Terlalu Banyak Varian Produk, Apple Kehilangan Jati Diri?
Raksasa teknologi Apple di era sekarang mempunyai terlalu banyak varian iPad dan iPhone. Apple pun seperti hilang jati diri sebab dulu kerap menghasilkan produk yg sederhana.
Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg di 2012, sebetulnya CEO Apple Tim Cook mengatakan perusahaannya tidak mempunyai banyak varian berasal masing-masing produknya yg menghasilkan produk mereka hebat.
“Anda hampir mampu menempatkan setiap produk yang kami [buat] pada meja ini. Maksud saya, Jika Anda benar-benar melihatnya, kami memiliki empat iPod. Kami memiliki 2 iPhone primer. Kami mempunyai dua iPad, dan kami memiliki beberapa Mac. Itu dia. serta kami berdebat dan berdebat mirip orang gila perihal apa yang akan kami lakukan, karena kami memahami bahwa kami hanya dapat melakukan beberapa hal hebat. Itu berarti tak melakukan banyak hal yg sahih-sahih cantik dan menyenangkan,” terang Cook.
“Itu merupakan bagian dari prinsip dasar kami, bahwa kami hanya akan melakukan beberapa hal. dan kami hanya akan melakukan hal-hal pada mana kami bisa menyampaikan kontribusi yg signifikan,” lanjutnya.
Namun kini , Apple mempunyai banyak varian buat setiap produknya. misalnya, iPhone terbaru iPhone 14 memiliki 4 varian, yakni iPhone 14, iPhone 14 Plus, iPhone 14 Pro, dan iPhone 14 Pro Max.
Begitu jua menggunakan iPad yg mempunyai berbagai varian, seperti iPad, iPad mini , iPad Air, dan iPad Pro.
Tech reviewer The Verge, Victoria Song mengatakan kesederhanaan Apple yang tidak mempunyai banyak varian produk ialah alasan dirinya menentukan gawai berasal perusahaan berlogo apel tergigit ini.
Kini dirinya kerap kebingungan waktu ingin mengupgrade gawai lamanya dengan gawai teranyar Apple.
Meski beliau seorang gadget reviewer, memilih produk dari begitu banyak pilihan tidak selalu praktis. Pasalnya, pertimbangan bukan hanya pada spesifikasi produk tersebut serta kebutuhan penggunanya.
Baca juga : Penguin Kaisar Terancam Punah di 2050, Kenapa?
Dilansir dari The Verge, Song menyebut salah seorang rekannya menyoroti harga iPad teranyar yang tidak wajar buat sebuah iPad kelas entry level. iPad teranyar tadi diketahui dibanderol seharga US$449.
Harga tersebut semakin mahal waktu Song merujuk pada harga iPad Air yg kerap menyampaikan bonus.
Sementara itu, iPad Pro tidak masuk ke dalam opsi karena kebutuhan Song hanya buat streaming serta beberapa penggunaan ringan.
Song berkata pilihannya menyempit ke iPad Air dan iPad mini , tetapi harga keduanya sangat mahal dibandingkan menggunakan iPad 10th-gen.
Akhirnya, pilihan serta pertimbangan yang terlalu banyak ini menghasilkan Song tak mengupgrade iPad 6th-gen miliknya yang sudah berumur empat tahun.
Kasus serupa pula terjadi waktu Song ingin mengupgrade iPhonenya. iPhone 14 dengan empat variannya jua menghasilkan galau, meski kali ini Song berhasil menentukan pilihannya.
Di sisi lain, Apple sudah menurunkan tingkat produksi iPhone 14 September kemudian. Pasalnya, asa bahwa iPhone 14 akan laku keras ternyata tidak terjadi.
Melansir Tech Crunch, Apple mengurungkan niatan memproduksi enam juta unit baru iPhone 14 pada paruh ke 2 tahun ini. Perusahaan yg berbasis pada Cupertino itu memilih nomor yang sama dengan angka produksi iPhone 13 tahun lalu.
Ada dugaan, iPhone 14 kurang laku karena minimnya pembaruan dari iPhone 13. Hal tidak sinkron terjadi di iPhone 14 seri Pro dan Plus yg menjanjikan beragam fitur dan pembaruan.
