Apa Itu Black Box Testing
Apa Itu Black Box Testing adalah pengujian yang dilakukan untuk mengamati hasil input dan output dari perangkat lunak tanpa mengetahui struktur kode dari perangkat lunak. Pengujian ini dilakukan di akhir pembuatan perangkat lunak untuk mengetahui apakah perangkat lunak dapat berfungsi dengan baik. Untuk melakukan pengujian, penguji tidak harus memiliki kemampuan menulis kode program. Pengujian ini dapat dilakukan oleh siapa saja. Selain itu, kamu juga bisa menguji aplikasi atau perangkat lunak buatanmu sendiri dengan metode pengujian black box. Pengujian dilakukan untuk menemukan masalah atau bug pada aplikasi. Hal ini sangat penting guna memastikan aplikasi yang dibuat benar-benar sudah siap dipublikasikan.
Teknik black box testing
Ada beberapa teknik black box testing yang digunakan untuk menguji perangkat lunak seperti berikut ini.
1. All pair testing
Teknik all pair testing ini dikenal juga dengan pairwise testing. Pengujian ini digunakan untuk menguji semua kemungkinan kombinasi dari seluruh pasangan berdasarkan input parameternya.
2. Boundary value analysis
Teknik ini berfokus pada pencarian eror dari luar atau sisi dalam perangkat lunak.
3. Cause-effect graph
Berikutnya adalah teknik cause-effect graph. Teknik pengujian ini menggunakan grafik sebagai patokannya. Grafik ini menggambarkan relasi antara efek dan penyebab dari eror.
4. Equivalence partitioning
Teknik ini bekerja dengan cara membagi data input dari beberapa perangkat lunak menjadi beberapa partisi data.
5. Fuzzing
Fuzzing merupakan teknik pencarian bug dalam perangkat lunak dengan memasukan data yang tidak sempurna.
6. Orthogonal array testing
Selanjutnya adalah orthogonal array testing. Teknik ini digunakan jika input berukuran kecil, namun cukup berat jika digunakan dalam skala yang besar.
7. State transition
Terakhir adalah state transition. Teknik ini berguna untuk melakukan pengujian terhadap mesin dan navigasi dalam bentuk grafik.
Kelebihan dan kekurangan black box testing
Adapun kelebihan dan kekurangan sebagai berikut.
Kelebihan
Ketika black box testing digunakan dalam pengujian perangkat lunak, ada beberapa kelebihan yang dapat diperoleh dari pengujian tersebut.
- Penguji tidak harus memiliki pengetahuan tentang suatu bahasa pemrograman
- Pengujian dilakukan berdasarkan sudut pandang pengguna. Hal tersebut dilakukan agar dapat menemukan inkonsistensi dalam perangkat lunak
- Pengembang dan penguji memiliki ketergantungan satu dengan yang lainnya
- Penguji tidak perlu memeriksa kode
- Memungkinkan penguji dan pengembang bekerja secara independen tanpa mengganggu proses kerja satu sama lain
Kekurangan
Selain memiliki kelebihan, black box testing juga memiliki kekurangan seperti berikut.
- Memiliki kemungkinan kesalahan tidak terdeteksi karena kurang teliti dan tidak adanya pengetahuan teknis
- Ada bagian back-end yang tidak diuji sama sekali
- Kemungkinan pengujian dilakukan kembali oleh programmer
Source : https://www.ekrut.com/
