Inggris Memulai 2023 dengan Roket Gagal, 9 Satelit Jadi Korban
Inggris membuka tahun baru menggunakan pengalaman kurang baik di industri antariksa usai perusahaan antariksa Virgin Orbit gagal meluncurkan roket pertama asal tanah Britania di Senin (9/1).
Peluncuran roket pertama kali asal Inggris ini merupakan bagian dari misi Start Me Up yg dijalankan Virgin Orbit, perusahaan antariksa yang berbasis di California, Amerika serikat (AS).
Start Me Up, yg diambil asal lagu terkenal band Rolling Stones, punya misi buat melakukan peluncuran pertama kali ke orbit berasal Inggris.
Peluncuran dilakukan berasal Spaceport Cornwall, sebuah situs peluncuran sipil yg terletak pada titik paling barat daya Britania Raya. Fasilitas tadi tergolong sederhana karena hanya mempunyai gedung tempat kerja semi permanen yg dilengkapi ruang media serta area VIP.
Meskipun demikian, situs tersebut tergolong layak buat peluncuran.
Situs peluncuran yg sebelumnya dikelola oleh Angkatan Udara Kerajaan sebagai bandara militer ini memiliki landasan pacu sepanjang 2.740 meter.
Area tersebut lebih dari relatif untuk menampung pesawat penumpang Boeing 747-400, bahkan menampung pesawat yang membawa roket Virgin Orbit LauncherOne seberat 30 ton.
Sayangnya, pada proses peluncuran roket LauncherOne milik Virgin Orbit mengalami anomali yg menyebabkan kegagalan.
Baca juga : Proxy WhatsApp, Cara Baru Kirim Pesan Tanpa Paket Data Siasati Blokir
Pesawat yg sudah dimodifikasi sebetulnya lepas landas tanpa persoalan serta membawa roket ke ketinggian lebih berasal 9 kilometer.
Saat kira-kira 3 perempat atmosfer Bumi sudah berada pada bawahnya, roket dilepaskan serta satu pendorong Newton Three diaktifkan, membuat gaya dorong 73.500 pon. Pemisahan termin serta penembakan tahap kedua pula tercapai.
Tidak lama kemudian, roket tidak berfungsi serta muatan tidak dapat dikirim ke orbit terakhirnya. Sembilan satelit yg dibawa roket ini pun hilang.
“Kami akan bekerja tanpa lelah buat tahu penyebab kegagalan, melakukan tindakan korektif, dan pulang ke orbit segera selesainya kami merampungkan penyelidikan penuh dan proses penjaminan misi,” kata serta Hart, CEO Virgin Orbit usai kegagalan peluncuran, seperti dikutip Space.
Dikutip berasal Engadget, misi ini membawa satelit dari tujuh pelanggan komersil serta pemerintah.
Beberapa di antaranya artinya proyek bersama AS-Britaina Raya yang disebut CIRCE (Coordinated Ionospheric Reconstruction Cubesat Experiment) serta dua Cubesats proyek Prometheus-2 milik Kementerian Pertahanan Britania Raya.
Kegagalan ini pun diprediksi berdampak signifikan terhadap Virgin, yang sudah kerepotan buat meluncurkan sejumlah misi supaya tidak terus rugi.
Start Me Up sendiri bukan hanya misi peluncuran orbital yang pertama asal tanah Britania Raya melainkan peluncuran pertama buat Virgin Orbit dan peluncuran komersil pertama asal Eropa Barat.
