Mindset Waktu yang Harus Dimiliki Anak Muda
Mindset Waktu yang Harus Dimiliki Anak Muda – Tulisan ini akan saya mulai dengan mengutip sebuah film tegang, bergenre fiksi ilmiah berjudul In Time yang di gagas oleh Andrew Niccol yang dirilis tahun 2011 silam, film yang di bintangi Justin Timberlake dan Amanda Seyfried berkisah tentang waktu yang menjadi syarat untuk tetap hidup.
Rekayasa genetik yang membuat lengan manusia terpasang jam tangan yang menunjukan sisa waktu hidup mereka. Untuk mencegah kelebihan penduduk, waktu menjadi alat transaksi pengganti uang. Semua pekerjaan akan dibayar menggunakan waktu, dengan bekerja manusia akan hidup lebih lama.
Apa itu Waktu?
Sebuah teori yang sangat populer temuan Georges Lemaitre bernama big bang menjelaskan cara alam semesta berbentuk dari sebuah titik tunggal dengan panas dan padat yang tak terhingga. Kosmos yang berisi beragam partikel seperti neutron, proton dan elektron dan partikel lainnya.
Yang menghasilkan ledakan karna bertemu oleh waktu yang lama, dan bekerja berdasarkan sifatnya masing-masing. Didasarkan pada kajian kosmologi, alam semesta awalnya sangat padat dan panas dan mengembang terus menerus hingga hari ini. Dan proses itu melibatkan waktu yang menjadi topik kita disini.
Secara teologi, Tuhan pun bersumpah demi waktu, sesuatu yang Ia ciptakan untuk mengukur seberapa besar usahamu. Dan hari ini kita bisa lihat beberapa orang harus membayar orang lain untuk menjadwalkan kegiatannya, atau yang paling kecil Anda bahkan harus punya alarm di handphone untuk bangun pagi.
Lalu di mana masalahnya? Brian Adam menyebut, dalam kehidupan sehari-hari kita membutuhkan manajemen waktu yang baik agar kita dapat menyelesaikan berbagai kegiatan sesuai target. Manajemen waktu yang baik akan menentukan kesuksesan hidup kita. Kita diberi waktu yang sama setiap hari, yaitu 24 jam. Untuk Mengetahui Mindset Waktu yang Harus Dimiliki Anak Muda
Harta itu Bernama Waktu
Waktu adalah komoditas yang limited edition, kita semua punya 46.400 detik setiap hari, tapi tidak semua orang bisa memanfaatkannya dengan baik. Banyak dari kita yang justru membuangnya secara percuma, ini adalah konfirmasi bahwa nyatanya tidak semua orang bisa mengatur waktunya dengan baik.
Kita kerap mengukur waktu dengan cara seolah-olah terdapat dentang jam yang berjalan di dalam kepala manusia. Tanpa sadar, kita sebenarnya kita meninjau setiap detik waktu yang terlewatkan. Salah satu yang kita rasakan adalah waktu yang terasa begitu cepat atau lambat pada momen tertentu.
Waktu dan Kesuksesan
Seorang penulis, Thomas Corley, melakukan penelitian tentang kehidupan sehari-hari dari orang kaya dan orang miskin. Dengan 233 responden dari orang kaya dan 128 dari orang miskin, ia akhirnya menemukan berbagai kebiasaan orang sukses. Berdasarkan penelitiannya, 44% orang kaya bangun lebih pagi.
Orang sukses tidak memikirkan berapa lama ia harus bekerja hari ini, atau berpikir liburan tiba. Setiap harinya, sebelum memulai hari mereka sudah banyak berpikir bagaimana membuat hari yang produktif. Atau cara menyelesaikan pekerjaannya pada hari ini. Jadwal mereka sudah diatur dengan baik.
Orang sukses terbukti memiliki cara pengaturan waktu yang terjadwal dan terstruktur secara sistematis. Kesuksesan erat kaitannya dengan pemanfaatan waktu. Ukuran yang paling penting adalah kecepatan, kualitas terpenting yang dapat kita kembangkan berkaitan dengan manajemen waktu adalah urgensi.
Source : https://www.qureta.com/
