Perbedaan Huruf Balok dengan Huruf Kapital
Hal pertama yang perlu dipahami tentu saja pengertian dari huruf balok dan kapital itu sendiri, kira-kira apa itu huruf balok? Huruf balok dilansir dari KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) didefinisikan sebagai tulisan tegak yang tidak dirangkai atau digunakan dan difungsikan sebagai huruf cetak.
Secara sederhana, huruf balok kemudian bisa didefinisikan sebagai huruf yang ditulis menggunakan huruf besar pada setiap kalimatnya. Secara kasat mata atau secara teknik penulisan, huruf balok tidak berbeda dengan huruf kapital. Perbedaan baru bisa diketahui dan ditemukan saat menggunakannya dalam satu kalimat yang utuh.
Secara umum huruf balok digunakan untuk penulisan awal kalimat dengan menggunakan huruf yang dicetak kapital. Selain itu juga digunakan untuk menulis nama gelar maupun akronim atau singkatan tertentu yang umum dikemukakan dan dibahas di tengah masyarakat.
Adapun pedoman mengenai tata cara penulisan huruf balok juga sudah diatur oleh pemerintah. Sehingga siapa saja wajib untuk mempelajarinya dan mengetahui cara penulisan yang baik dan benar. Sehingga bisa sesuai dengan aturan yang berlaku dan ditetapkan oleh pemerintah tadi.
Contoh Penggunaan Huruf Balok
Huruf balok bisa ditempatkan dimana saja di dalam suatu kalimat. Baik itu diletakan di awal, tengah, maupun akhir kalimat. Jadi, dengan melihat beberapa contoh di atas maka bisa memahami lebih detail mengenai apa itu huruf balok. Sehingga ciri khas dari huruf balok adalah kata maupun kalimat yang ditulis dengan menggunakan huruf besar secara keseluruhan. Uniknya, huruf balok dalam satu kalimat juga bisa dipakai untuk menulis satu maupun beberapa kata.
Jadi, ketika menemukan kalimat yang ada beberapa kata secara keseluruhan memakai huruf besar sementara kata lainnya memakai huruf kecil. Maka kata dengan huruf besar merupakan kata yang ditulis dengan huruf balok. Sedangkan untuk kalimat yang semua kata ditulis dengan huruf besar maka sudah ditulis dengan huruf balok.
Adapun contoh kalimat yang memakai huruf balok bisa dijumpai pada judul skripsi maupun tugas akhir jenis lainnya. Biasanya pada judul skripsi akan diketik dengan huruf balok secara keseluruhan.
Penggunaan huruf balok pada sebuah kalimat, biasanya memiliki tujuan untuk mempertegas suatu maksud dan pesan yang ingin disampaikan penulis. Sehingga sengaja ditulis dengan huruf besar semua agar tampak mencolok segera dipahami maksud maupun tujuannya oleh pembaca.
Perbedaan Huruf Balok dengan Huruf Kapital
Melalui penjelasan mengenai apa itu huruf balok yang dipaparkan di atas, maka bisa diketahui bahwa huruf balok berbeda dengan huruf kapital. Lalu, apa saja perbedaan yang dimiliki? Berikut beberapa diantaranya:
1. Huruf Kapital Diletakan di Awal Kata
Perbedaan pertama dari segi peletakan huruf, pada huruf kapital pada dasarnya hanya digunakan di awal kata. Sedangkan untuk huruf balok diletakan di satu kata secara keseluruhan. Jadi, jika ada kata yang huruf pertamanya dicetak huruf besar maka menggunakan huruf kapital.
Sebaliknya, jika huruf besar digunakan untuk menulis satu kata secara penuh. Maka kata tersebut sudah ditulis dengan huruf balok, sehingga saat menemukan kata yang ditulis dengan huruf besar semua itu adalah penulisan dengan huruf balok dan tidak bisa disebut huruf kapital. Begitu juga sebaliknya. Contohnya:
- Ikatan cinta. (huruf kapital).
- IKATAN cinta (huruf balok).
2. Huruf Kapital Hanya Dipakai di Awal Kalimat
Sedangkan untuk penggunaan dalam satu kalimat, huruf kapital biasanya untuk huruf pertama di kata pertama dalam satu kalimat. Bisa juga untuk huruf pertama di setiap kata dalam satu kalimat, seperti yang digunakan untuk menuliskan judul buku, novel, dan karya tulis lainnya.
Sedangkan huruf balok, ditulis dengan memakai huruf besar di keseluruhan kalimat. Sehingga kata dalam kalimat tersebut dari huruf pertama sampai huruf terakhir ditulis dengan huruf besar. Contohnya:
- Putri untuk Pangeran (huruf kapital).
- PUTRI UNTUK PANGERAN (huruf balok).
3. Huruf Kapital Hanya Dipakai pada Awal Akronim
Baik huruf balok maupun huruf kapital bisa digunakan untuk penulisan akronim. Hanya saja huruf kapital digunakan di huruf pertama pada akronim tersebut. Sedangkan huruf balok digunakan untuk semua akronim. Berikut contohnya:
- Simpedes (huruf kapital).
- SIMPEDES (huruf balok).
4. Penulisan Huruf Balok Stabil
Huruf balok sekali digunakan akan digunakan secara keseluruhan, sehingga penulisannya terbilang stabil. Sementara huruf kapital ada aturan lebih ketat, misalnya hanya bisa dipakai di huruf pertama dalam satu kalimat. Sehingga tidak bisa huruf kapital ditempatkan di tengah maupun di akhir, kecuali untuk gelar.
Beberapa orang memang masih menganggap bahwa huruf balok adalah sama dengan huruf besar, selain itu sama juga dengan huruf besar. Dilihat dari segi bentuk tulisan memang ketiganya sama yakni memakai huruf tegak atau dicetak dengan huruf besar.
source : https://www.duniadosen.com/apa-itu-huruf-balok/
