Perbedaan Perusahaan Jasa dan Perusahaan Dagang
Seiring berjalannya waktu dunia bisnis semakin berkembang dengan pesat dan berdampak besar bagi perekonomian sebuah negara. Ada dua jenis perusahaan yang dikenal oleh masyarakat secara umum, yakni perusahaan jasa dan perusahaan dagang. Akan tetapi masih banyak orang yang menilai bahwa perusahaan jasa dan perusahaan dagang ini merupakan jenis bisnis yang sama. Padahal, meskipun keduanya terdengar mirip, tapi terdapat perbedaan yang cukup jelas.
Salah satunya perbedaan utama di antara keduanya adalah perusahaan dagang harus menyimpan persediaan produk tertentu, sedangkan perusahaan jasa tidak harus melakukan hal tersebut untuk menjalankan kegiatan bisnisnya. Dari sini, kamu tentu sudah bisa melihat bahwa nantinya proses pengelolaan perusahaan dan akuntansi dari kedua perusahaan ini akan berbeda.
Apa saja perbedaan yang dimiliki oleh perusahaan jasa dan perusahaan dagang? Untuk informasi lebih lengkap tentang perbedaan yang dimiliki oleh kedua jenis perusahaan ini, simak ulasannya di bawah ini!
Pengertian Perusahaan Jasa dan Perusahaan Dagang
Dari aspek definisinya, baik itu perusahaan jasa atau perusahaan dagang sudah memiliki perbedaan. Seperti namanya, perusahaan jasa adalah suatu bisnis yang bergerak dalam memberikan layanan kepada para pelanggannya. Contoh perusahaannya seperti firma hukum, penyedia jasa security, ataupun konsultan akuntan.
Meskipun produk utama yang ditawarkannya adalah jasa, ada pula beberapa yang menawarkan barang. Contohnya seperti klinik kecantikan yang menjual produk skincare yang bisa digunakan oleh para pelanggannya di rumah. Kini jumlahnya sangat banyak dan jenis layanan yang diberikan kepada para pelanggannya pun semakin bervariasi seiring berjalannya waktu.
Beralih ke pengertian perusahaan dagang, perusahaan ini merupakan bisnis yang menjual produk utama berupa barang. Contoh perusahaan dagang yang biasa kita jumpai adalah toko pakaian retail, toko buku, toko bahan bangunan, dan masih banyak lagi. Beberapa perusahaan dagang juga memproduksi barang yang akan mereka jual, namun ada pula yang membeli barangnya secara grosir untuk menjualnya kembali menjadi bentuk eceran di pasaran.
Perusahaan dagang yang memproduksi barang sendiri tentunya mempunyai anggaran yang berbeda. Namun, tetap saja baik perusahaan barang produksi atau non-produksi keduanya memiliki biaya operasional dalam menjalankan perusahaan. Saat ini ada banyak jenis perusahaan barang yang biasa kita jumpai di pasaran. Barang-barang yang disediakan pasti disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat secara umum.
Perbedaan Karakteristik
Perbedaan keduanya tentu bisa dilihat pula dari segi karakteristiknya masing-masing. Seperti yang telah disebutkan di atas, pada perusahaan jasa, kegiatan usahanya berupa jasa atau layanan dan jarang menyediakan suatu produk dalam bentuk fisik atau barang. Jasa yang ditawarkan pun sangat beragam sehingga para konsumen yang datang bisa mendapatkan jenis layanan tergantung dari kebutuhannya.
Sejumlah perusahaan jasa juga dapat memberikan barang habis pakai atau perlengkapan yang digunakan untuk menambah pelayanan mereka kepada para konsumen. Terakhir, laporan keuangan laba rugi perusahaan jasa diperoleh dari pendapatan yang telah dikurangi beban operasional.
Sedangkan karakteristik perusahaan dagang adalah adanya aktivitas jual beli barang dagangan dengan konsumen. Pendapatannya sendiri berasal dari hasil penjualan barang dagangan yang dipasarkannya tersebut. Beban operasionalnya terdiri dari beban penjualan dan juga beban administrasi. Kegiatan akuntansinya dilakukan berdasarkan dari penghitungan harga pokok penjualan (HPP) untuk bisa menentukan besar kecilnya laba atau rugi.
Source : duitku.com
