Mengapa Air Laut Asin ?
Mengapa Air Laut Asin – Setiap bagian lautan rasanya asin, meski kadar asinnya berbeda-beda. Salah satu alasan ahli kelautan menyukai salinitas untuk mempelajari lautan adalah karena hanya ada sedikit cara untuk mengubahnya, dan hampir semuanya terjadi di permukaan atau di dasar laut.
Misalnya, air permukaan Laut Mediterania biasanya lebih asin dibandingkan dengan Pasifik khatulistiwa karena peningkatan penguapan di iklim kering, yang memusatkan garam sementara hujan di khatulistiwa mengencerkan garam.
Rasa itu sendiri melekat pada air laut. Ini adalah hasil dari memberi dan menerima ion yang bergerak masuk dan keluar dari lautan. Proses yang sama juga terjadi di badan air lainnya, tetapi pasokan ion tidak selalu cukup tinggi untuk membuat air menjadi garam sepenuhnya.
Karena itu, sungai dan aliran air yang membawa garam ke laut masih dianggap sebagai air tawar. Pengenceran hujan cenderung mengimbangi ion yang membawanya. Sementara itu, lautan bertindak sebagai tempat garam dunia, dan tidak ada jumlahnya
1. Kandungan Mineral
Menurut National History Museum, air laut itu asin karena mengandung banyak mineral. Mineral ini diekstraksi dari batuan benua. Lantas bagaimana mineral ini bisa masuk ke laut?
Karbon dioksida di udara yang bercampur dengan air hujan. Campuran ini kemudian membuat air hujan sedikit asam. Air hujan yang bersifat asam ini kemudian memecah mineral dan ion di dalam batuan.
Mineral dan ion ini kemudian diangkut ke laut bersama air sungai. Karena sudah lama sekali, mineral dan ion terus menumpuk. Konsentrasi zat tersebut kemudian membuatnya menjadi asin.
Sumber lain adalah cairan hidrotermal. Menurut Institut Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA), cairan itu berasal dari ventilasi di dasar laut.
2. Air laut yang dipanaskan
Merembes ke celah-celah di dasar laut. Air ini kemudian dipanaskan oleh magma yang berasal dari inti bumi. Panas ini menyebabkan beberapa reaksi kimia. Air melepaskan oksigen, magnesium, sulfat dan beberapa zat besi.
Reaksi itu kemudian meningkatkan salinitas air laut. Klorida dan natrium adalah ion yang paling umum di air laut. Hampir 85% air laut terdiri dari natrium dan klorida. 10% air laut mengandung magnesium dan asam sulfat, sisanya ion lainnya.
Mineral dan reaksi kimia dalam batuan itu sendiri adalah penyebab utama air laut asin. Air laut ini merembes ke celah-celah di dasar laut. Air ini kemudian dipanaskan oleh magma yang berasal dari inti bumi.
Panas menyebabkan beberapa reaksi kimia. Air melepaskan oksigen, magnesium, sulfat dan beberapa zat besi. Reaksi itu kemudian meningkatkan salinitas air laut. Klorida dan natrium adalah ion yang paling umum di air laut. Hampir 85% air laut terdiri dari natrium dan klorida.
10% air laut mengandung magnesium dan asam sulfat, sisanya ion lainnya. Jadi alasan air laut asin sama sekali bukan air seni ikan, oh. Mineral batuan dan reaksi kimia merupakan penyebab utama air laut asin.
3. Hipersalina
Laut Mati mengandung air hipersalina karena salinitasnya sangat tinggi akibat proses penguapan yang tidak seimbang, sehingga orang dengan mudah berenang di permukaan Laut Mati.
Laut Mati juga memiliki jenis air lain antara asin dan tawar yaitu di daerah antara laut dan sungai yaitu air payau. Saat ini, setiap kilogram air laut rata-rata mengandung 35 gram garam.
Salinitas lautan di Bumi juga bervariasi, air laut yang paling aneh adalah Samudera Atlantik karena lebih banyak penguapan daripada air hujan yang jatuh dan sungai yang mengalir ke dalamnya.
Namun variasi salinitas tiap lautan sangat kecil, namun mempengaruhi sirkulasi arus laut. Jadi ternyata laut awalnya sedikit asin, dan air di sungai hanya membuat air laut lebih asin. Para ilmuwan tidak tahu persis apa yang akan terjadi selanjutnya, apakah air laut akan menjadi lebih asin atau sebaliknya.
Baca Juga : Tahapan Siklus Air dan Pengertiannya
