Teknik Observasi Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian dapat dilakukan dengan cara observasi, wawancara, kuesioner (angket), dan studi pustaka. Kita bahas secara lebih detail tiap tekniknya.
Teknik Observasi
Observasi merupakan teknik pengumpulan data dengan melakukan pengamatan terhadap fenomena yang sedang kita teliti.Jadi, yang diamati itu respon orang terhadap suatu hal tertentu. Tapi, dalam mengobservasi, kamu gak melulu harus terjun ke lokasi, karena ada dua jenis observasi: partisipatif dan non partisipatif.
Jenis-Jenis Observasi
Pada observasi partisipatif, penelitinya ikut terlibat dalam fenomena yang diteliti. Sedangkan, kalo observasi non partisipatif, penelitinya hanya mengamati dari jauh.
Penerapan Observasi
Kakamu kamu mau pake teknik pengumpulan data observasi, ada 3 langkah yang perlu kamu lakukan. Pertama, perencanaan. Kamu mau meneliti apa? Gimana caranya kamu dapet akses supaya bisa melakukan observasi?
Misalnya kamu mau melakukan observasi di sebuah sekolah, kamu harus minta izin dulu sama pihak sekolahnya sebelum bisa melakukan observasi. Atau, misal kamu mau mengobservasi di Twitter, apakah kamu harus izin Ekamun Musk dulu? Enggak perlu kalau ini sih, ya. Kamu bisa izin langsung ke orang yang bersangkutan bahwa kamu akan melakukan observasi terhadap mereka.
Langkah kedua adalah persiapan alat. Media apa yang bakalan kamu pake buat merekam data yang kamu kumpulin dari lapangan? Apakah kamu butuh kamera untuk ambil foto atau video? Atau kamu mau tulis datanya di catatan lapangan? Peralatan ini penting buat kamu persiapkan agar kamu bisa memastikan bahwa data yang kamu cari bisa terekam dengan baik supaya berikutnya bisa kamu telaah lebih lanjut.
Finally, eksekusi observasinya. Dalam melaksanakan observasi, pastikan bahwa kamu bener-bener menangkap seluruh data yang kamu butuhkan dalam penelitian kamu. Jangan sampe ada yang ketinggalan. Contoh penelitian kebiasaan fans K-Pop tadi, mungkin kamu bisa dokumentasikan juga interaksi antar fans yang bisa jadi data buat penelitian kamu.
Kelebihan dan Kekurangan Observasi
Teknik observasi punya kelebihan dan kekurangan yang bisa kamu jadiin bahan pertimbangan buat penelitian kamu nanti. Kita mulai dari kelebihannya dulu. Observasi, tidak seperti teknik lainnya yang mengharuskan kamu buat mempersiapkan beberapa hal sebelumnya, relatif sederhana. Kamu tinggal dateng ke kamukasi, mengamati, dan mendokumentasikan–gak seribet teknik lainnya.
Lalu, datanya juga akurat karena kamu bisa dapet data langsung dari lapangan sesuai dengan apa yang sebenarnya terjadi. Terakhir, kamu juga gak perlu bergantung sama laporan atau jawaban dari orang lain karena datanya kamu dapetin langsung dari hasil pengamatan kamu sendiri.
Tapi, observasi juga punya kekurangan. Yang pertama adalah isu etik–ketika kamu mau melakukan pengamatan, kamu harus dapet akses buat bisa mengamati fenomena yang kamu teliti, kan? Tapi pada kenyataannya, dapetin akses tuh gak semudah itu. Misalnya kamu mau mengamati tentang geng motor, tapi ternyata mereka gak mau diamati. Jadi susah, deh.
Kedua, data yang kamu dapet kurang reliable karena data yang kamu dapet bisa aja berubah seandainya yang mengobservasi subjek berbeda, atau subjek yang sama di waktu yang berbeda, ada kemungkinan datanya juga bakal berubah.
Yang ketiga adalah isu bias dan persepsi pribadi. Kamu sebagai peneliti mungkin punya pandangan tersendiri terhadap sesuatu, dan itu bisa aja lho, mempengaruhi dokumentasi observasi kamu.
