Palto Alto Tampilkan 5 Tren Terkait Keamanan Siber
Palto Alto Tampilkan 5 Tren Terkait Keamanan Siber – Palo Alto Networks, perusahaan keamanan siber asal AS, membagikan lima tren yang mungkin terjadi pada keamanan siber khususnya di Asia Pasifik sepanjang 2023.
Mulai dari potensi meningkatnya serangan siber yang mungkin terjadi pada adopsi pemanfaatan cloud hingga potensi serangan siber pada metaverse.
Ada banyak inovasi teknologi yang luar biasa saat ini berkembang. Namun selalu ada celah yang dicari peretas untuk mendapatkan keuntungannya. Maka dari itu prediksi yang didasarkan analisis kami penting untuk diketahui dan menjadi perhatian bagi banyak pihak, kata Field Chief Security Officer APAC Palo Alto Networks Ian Lim dalam diskusi daring dikutip dari Antara, Jumat.
Adapun tren pertama terkait dengan adopsi konektivitas 5G rupanya dapat menimbulkan kerentanan. Konektivitas 5G di Asia Pasifik tergolong cepat adopsinya, dan di Singapura misalnya, sudah 95 persen wilayahnya telah terlayani 5G di 2023, lebih cepat dua tahun dari target regulasi yakni di 2025.
Meski dikenal membawa banyak manfaat khususnya dari segi kecepatan dan rendah latensi, rupanya jaringan 5G memiliki tingkat kerentanan karena dibangun dengan basis berupa cloud.
Walaupun cloud memberikan kelincahan, skalabilitas, dan kinerja yang lebih besar, pemanfaatan teknologi cloud turut mengekspos core 5G ke kerentanan keamanan cloud. Serangan skala besar bisa datang dari mana saja, bahkan dari dalam jaringan operator, ujar Director Industry 4.0 Palo Alto Networks Jepang dan APAC Alex Nehmy menyampaikan kerentanan keamanan siber dalam jaringan 5G.
Tren keamanan siber kedua yang perlu diperhatikan ialah pentingnya para pemilik teknologi medis yang terintegrasi bisa mengamankan perangkatnya dengan lebih optimal.
Akibat pandemi COVID-19 tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi diadopsi lebih cepat dari seharusnya, termasuk di sektor kesehatan, sehingga akhirnya banyak perangkat medis yang terhubung dengan teknologi membuat ekosistem yang terintegrasi.
