Mengenal Mistletoe, Tanaman Romantis yang Ternyata Parasit
Mistletoe kerap diasosiasikan dengan momen-momen romantis, tapi sayangnya, tanaman ini ternyata bersifat parasit yg menyerang pohon hayati lain.
Mistletoe pada beberapa kebudayaan kerap digunakan buat dekorasi pintu serta tempat tinggal saat Natal. Phoradendron, keliru satu genus mistletoe yang acapkali digunakan untuk mendekorasi pintu diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani buat “pencuri berasal pohon”.
Masih satu keturunan dengan kayu cendana, mistletoe diketahui memiliki ribuan spesies yang beredar secara dunia. Jika cendana menanamkan akarnya sendiri ke akar pohon lain buat mencuri nutrisi, mistletoe melakukan akasi parasitisme yg berbeda.
Mistletoe menambatkan dirinya ke dahan pohon, sebagai akibatnya menerima energi dari matahari dan inang pohonnya. “Mistletoe merupakan hemiparasit – tanaman semi- parasit,” kata Allison Watkins, pakar hortikultura asal AgriLife Extension, mirip dikutip dari Phys.
“Tanaman itu menghasilkan makanannya asal fotosintesis, namun akarnya tumbuh menancap ke pohon inang, menyedot air dan mineral asal getahnya,” tambahnya.
Mistletoe bisa berhasil menggunakan metode hayati tersebut berkat evolusinya menghasilkan biji lengket yg dikemas pada butir beri enak yang dimakan sang burung. Dilapisi zat bening bernama viscin, biji yg lengket tadi bahkan permanen utuh pada feses burung.
Bila seekor burung yang memakan beri ini hinggap dan membuang kotoran pada sebuah pohon, maka biji tadi akan masuk menempel ke pohon serta menjamin pohon ini menjadi inang barunya.
Baca juga : Meta Akan Pulihkan Akun Instagram dan Facebook Donald Trump
Tidak hanya dengan metode tersebut, biji atau benih lengket ini juga dapat melekat di kaki, paruh, serta bokong burung, sehingga ketika dia mencoba membersihkan bagian tersebut ke btg pohon, biji juga bisa menemukan inang barunya.
Dilansir berasal Science Alert, Watkins menjelaskan mistletoe menyebabkan stres di pohon, membuatnya lebih rentan terhadap serangga dan penyakit. Meski dianggap tidak akan membunuh pohon sepenuhnya, tetapi mistletoe ini bisa membentuk beberapa bagian pohon mangkat .
Mistletoe memperoleh air dan nutrisi dari xilem yg membawa air serta mineral berasal akar ke daun tumbuhan. Selain itu, mistletoe jua bisa secara diam-membisu mengonsumsi floem yang mengganti nutrisi asal daun pohon.
Meski tampak merusak, mistletoe jua memiliki dampak baik bagi pohon inangnya, pada antaranya meningkatkan fotosintesis buat produksi nutrisi dan mengurangi kerusakan yang diterima pohon inang.
Selain itu, butir yang diproduksi mistletoe jua sebagai asal makanan bagi sejumlah binatang.
“Tupai pula akan memakan butir beri, serta rusa serta landak akan memakan tumbuhan itu sendiri,” istilah Maureen Frank seorang ahli satwa liar dari AgriLife Extension.
Lebih lanjut, mistletoe jua disebut memegang kiprah penting buat ekosistem, salah satunya karena bunga putihnya menyediakan nektar dan serbuk sari buat lebah serta lebah madu orisinil.
