Ragam Program Kerja HRD yang Efektif
Setidaknya ada delapan ragam program kerja HRD yang cukup berpengaruh baik pada ekosistem bisnis saat ini maupun di masa mendatang di antaranya adalah sebagai berikut :
Rekrutmen Karyawan Berbasis Kemampuan
Sejak dulu, rekrutmen karyawan memang jadi tugas pokok divisi HRD untuk menjalankan fungsi human capital yang sesungguhnya. Namun, rekrutmen karyawan saat ini tidak hanya sekedar arena birokratis saja. Right person for the right job menjadi hal penting yang harus Anda masukkan ke dalam program kerja rekrutmen karyawan perusahaan.
Karyawan harus didasari kemampuan mereka dengan proses seleksi yang adil dan terstruktur. Dengan proses yang adil, bukan tidak mungkin karyawan dapat memberikan nilai lebih kepada perusahaan. Bahkan menurut Glassdoor, tren rekrutmen ke depan tidak hanya mengandalkan gelar sarjana saja. Bahkan perusahaan raksasa seperti Google dan Hotel Hilton melakukan rekrutmen karyawan berdasarkan skill yang dimilikinya, bukan ijazah sarjana. Setidaknya ada tiga hal penting yang harus diperhatikan ketika memilih karyawan yang tepat yaitu:
- Ability. Kemampuan orang tersebut dalam mengerjakan fungsinya baik secara hard skill maupun soft skill.
- Trainability. Kemauan belajar dari orang tersebut.
- Commitment. Kemauan orang tersebut untuk berkomitmen terhadap pekerjaan dan perusahaannya.
Selain itu, penggunaan tools HR seperti Applicant Tracking System (ATS) juga penting di dalam program rekrutmen karyawan Anda agar proses rekrutmen dapat dilakukan secara ringkas dan efisien.
Program Kesejahteraan dan Keamanan Karyawan
Program kerja HRD selanjutnya yang tidak kalah krusial adalah menciptakan kesejahteraan dan keamanan karyawan. Program ini juga sebenarnya bagian dari pekerjaan dasar HR yang tidak lekang oleh apapun. Mengingat perusahaan harus berupaya bagaimana karyawan tetap produktif dan bisa bertahan di perusahaan tersebut.
Namun ketika pandemi tahun 2020 melanda dunia di mana terjadi layoff besar-besaran, anomali krisis ekonomi, hingga kondisi kesehatan menjadikan program kesejahteraan karyawan menjadi prioritas utama bagi perusahaan. Hal ini dibuktikan melalui riset di tahun 2020, di mana kesejahteraan menjadi hal penting yang diperhatikan oleh karyawan di samping gaji dan lokasi kerja. Biasanya program kerja ini dikemukakan dalam surat kontrak. Biasanya berupa uang jaminan kesehatan, uang penggantian hak apabila terjadi PHK, hingga jaminan-jaminan lainnya.
Program Pengembangan dan Pelatihan Karyawan
Selain merekrut dan memberikan keamanan kepada karyawan, perusahaan juga perlu mengembangkan kemampuan karyawan. Mengingat, laju perubahan bisnis di industri digital saat ini berkembang sangat pesat, karyawan pun juga harus ikut berkembang dari segi skill agar bisa lebih cepat beradaptasi. Misalnya, siapa sangka social media marketing saat ini jadi jantung penting dalam sebuah bisnis? Hal yang mungkin tidak terpikirkan 10 tahun lalu. Dengan learning dan development yang baik, baik perusahaan maupun karyawan bisa tetap inovatif, berkembang, dan mampu bertahan di pusara perubahan bisnis. Ada berbagai macam jenis pengembangan karyawan mulai dari yang sifat informal seperti memberikan tugas tantangan dan kekompakan tim hingga yang sifatnya formal misalnya melalui pihak ketiga seperti lembaga kursus.
Kompensasi yang Adil dan Berbasis Kinerja
Selanjutnya, setelah mendapatkan karyawan yang valuable, Anda juga harus memiliki kompensasi yang adil dan berbasis kinerja untuk mendapatkan program kerja HRD yang baik. Memberikan kompensasi yang tidak adil dapat merusak organisasi itu sendiri. Misalnya saja, memberikan kompensasi yang kecil bagi karyawan dengan performa tinggi dan sebaliknya. Jika itu terjadi, bukan tidak mungkin perusahaan Anda bisa memiliki lingkungan kerja yang tidak sehat dengan segala persaingannya.
Bukan hanya itu, dengan kompensasi yang tidak adil, karyawan terbaik Anda mungkin akan pergi meninggal perusahaan. Sementara karyawan yang biasa-biasa saja tetap bertahan di perusahaan Anda. Untuk menentukan kompensasi yang adil, Anda bisa menggunakan matriks Lepak and Snell berikut ini.
| High Priority | Specialist Employees
|
Critical Employees
|
| Low Priority | Doers Employees
|
Professional Employees
|
| Low priority | High Priority |
Melalui matriks di atas, Anda bisa menentukan besaran kompensasi secara adil berdasarkan kemampuan dan kontribusinya terhadap perusahaan.
Biasanya, Anda akan mempertahankan karyawan pada matriks critical employees yaitu mereka yang memiliki kemampuan beragam dan memberikan nilai bagi perusahaan. Karyawan dalam kategori ini lah yang patut Anda berikan kompensasi tinggi.
Source : talenta.co
