Alcyoneus, Galaksi Terbesar Sebanding 240 Miliar Kali Massa Matahari
Para astronom menemukan galaksi terbesar (alcyoneus) yg pernah diteliti menggunakan ukuran yang sangat ‘mengerikan’. pada dasarnya pun punya lubang hitam yg tidak kalah ‘monster’.
Galaksi yang berjarak 3 miliar tahun cahaya ini diberi nama Alcyoneus. Galaksi radio ini mempunyai panjang 16,tiga juta tahun cahaya, menjadikannya galaksi terbesar yang pernah diketahui.
Galaksi radio sendiri merupakan gugusan bintang, planet, serta benda langit menggunakan daerah emisi radio raksasa yang membentang jauh melampaui strukturnya yang terlihat.
Strukturnya pada skala besar umum disebut menjadi lobus. Bentuknya elips ganda yang sering simetris seperti yg lokasinya terdapat pada masing-masing sisi inti galaksi. Inti galaksi yg aktif ini melontarkan fitur yang memanjang seperti sorotan cahaya sampai ke lobusnya yg diklaim jet atau pancaran.
Alcyoneus memiliki galaksi induk atau deretan bintang yang mengorbit inti galaksi dengan kandungan lubang hitam supermasif. mirip halnya galaksi radio, ia pula memiliki pancaran dan lobus yang meletus keluar dari pusat galaksi.
Keduanya berinteraksi dengan medium intergalaksi, bertindak menjadi sinkrotron untuk meningkatkan kecepatan elektron yg membentuk emisi radio.
Pancaran cahaya ini sendiri dihasilkan asal lubang hitam supermasif aktif di sentra galaksi. Para peneliti menyebut lubang hitam sedang ‘aktif’ waktu ia menenggak material asal piringan material super besar pada sekitarnya.
Lontaran cahaya ini bisa menempuh jeda yg sangat jauh sebelum menyebar ke lobus pemancar radio raksasa.
Dilansir berasal Science Alert, para peneliti bingung bagaimana lobus, dalam beberapa kasus, dapat membesar sampai berukuran super besar dalam skala megaparsec, yang disebut galaksi radio raksasa.
“Jika ada karakteristik galaksi induk yg merupakan penyebab krusial pertumbuhan galaksi radio super besar, maka induk galaksi radio super besar terbesar kemungkinan akan memilikinya,” jelas para peneliti yg dipimpin sang astronom Martijn Oei dari Observatorium Leiden di Belanda.
Baca juga : Alasan Aplikasi Zenly ‘Dieksekusi Mati’ 2023 saat Tenar-tenarnya
“Demikian jua, Bila ada lingkungan berskala akbar eksklusif yg sangat kondusif bagi pertumbuhan galaksi radio raksasa, maka galaksi radio raksasa terbesar kemungkinan akan berada di dalamnya,” tambahnya.
Pada studi mereka yg diterbitkan di jurnal Astronmy & Astrophysics, tim peneliti mencari outlier ini pada data yang dikumpulkan sang Low Frequency ARray (LOFAR) pada Eropa, sebuah jaringan interferometrik yang terdiri berasal sekitar 20.000 antena radio, didistribusikan ke 52 lokasi pada semua Eropa.
Mereka memproses ulang data melalui cara baru, menghilangkan asal radio yg mungkin merusak deteksi lobus radio yg beredar, dan mengoreksi distorsi optik.
Hasilnya, gambar yang muncul mewakili pencarian paling sensitif yg pernah dilakukan untuk lobus galaksi radio. kemudian, mereka menggunakan indera sosialisasi pola terbaik yg tersedia, yakni mata mereka sendiri.
“Kami sudah menemukan apa yg diproyeksikan menjadi struktur terbesar yg diketahui didesain oleh satu galaksi – galaksi radio super besar menggunakan panjang yang diproyeksikan [dari] 4,99 ± 0,04 megaparsecs. Panjang sebenarnya setidaknya … 5,04 ± 0,05 megaparsecs,” jelas para peneliti.
Setelah mengukur lobus, para peneliti memakai Sloan Digital Sky informasi lapangan buat mencoba tahu galaksi induk.
Mereka menemukan bahwa ‘makhluk’ ini artinya galaksi elips normal dengan ukuran sekitar 240 miliar kali massa matahari, serta lubang hitam supermasif di pusatnya sekitar 400 juta kali massa mentari .
Kedua parameter ini sebenarnya kurang mampu memberikan petunjuk perihal apa yg mendorong pertumbuhan lobus radio.
“Di luar geometri, Alcyoneus serta inangnya sangat mencurigakan: total kerapatan luminositas frekuensi rendah, massa bintang, serta massa lubang hitam supermasif semuanya lebih rendah daripada, meskipun mirip dengan, galaksi radio super besar medial,” tulis para peneliti.
“Dengan demikian, galaksi yang sangat masif atau sentra lubang hitam tidak diharapkan buat menumbuhkan bintang super besar. dan Jika keadaan yang diamati mewakili sumber selama masa hidupnya, artinya daya radio yg tinggi pula tidak,” lanjutnya.
