Somnifobia Rasa Rakut Mengalami Mimpi Buruk atau Ketindihan
Somnifobia adalah ketakutan irasional terhadap tidur. Ketakutan ini dapat menyebabkan seseorang sulit fokus atau konsentrasi buat melakukan kegiatan sehari-hari.
Sering, somnifobia muncul asal rasa takut mengalami mimpi buruk atau ketindihan. Orang yang pernah mengalami syok pula lebih mungkin berbagi somnifobia.
Kebanyakan orang dengan somnifobia memahami bahwa kecemasan yang mereka nikmati sangat berlebihan dibandingkan dengan ancaman sebenarnya yang ditimbulkan. tetapi, mungkin sulit untuk mengelola ketakutan ini.
1. Gejala
Banyak fobia mempunyai gejala yang serupa. gejala biasanya timbul saat orang tadi terpapar atau memikirkan objek yang ditakuti. Dilansir Sleep Foundation, tanda-tanda yang bisa ditimbulkan meliputi:
- Banyak berkeringat.
- Detak jantung cepat.
- Sesak napas.
- Merasa panik atau takut saat memikirkan tentang tidur atau mencoba buat tidur
- Gemetar.
- Ingin menghindari tidur menggunakan cara apa pun.
2. Penyebab
Para ahli tidak konfiden perihal penyebab pasti somnifobia. namun, beberapa gangguan tidur dapat berperan pada perkembangannya. Berikut beberapa kemungkinan penyebab menurut laman Healthline:
- Ketindihan: Gangguan tidur ini terjadi waktu kamu bangun dari tidur REM menggunakan otot-otot lumpuh, sebagai akibatnya sulit buat bergerak. engkau mungkin pula mengalami halusinasi, seperti mimpi jelek, yang dapat menghasilkan kelumpuhan tidur sangat menyeramkan, terutama Jika kamu mengalami episode berulang.
- Mimpi jelek: Mimpi buruk yang kentara tak jarang menyebabkan kesusahan sepanjang hari. engkau mungkin mendapati diri memikirkan pulang adegan-adegan asal mimpi jelek, merasa takut menggunakan apa yang terjadi dalam mimpi, atau khawatir mengalami lebih banyak mimpi buruk .
- Mengalami stress berat atau gangguan stres pascatrauma: Keduanya dapat menyebabkan mimpi buruk serta rasa takut buat tidur.
3. Diagnosis
Profesional kesehatan mental umumnya mendiagnosis duduk perkara kesehatan mental atau fobia waktu pasien mengalami hal-hal berikut:
- Ketakutan yang parah terkait objek atau situasi tertentu.
- Ketakutan atau kecemasan ketika dihadapkan menggunakan situasi atau objek eksklusif.
- Secara aktif menghindari objek atau situasi yang diberikan.
- Rasa takut menghambat fungsi sehari-hari, mirip di kantor atau sekolah.
- Ketakutan dan kecemasan berlangsung usang, umumnya bertahan selama lebih asal 6 bulan.
- Ketakutan atau kecemasan disebut hiperbola dibandingkan dengan ancaman konkret yang ditimbulkan.
4. Pengobatan
Sering kali, pengobatan somnifobia seperti dengan pengobatan buat fobia spesifik lainnya, dikutip asal halaman Cleveland Clinic. sebagai bagian berasal perawatan somnifobia, penyedia layanan kesehatan mungkin merekomendasikan:
- Terapi eksposur: Ini melibatkan gambaran sedikit demi sedikit terhadap rasa takut agar lebih terbiasa.
- Terapi perilaku kognitif: Pengobatan ini melibatkan berbicara menggunakan terapis tentang rasa takut. Ini bertujuan membantu mengidentifikasi serta mengatasi ketakutan terkait tidur.
- Eye movement desensitization and reprocessing (EMDR): Terapi ini mungkin sangat efektif Bila somnifobia ditimbulkan oleh trauma. Selama EMDR, engkau mengingat insiden traumatis waktu dirangsang sang gerakan berirama. Nantinya, engkau mungkin dapat memproses stress berat tanpa diliputi sang kenangan.
5. Pengaruh jangka panjang dari somnifobia
Kita semua tahu bahwa tidur mempunyai kiprah yang signifikan pada menjaga kesehatan. menggunakan demikian, somnifobia dapat mengakibatkan kurang tidur, yang dalam jangka panjang akan meningkatkan risiko:
- Depresi.
- Diabetes.
- Agresi jantung.
- Tekanan darah tinggi.
- Obesitas.
- Stroke.
Banyak orang dengan somnifobia pula dapat menyalahgunakan zat buat mencoba tertidur. Somnifobia yang tak diobati dapat menaikkan risiko kecanduan narkoba, penggunaan ganja yang berlebihan, atau alkoholisme.
Somnifobia seringkali kali ditimbulkan oleh mimpi buruk , ketindihan, atau stress berat. Apa pun alasannya, somnifobia perlu segera diatasi sebab berdampak akbar di kesejahteraan.
