk menentukan isi konten yang sesuai untuk dipublikasikan. Dalam perencanaan konten, mereka akan menyesuaikan isi-isi konten dengan tujuan campaign yang ingin dicapai perusahaan.
Selain berperan dalam perencanaan konten, content strategist juga berperan dalam pembuatan guideline untuk konten yang dibuat, melakukan kurasi dan editing konten (agar sesuai dengan guideline dan tujuan campaign), menentukan platform untuk memublikasikan konten, serta melakukan analisis terhadap konten yang telah diunggah.
Mengapa Profesi Ini Penting dan Perlu Ada?
Profesi content strategist sebenarnya bukanlah profesi yang baru ada beberapa tahun belakangan. Dilansir dari beberapa sumber, profesi ini disebut-sebut sudah muncul sejak akhir tahun 1990-an. Pada saat itu, pengguna internet mulai banyak jumlahnya, dan pelaku pemasaran pun mulai menggunakan content marketing sebagai salah satu metode pemasaran menggunakan internet.
Content marketing memang sudah muncul pada saat itu, tetapi tentu jumlahnya tidak sebanyak saat ini. Alhasil, content strategist pun tidak banyak jumlahnya.
Nah, seiring peningkatan jumlah pengguna internet dan maraknya penggunaan internet sebagai salah satu metode pemasaran, profesi content strategist pun semakin banyak diperlukan. Peningkatan kebutuhan akan content strategist ini mulai terjadi sejak 2009.
Source : kontenesia
