Cara & Strategi Branding Perguruan Tinggi Untuk Menarik Minat Mahasiswa Baru
Pendidikan merupakan suatu hal yang mempunyai prioritas penting saat ini, pendidikan yang baik bisa dijadikan modal investasi masa depan. Pendidikan yang baik dan berkualitas dapat menentukan karir seseorang dalam dunia kerja sehingga menjadi lebih profesional. Oleh karena itu pendidikan pada tingkat perguruan tinggi saat ini dipandang penting oleh masyarakat.
Oleh karena itu perguruan tinggi harus memiliki “branding” yang baik untuk tetap eksis menghadapi persaingan antar perguruan tinggi, apalagi perguruan tinggi asing juga makin gencar melakukan promosi untuk menarik minat calon mahasiswa baru di Indonesia.
1. Akreditasi
Pertama kali yang akan di lihat oleh para calon mahasiswa atau stakeholder tentunya akreditasi, oleh karena itu sangat penting bagi perguruan tinggi negeri maupun swasta melakukan akreditasi yang dilakukan oleh BAN-PT. Dan ini strategi branding yang sangat bagus untuk diterapkan, akreditasi bukan hanya menarik minat calon mahasiswa akan tetapi juga menarik beberapa instansi untuk bekerjasama.
Kenapa kampus yang terakreditasi baik banyak peminatnya, alasanya jelas, bagi calon mahasiswa kampus yang terakreditasi lebih terlihat berkualitas dan tentunya akan mempengaruhi untuk digunakan dalam dunia kerja.
2. Peningkatan Kualitas Jasa Melalui Sistem Informasi
Ya, pada saat ini teknologi sudah sangat membantu instansi pendidikan, dan ini sangat bermanfaat untuk digunakan alat branding kampus untuk menarik mahasiswa baru dengan pelayanan yang serba canggih. Memang sistem informasi dapat meningkatkan kualitas pelayanan seperti, pelayanan dalam hal PMB, keakademikan, SDM serta seleksi pegawai, training dan pelatihan, serta sistem penggajian menjadi lebih cangging. Dan tentu kampus yang menggunkan sistem informasi lebih terlihat profesional, dan pastinya menarik minat para calon mahasiswa.
3. Chief Marketing Officer
Kampus juga perlu memiliki chief marketing officer (CMO), tentu dengan tugas pokok untuk memasarkan atau branding kampus. Memang pada saat ini dirasa sangat penting untuk sebuah kampus untuk memiliki chief marketing officer (CMO), karena dengan adanya pusat marketing kampus, pemasaran dan promosi jadi lebih teroganisir dan tertuju pada sasaran yang tepat. Akan tetapi biasanya di sebuah instansi pendidikan bagian ini di handel oleh bagian humas kampus.
4. Promosi
Kegiatan promosi merupakan komponen prioritas dari kegiatan branding dan pemasaran. Dengan adanya promosi maka konsumen (calon mahasiswa) akan mengetahui bahwa kampus mempunyai banyak program yang bagus untuk para calon mahasiswa baru. Kegiatan promosi sangat erat kaitannya dengan penyebaran informasi untuk disampaikan ke calon mahasiswa baru.
5. Beasiswa
Cara ini sudah tidak asing lagi, karena sebagian besar kampus-kampus pasti menggunakan cara ini untuk melakukan branding kampus. Karena cara ini sangat memberikan dampak postif bagi kampus dan juga sangat bermanfaat bagi para penerima, sehingga dapat menarik minat para calon mahasiswa baru.
6. Different
Branding yang tidak boleh terlewatkan lagi adalah punya pembeda atau keunikan tersendiri dari kampus-kampus lain, seperti mempunyai jurusan yang jarang ada di kampus lain, akan tetapi membuka banyak peluang kerja. Atau mempunyai slogan yang unik juga termasuk dalam strategi branding ini, banyak kampus yang menerapkan branding ini seperti kampus UPN Veteran Surabaya, mereka membrending kampus mereka dengan ungkapan unik/slogan yaitu “Kampus Bela Negara, tentu ini akan memberi dampak pada emosi para calon pendaftar, ada juga Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dengan semboyan mereka yaitu “Kampus Semangat Pagi”. Dll. Keunikan itu akan melekat di otak para calon mahasiswa dan akan lebih menarik para calon mahasiswa baru.
7. Publikasi Universitas
Publikasi universitas banyak cara, salah satunya memanfaatkan website universitas. Banyak sekali yang dapat di publis, mulai profil, progam study/jurusan, beasiswa maupun informasi terkait kampus dan lain sebagainya. Publikasi dalam bentuk lain dan mempunyai dampak signifikan yaitu dengan mengirimkan berita atau penelitian ke jurnal atau media-media publikasi internasional, seperti newsletter dan majalah pendidikan.
8. Sering Mengikuti Konfrensi Internasional
Strategi yang terakhir ini, biasa dilakukan oleh para pimpinan kampus, untuk mengetahui sejauh mana perkembangan pendidikan internationl. Dalam mengikuti konfrensi international ini, tentu para pimpinan akan membicarakan kampus mereka, yaitu ingin menegenalkan kampus mereka kepada pihak luar. Jika sebuah instansi pendidikan tak asing di telinga para pimpinan kampus luar negeri, pasti akan banyak tawaran kerjasama antar kampus. Dan ini dapat meningkatkan eksistensi kampus tersebut sehingga para calon mahasiswa tertarik untuk mendaftarkan diri di kampus yang memiliki partner universitas luar negeri.
