Financial Freedom, Pengertian dan Cara Mencapainya
financial freedom atau kebebasan finansial ini belakangan sering kita dengar di media sosial.
Ini karena milenial dan generasi Z mulai memasuki dunia kerja dan mengenal tanggung jawab yang lebih besar.
Apa Itu Financial Freedom yang Sebenarnya?
Definisi kebebasan finansial sendiri cukup relatif karena besaran kontrol dan jumlah opsi yang ideal bagi masing-masing orang bisa sangat beragam.
Sesuai kebutuhan, preferensi, dan persepsi ada yang menargetkan kebebasan finansial sebagai ketidakwajiban bekerja guna memenuhi kebutuhan.
Bisa juga berupa kemampuan membeli aset tertentu, ketiadaan hutang atau tanggungan membayar pinjaman, tidak bergantung pada pendapatan orang lain yang bukan dirinya, bisa membiayai hobi tanpa harus pusing dengan besaran tagihannya, dan lain sebagainya.
Cara Mencapai Financial Freedom
Untuk bisa mencapai kebebasan finansial, seseorang harus melalui beberapa tahap. Semuanya tidak serta merta dilakukan dengan gegabah dan serampangan.
1. Cari Sumber Pendapatan
Setelah tahu tujuan keuanganmu, carilah sumber pendapatan yang menurutmu bisa kamu andalkan dalam jangka panjang.
Tidak hanya nominal gajinya, tetapi masukan juga kesediaan dan kemampuanmu melakukan pekerjaan ini sampai batas waktu tertentu sebagai salah satu pertimbangannya.
Pastikan kamu selalu ada uang masuk ke rekening untuk membiayai hidupmu sehari-hari, terutama kebutuhan pokok.
Akan lebih baik bila di fase awal ini kamu sudah bisa mencatat dengan tertib pemasukan dan pengeluaran.
Tentunya kondisikan kamu berada di fase ideal dulu di mana pemasukan lebih besar dari pengeluaran. Bila belum, fokuslah untuk menambah penghasilan terlebih dahulu sebelum masuk ke tahap berikutnya.
2. Alokasikan Penghasilan untuk Dana Darurat dan Asuransi
Setelah kebutuhan pokok terpenuhi, pikirkan dana darurat dan asuransi. Daftarkan diri dalam program asuransi kesehatan dan tabung sebagian penghasilanmu sebagai dana darurat yang bisa diambil kapan saja saat dibutuhkan.
Kamu juga bisa mulai memikirkan untuk membeli aset krusial seperti rumah yang ditinggali. Secara jangka panjang, ini akan membuatmu terbebas dari kewajiban menyewa rumah yang nilainya akan naik seiring bertambahnya waktu.
3. Lunasi Hutang
Perlahan lunasi hutangmu bila ada. Bila tidak ada, jangan menambah beban dengan menggunakan instrumen-instrumen pembayaran yang kiranya bisa menjebakmu dalam hutang tak terduga.
Hanya gunakan mereka di saat yang benar-benar genting atau mendesak. Untuk menghindari hutang, seseorang disarankan untuk mengurangi keinginannya dan berusaha hidup dengan gaya hidup frugal atau hemat.
Hanya beli barang yang benar-benar dibutuhkan, mengontrol keinginan, mengurangi urgensi untuk mengeluarkan uang untuk hal yang bersifat tersier, tidak menambah cicilan bila tidak benar-benar terdesak, mencoba hidup minimalis, dan lain-lain. Silakan pilih yang paling pas untukmu karena tiap individu bisa berbeda-beda.
4. Cari Sumber Pendapatan Pasif Sedini Mungkin
Tidak seperti bekerja, memanen hasil dari pendapatan pasif membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Biasanya instrumen yang digunakan adalah investasi atau penanaman saham.
Untuk bisa menuai hasil, umumnya butuh waktu beberapa tahun jadi banyak yang menyarankan untuk melakukannya sedini mungkin.
Tentu iringi dengan pertimbangan yang masak pula. Hanya lakukan setelah kamu sudah memenuhi tiga tahap sebelumnya serta selalu gunakan dana dingin alias dana yang bisa kamu gunakan untuk investasi dengan segala risikonya.
Jangan menggunakan dana yang seharusnya kamu pakai untuk kebutuhan hidup, membayar iuran asuransi atau dana darurat misalnya.
Pendapatan pasif bisa pula dalam bentuk royalti karya dan properti yang di sewakan. Silakan eksplorasi berbagai opsinya.
5. Kelola Aset dan Hartamu dengan Baik
Setelah sampai pada tahap keempat, kamu seharusnya sudah bisa merasakan apa itu financial freedom. Namun, jangan terlena. Kamu tetap memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk mengelola aset dan hartamu sendiri.
Misalnya, untuk pemilik properti, biaya perawatan pun harus tetap kamu perhitungkan. Untuk pemilik saham, monitor terus pergerakannya
