Pengertian Coaching dan Perbedaannya dengan Mentoring
Pengertian Coaching – Kamu pasti cukup familiar dengan istilah mentoring bukan? Tetapi, istilah coaching untuk upskilling masih terdengar baru bagi masyarakat Indonesia. Menurut Forbes, kegiatan coaching dapat membuat kita mau mencoba hal baru atau membuat hal baru yang bermanfaat.
Lantas, apa itu coaching dan perbedaannya dengan mentoring. Yuk simak selengkapnya di dalam artikel ini!
Pengertian Coaching
Kegiatan coaching adalah kegiatan di mana seorang coach akan membantumu untuk mencapai sebuah tujuan yang kamu tentukan. Selain membantu mencapai tujuan atau goal yang kamu harapkan, mereka juga akan memastikan semua hal yang dilakukan selaras dengan tujuan tersebut.
Coach adalah orang yang memiliki pengetahuan yang lebih luas untuk membantu kliennya. Kliennya sendiri biasa dikenal dengan istilah coachee. Hal yang dihasilkan dari coaching sendiri adalah struktur pemikiran coachee yang mandiri. Selama prosesnya, coach akan lebih sering bertanya dan menggali tujuan coachee.
Singkatnya, coach membantu dalam mengenali dan memaksimalkan potensi dari coachee untuk mencapai tujuannya sendiri. Biasanya kegiatan coaching lebih sering ditemukan di bidang bisnis dan olahraga. Rupanya, dalam bidang lainnya coaching juga ada lho. Misalnya pembimbing dalam perjalanan karir dan sebagainya.
Baca Juga : Pengertian Mentoring
Ciri Coach yang Berkualitas
Untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan keinginanmu, tentu kamu harus teliti dalam memilih coach yang berkualitas. Kira-kira apa saja kualifikasi yang dapat menjadi tolak ukur coach tersebut berkualitas? Berikut adalah ciri-ciri coach berkualitas:
1. Memiliki Pengetahuan dan Keterampilan dalam Bidang Tertentu
Pertama, coach yang berkualitas pastinya memiliki pengetahuan dan keterampilan di bidangnya. Hal tersebut akan membantunya dalam membantu coachee meraih apa yang mereka inginkan. Seperti halnya dalam menggali apa tujuan sebenarnya yang diinginkan coachee.
2. Berpengalaman pada Bidang Tertentu
Kedua, tentunya mereka harus memiliki pengalaman yang mumpuni pada bidangnya. Pengalaman menjadi penting karena akan menjadi salah satu faktor kesuksesan coach dalam membimbing coachee-nya. Sebab dari pengalaman coach dapat membantu coachee untuk menghindari hal-hal yang dapat menghambat dalam meraih tujuannya.
3. Berorientasi pada Masa Depan
Selanjutnya, coach yang berkualitas memiliki mindset yang fleksibel dan berfokus pada masa depan. Mengapa demikian? Sebab dengan berfokus pada masa depan, coach dapat membantu coachee dalam membuat strategi dan rencana lainnya agar tujuannya tercapai.
4. Menghargai Pendapat dan Percaya pada Potensi Coachee
Selain keterampilan ataupun pengalaman, coach juga harus menghargai pendapat coachee tanpa menghakimi. Ketika coach percaya pada potensi coachee, maka mereka akan lebih menarik potensi yang dimiliki. Selama kegiatan, tentu coach harus selalu menggunakan bahasa yang positif.
5. Memiliki Kemampuan Manajemen yang Baik
Terakhir, coach yang dapat membantu coachee dengan baik adalah mereka yang memiliki kemampuan manajemen yang baik. Kemampuan manajemen tersebut dapat berupa macam-macam, misalnya manajemen waktu dan manajemen pikiran. Hal tersebut akan diterapkan selama proses coaching.
Nah, itu dia lima ciri coach yang berkualitas. Hal tersebut menjadi tolak ukur coachee sebelum mulai memilih melakukan kegiatan coaching agar tujuannya tercapai.
Manfaat Coaching
Sekarang kita akan membahas apa saja manfaat kegiatan coaching. Berikut adalah manfaatnya.
1. Melatih Berpikir Kreatif
Manfaat yang paling utama adalah membuat coachee mampu berpikir lebih fleksibel dan kreatif. Coach akan lebih sering bertanya untuk menggali apa yang coachee pikirkan sehingga menstimulasi pola berpikir kreatif yang dapat membantu dalam meraih tujuan.
2. Memaksimalkan Potensi Pribadi
Selanjutnya, ketika kamu mengikuti kegiatan coaching kamu akan memaksimalkan potensi yang ada di dalam dirimu. Coachee akan lebih sering melatih dirinya dalam memikirkan strategi atau rencana serta melaksanakannya demi tercapainya tujuan. Dengan begitu, mereka akan lebih memaksimalkan potensi pribadi dan mandiri tanpa bergantung pada coach.
3. Memberikan Motivasi Intrinsik
Apa itu motivasi intrinsik? Motivasi ini berupa dorongan kuat dalam memperbaiki atau membantu coachee dalam menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Terkadang bila berusaha memecahkan masalah tanpa dorongan yang kuat akan merasa masalah tersebut sulit untuk diselesaikan. Dengan adanya motivasi intrinsik, tentunya kamu akan mudah dalam menyelesaikan masalah tersebut.
4. Meningkatkan Kemampuan Berpikir Secara Psikologis
Apa saja kemampuan berpikir secara logis? Misalnya lebih peka terhadap sekitar dan memiliki rasa empati yang tinggi. Hal tersebut dapat menguntungkan coachee ketika bekerja di dalam tim ataupun berada di lingkungan sosial. Mereka akan lebih memahami keadaan sekitarnya yang berasal dari latar belakang, kemampuan, dan karakter yang beragam.
5. Menjadi Lebih Profesional
Manfaat yang terakhir, coachee akan menjadi lebih profesional. Mengingat kemampuan berpikir kreatif tersebut sudah terlatih dengan baik selama coaching, tak heran bila mereka memiliki design thinking yang jauh lebih baik. Hal tersebut dapat diaplikasikan dalam membuat rencana dan strategi atau mengeksekusi strategi itu sendiri.
Perbedaan Coaching dan Mentoring
Seperti yang sudah disinggung pada awal artikel, istilah mentoring terdengar cukup familiar di Indonesia. Kira-kira apa saja yang membedakan mentoring dengan coaching? Padahal keduanya sama-sama berguna untuk upskilling. Berikut adalah perbedaannya.
1. Orientasi
Dari segi orientasi, terdapat perbedaan yang mendasar dari coaching dan mentoring. Kegiatan mentoring berorientasi dalam memberikan ilmu yang lebih bersifat direktif. Di lain sisi, coaching berorientasi langsung pada tujuan utama coachee sehingga lebih bersifat performatif seperti menggali cara berpikir hingga kemampuan manajemen dari coachee.
2. Fokus
Pada coaching, fokus utama adalah menggali potensi dari coachee untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan serta lebih terstruktur kegiatannya. Sedangkan mentoring berfokus untuk membangun kepercayaan mentee kepada mentor untuk meningkatkan kemampuan yang dimiliki melalui transfer skill. Fokus coach lebih ke one-to-one saja, sedangkan mentor lebih ke one-to-all (lebih dari satu).
3. Kedekatan
Pada umumnya kegiatan mentoring memiliki hubungan kedekatan yang jauh lebih lama. Bahkan, bisa sampai bertahun-tahun sebab orientasinya yang bersifat direktif. Berbeda dengan kegiatan coaching memiliki hubungan kedekatan yang jauh lebih singkat sebab hasil akhir ada di performa coachee.
Nah, itu dia perbedaan mendasar antara mentoring dan coaching yang dapat kamu pahami.
sumber : Kinobi
