Astronom Temukan Planet Seempuk Marshmallow
Sejumlah astronom baru-baru ini menemukan planet ekstrasurya yg memiliki kepadatan setingkat marshmallow. Planet unik ini diketahui mengorbit sebuah bintang katai merah.
Penemuan ini diklaim para peneliti sebagai sebuah temuan krusial. Pasalnya, penemuan ini membagikan sebuah planet dengan massa jenis atau taraf kepadatan yang rendah dapat mengorbit bintang-bintang kerdil yang memiliki tenaga besar .
Sebelumnya, para peneliti menduga bintang semacam ini akan melucuti atmosfer planet-planet gas yg mengorbit dekat mereka.
Dikarenakan atmosfer diklaim menjadi keliru satu karakteristik primer planet yang memungkinkan kehidupan terbentuk dan berkembang, maka temuan ini akan berimplikasi pada pemahaman manusia ihwal kelayakhunian planet yang mengorbit bintang katai merah.
“Planet raksasa pada lebih kurang bintang katai merah secara tradisional diklaim sulit dibuat,” kata Shubham Kanodia, astronom planet asal Carnegie Institution for Science’s Earth and Planets Laboratory, seperti dikutip berasal Science Alert.
“Sejauh ini hanya dilihat menggunakan sampel mungil dari survei Doppler, yg umumnya telah menemukan planet super besar lebih jauh asal bintang katai merah ini. hingga kini kami belum memiliki sampel planet yang relatif besar buat menemukan planet gas dekat pada Bumi dengan cara yang pasti,” tambahnya.
Dilansir dari Space, bintang katai merah artinya bintang terkecil serta paling redup yang masih mengubah hidrogen sebagai helium pada pada dasarnya melalui fusi nuklir, suatu tahap kehidupan bintang yg sang para astronom dianggap “bagian primer”. Meskipun jauh lebih dingin daripada surya, katai merah diketahui sangat aktif serta meluncurkan suar bertenaga yg bisa melucuti atmosfer planet yg mengorbit.
Aktivitas dahsyat tadi membuat sistem bintang katai merah menjadi tempat yang sepertinya tidak mungkin dan tidak ramah buat bagi planet ekstrasurya ‘empuk’ seperti planet marshmallow yang diberi nama TOI-3757b.
Bintang katai merah sendiri sejauh ini artinya jenis bintang yang paling banyak ada pada galaksi Bima Sakti. Bintang jenis ini mencakup kurang lebih 73 % asal total bintang yang terdapat pada galaksi ini.
Baca juga : Apple Luncurkan iPad Generasi 10, Harga Rp6 Jutaan
Lebih lanjut, TOI-3757b dideteksi memakai teleskop luar angkasa TESS. TESS menemukan planet ekstrasurya ini dengan mendeteksi penurunan reguler dalam cahaya yg disebabkan oleh planet yang lewat pada depan bintang.
Jika kita memahami seberapa terperinci bintang itu, seberapa poly cahaya yg terhalang dapat memberi tahu seberapa besar berukuran planet ekstrasurya itu. Melalui metode tersebut, para peneliti mengetahui TOI-3757b sedikit lebih besar dari Jupiter.
Kemudian, untuk menerima massa planet tersebut, para peneliti mencari perubahan cahaya bintang yang menunjukkan tarikan gravitasi yg diberikan sang planet ekstrasurya. Dikarenakan gravitasi berafiliasi dengan massa, pengukuran ini memberikan massa TOI-3757b kurang lebih 85 kali Bumi.
Sebagai informasi, Jupiter mempunyai massa sekitar 318 Bumi, dengan kepadatan rata-rata 1,33 gr per sentimeter kubik. Massa jenis homogen-homogen TOI-3757b artinya 0,27 gram per sentimeter kubik.
Angka tadi berakibat planet ini salah satu planet ekstrasurya yang sangat empuk. Saking empuknya, para peneliti galau bagaimana ia mampu terbentuk begitu dekat dengan bintangnya.
Kanodia serta rekan-rekannya berpikir mungkin terdapat 2 faktor yang berperan pada pembentukan planet ini.
Pertama, raksasa gas ini terbentuk menggunakan inti berbatu, di mana gas terakumulasi buat membentuk atmosfer yang tebal dan memanjang.
Bintang katai merah normal mempunyai material berat pada jumlah lebih rendah Bila dibandingkan menggunakan bintang katai merah yang diorbit planet gas super besar, maka kemungkinan inti berbatu pada TOI-3757b terbentuk sedikit lebih lambat, yang akan menahan akumulasi gas dan mempengaruhi kepadatan planetnya.
Kedua, orbitnya tampak agak lonjong, yang berarti jaraknya dari bintang bervariasi. Mungkin waktu mendekat, atmosfer memanas serta mengembang serta membuat planet ini sebagai lebih besar .
