Apa Itu Suku Bunga? Ini Jenis serta Cara Menghitungnya
Apa Itu Suku Bunga? Ini Jenis serta Cara Menghitungnya
Taraf suku bunga artinya keliru satu faktor yang harus Anda pertimbangkan ketika memilih sumber pendanaan asal bank. Pasalnya, memiliki pengetahuan tentang bunga asal jenis pinjaman yang Anda pilih akan mempermudah pada melunasi cicilan kelak.
Tetapi, sudah Tahukah Anda apa itu suku bunga, apa saja jenisnya serta cara menghitungnya? Simak penjelasan berikut adalah.
Apa Itu Suku Bunga?
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam page sikapiuangmu.ojk.go.id menjelaskan bahwa suku bunga bank artinya balas jasa yang diberikan kepada nasabah yang membeli atau menjual produknya.
Secara sederhananya, bunga bisa diartikan menjadi nilai yang harus dibayarkan sang bank kepada nasabah yang memiliki simpanan pada banknya. kebalikannya, nasabah juga harus siap membayar harga ke bank waktu meminjam sejumlah dana.
Jenis Suku Bunga
Setelah mengetahui apa itu suku bunga secara sederhana, berikutnya yuk mengenal beberapa jenis bunga yang berlaku pada pinjaman Anda. berdasarkan pengertian pada poin sebelumnya, bunga bisa dibedakan sebagai dua jenis sebagai berikut.
Bunga Simpanan
Jenis pertama berasal suku bunga adalah bunga simpanan. Bunga ini artinya balas jasa berasal bank kepada Anda (nasabah) karena sudah menyimpan uang pada bank.
Bunga simpanan biasa ditemui pada produk tabungan, giro, serta deposito. Tiap-tiap produk pun memiliki taraf bunga yang tidak selaras. Suku bunga deposito contohnya, beberapa bank umum menerapkan bunga hingga 4% per tahun. tetapi, ada jua bank yang memberikan bunga lebih akbar, mirip bunga deposito BPR sampai 6% per tahun. Maka itu, dari segi keuntungan, apabila Anda mengincar akibat simpanan yang lebih akbar maka deposito bisa jadi pilihan.
Bunga Pinjaman
Jenis bunga pinjaman adalah harga imbalan yang ditetapkan bank kepada peminjam atas pinjaman yang beliau dapat. Pinjaman ini bisa dikembalikan secara full atau diangsur pada jangka waktu tertentu. Semakin usang pengembaliannya, semakin tinggi jua suku bunga bank yang dibebankan.
Dalam global perbankan, jenis-jenis suku bunga pinjaman bisa dibedakan berdasarkan sifat dan perhitungannya. ayo kita bahas berasal sifat terlebih dahulu.
1. Bunga tetap (Fixed)
Mirip namanya, nilai bunga permanen (fixed) bersifat sama sampai jangka waktu yang dipengaruhi atau tanggal jatuh tempo. contoh pinjaman yang menerapkan jenis bunga ini, yaitu KPR rumah atau subsidi serta kredit tunggangan bermotor.
2. Bunga Mengambang (Floating)
Bunga jenis ini selalu berubah mengikuti turun-naiknya harga suku bunga pada pasaran. Mampu saja di dua tahun pertama peminjaman bunga bersifat fixed, akan tetapi pada periode selanjutnya floating. misalnya, bunga KPR dalam periode eksklusif.
Faktor yang mensugesti Suku Bunga
Beberapa faktor ini dia turut mempengaruhi nilai penetapan bunga.
1. Bank membutuhkan lebih poly dana Bila permintaan pinjaman tinggi.
2. Bank menargetkan untung yg lebih besar .
3. Kebijakan pemerintah. Penetapan tingkat bunga maksimal tidak boleh melebihi batasan yang ditentukan pemerintah.
4. Kualitas jaminan. Semakin simpel dicairkan, semakin rendah bunga yg diberikan.
5. Periode simpanan/pinjaman. Bila semakin usang ditabung, semakin tinggi jua bunga yg diberikan.
6. Jenis produk yang Anda pilih. Semisal, kredit tunggangan serta kredit rumah mempunyai bunga yg tidak sinkron.
7. Reputasi peminjam/perusahaan. taraf bunga yg bank berikan tergantung juga di reputasi peminjam.
8. Tingginya persaingan antarbank.
Cara Menghitung Suku Bunga
Anda telah mengetahui jenis suku bunga sesuai sifatnya. Selanjutnya, jenis bunga bisa dibedakan berdasarkan 3 jenis perhitungan.
Selesainya mengetahui jenis bunga yg berlaku pada bank, Anda jua perlu memahami cara menghitung bunga yang nantinya berlaku pada pinjaman atau simpanan Anda. Mengetahui cara perhitungan bunga itu sama pentingnya menggunakan pinjaman itu sendiri. Sebab, di prinsipnya bunga akan mensugesti total nilai pinjaman.
1. Bunga Flat
Bunga flat dihitung dari jumlah pokok pinjaman di awal buat setiap periode cicilan. dicermati dari cara menghitung bunganya, bunga flat merupakan yg paling sederhana dibandingkan jenis bunga lain. sebab, bunga pinjaman dihitung sinkron tenor.
Dengan jenis bunga ini, Anda telah memahami berapa yg harus dibayar setiap bulan selama periode peminjaman.
umumnya, pinjaman jangka pendek seperti Kredit Tanpa jaminan (KTA) menerapkan jenis bunga flat.
Rumus perhitungan bunga flat per bulan: (P x I x t) / JB
P = utama pinjaman.
I = bunga (%).
t = tenor atau jangka ketika kredit.
JB = jumlah bulan dalam tenor kredit.
Mari kita buat simulasi pinjaman sederhana supaya lebih praktis tahu rumus tadi.
Si A meminjamkan uang Rp200 juta kepada B selama 12 bulan. A menyampaikan bunga sebanyak 15% setahun. Berapakah yang harus dibayar B setiap bulan?
Pertama-tama, hitung dulu pokok pinjaman yang harus dibayar per bulan. buat menghitung utama pinjaman, bagi jumlah pinjaman dengan bulan cicilan, yakni Rp200 juta / 12 = Rp16.666.666,667 per bulan.
Lalu, hitung bunga yang wajib dibayar per bulan dengan cara mengalikan jumlah pinjaman serta bunga per tahun: Rp200 juta x 15% = Rp30 juta. Ini artinya jumlah bunga per tahun.
Tetapi, karena wajib dibayar per bulan, bagi jumlah tadi (30 juta) menggunakan 12 bulan: 30.000.000 /12 = Rp2.500.000.
Dengan demikian, B harus membayar ke A sebesar 16.666.666,667 + 2.500.000 = Rp19.166.666,667.
2. Bunga Efektif
Bunga efektif dihitung dari sisa jumlah pokok pinjaman setiap bulan seiring menggunakan berkurangnya utang sebab sudah dilunasi. Maka semakin sedikit utama pinjaman, semakin sedikit jua bunga yang harus Anda bayar.
Jenis suku bunga seperti ini diklaim lebih adil daripada memakai bunga flat yg berdasarkan jumlah utama pinjaman pada awal.
Jenis pinjaman yang menerapkan bunga ini, antara lain kredit tempat tinggal , kredit investasi, dan kredit berjaminan/agunan.
Berikut cara menghitung suku bunga efektif:
Bunga = SP x i x (30 / 360)
SP: saldo utama pinjaman bulan sebelumnya.
i: persen bunga per tahun.
30: jumlah hari sebulan.
360: jumlah hari setahun.
ayo kita pakai lagi simulasi pinjaman poin 1. B mengajukan pinjaman Rp200 juta dengan bunga per tahun 15% selama 12 bulan.
Cicilan yg wajib dibayar B setiap bulan = Rp200 juta / 12 = Rp16.666.666,67.
pada bulan 1, jumlah bunganya: (200 juta – (1-1)) x 15% / 12 = Rp2,5 juta.
Maka, cicilan B pada bulan 1 ditambah bunga merupakan Rp16.666.666,67 + dua.500.000 = Rp19.1666.666,67.
Ulangi perhitungan untuk bulan 2: (200 juta – (dua-1)) x 15% / 12 = Rp2,49 juta.
Maka, cicilan B di bulan 2 ditambah bunga merupakan Rp16.666.666,67 + 2.490.000 = Rp19.1666.666,658.
3. Bunga Anuitas
Bunga anuitas dihitung dengan cara mengatur angsuran pokok ditambah angsuran bunga yg dibayar agar jumlah cicilan setiap bulan tak berubah.
Cara penghitungannya mirip dengan bunga efektif, yakni dihitung dari sisa jumlah pokok pinjaman. tetapi, supaya jumlah angsuran tiap bulan sama, jumlah porsi bunga yg dibayar turun, sedangkan cicilan utama pinjaman naik. Jadi, pembayaran bulan pada bulan pertama akan lebih besar serta pelan-pelan berkurang hingga akhir masa pinjaman.
Pinjaman jangka panjang, seperti kredit rumah, investasi, serta kredit dengan agunan dapat menerapkan jenis bunga ini.
Bagaimana cara menghitung bunga anuitas? gunakan rumus ini:
Bunga = SP x i x (30 / 360)
Catatan: SP artinya saldo utama pinjaman bulan sebelumnya.
Masih menggunakan masalah A dan B pada poin sebelumnya, coba terapkan rumus tersebut. Hasilnya, mendekati perhitungan bunga efektif, akan tetapi menggunakan total cicilan yang stabil setiap bulan.
