Tindakan Preventif Untuk Keamanan IT
Tindakan Preventif Untuk Keamanan IT – Kasus kejahatan pencurian data beberapa bulan kemarin ramai diperbincangkan di Indonesia, yaitu bocornya data dari beberapa lembaga pemerintahan. Hal ini bisa terjadi karena sistem keamanan IT yang lemah sehingga memudahkan para hacker untuk bisa melakukan kejahatan. Kasus cyber crime ini bisa menimpa siapa saja, tidak menutup kemungkinan perusahaan atau bisnis Anda menjadi target selanjutnya.
Agar lebih amannya Anda perlu melakukan tindakan preventif untuk keamanan IT perusahaan dan bisnis. Ada pepatah mengatakan “mencegah lebih baik daripada mengobati”, jika sistem Anda sudah berhasil dibobol, langkah “pengobatan” lebih susah. Nah daripada sahabat bingung, kamu sudah memberikan rangkuman bagaimana melakukan tindakan preventif untuk keamanan IT.
Tindakan Preventif Untuk Keamanan IT
Pakar keamanan siber mengatakan bahwa tidak ada sistem yang diklaim 100% aman, semua memiliki kelemahan. Kita sebagai owner harus selalu meningkatkan keamanan IT agar sistem keamanannya meningkat sehingga membuat hacker kesulitan. Berikut beberapa tindakan preventif keamanan IT yang bisa Anda coba:
1. Melakukan Penetration Test
Penetration test adalah simulasi serangan terhadap sistem yang kita miliki untuk menemukan kelemahan pada sistem tersebut. Jika muncul kelemahan, langsung saja perbaiki dan lakukan pentest lagi apakah sudah aman atau belum. Tips kami untuk selalu melakukan penetration testing saat melakukan perbaikan atau update fitur sistem.
2. Buat Sistem yang Aman
Untuk bisa membuat sistem yang aman, Anda perlu menghire seorang developer yang berpengalaman. Pasti ada harga yang harus dikeluarkan lebih untuk bisa mendapatkan sistem yang baik. Lebih baik seperti ini agar dikemudian hari sistem tidak bisa ditembus oleh hacker, jadi tidak ada biaya perbaikan lagi.
Untuk itu sebelum memilih developer, lihat dulu portfolio yang sudah mereka kerjakan. Cari yang memiliki spesialisasi, misal membangun sistem untuk perusahaan perbankan, sistem informasi dan lainnya.
3. Update Software dan Aplikasi
Update merupakan pembaharuan yang memiliki tujuan untuk memperbaiki bug sistem dan menambah fitur baru. Saat ada update langsung saja lakukan tanpa perlu pikir panjang. Pastikan Anda melakukan update secara langsung agar file update tidak disusupi sejenis malware.
4. Menggunakan Password yang Kuat
Password yang kuat harus memiliki kombinasi antara huruf besar, huruf kecil, angka dan simbol. Password kombinasi seperti ini akan lebih susah ditebak oleh hacker yang menyerang dengan brute force attack. Selain itu selalu lakukan penggantian password secara berkala, rekomendasinya setiap 3 bulan harus ganti baru. Dengan mengganti kata sandi baru, otomatis semua device yang pernah kita gunakan akan sign out dan meminta memasukan password baru.
5. Pilih Layanan Hosting yang Aman
Untuk Anda yang membangun sistem berbasis web, hosting menjadi hal yang paling krusial. Hosting ibaratnya seperti “rumah”, jadi pilihlah rumah yang benar-benar aman dan nyaman. Jika data-data yang disimpan dalam sistem bersifat sensitif, kami menyarankan untuk menggunakan VPS atau Dedicated Server. Karena kedua layanan hosting tersebut dalam satu user tidak digabungkan dengan user lain, sehingga lebih aman dari peretasan data.
Source : https://qwords.com/
