Dinosaurus Punah Diduga Bukan Cuma karena Asteroid, Apa Lagi?
Hantaman asteroid raksasa ke Bumi ternyata bukan satu-satunya penyebab punahnya dinosaurus. Lantas apa penyebab lainnya?
Saat ini, teori secara umum dikuasai yg menyebutkan punahnya dinosaurus ialah sebab asteroid super besar yg menghantam Bumi. Bekas ukiran asteroid itu sekarang menjadi Chicxulub, sebuah wilayah pada Teluk Meksiko.
Dikutip asal Space, riset terbaru menyiratkan asteroid itu mungkin ‘dibantu’ sang kegiatan vulkanis. Riset itu menguji balik letusan vulkanik pada hal jumlah lava yg dimuntahkannya.
Hasilnya, hubungan antara kegiatan vulkanis dengan kematian banyak spesies dalam waktu singkat bukanlah sebuah ketidaksengajaan. “akibat penelitian kami memberikan kiprah kegiatan vulkanis terhadap kepunahan itu sulit dibantah,” kata Brenhin Keller, asisten profesor asal Dartmouth University.
Dalam sejarahnya, Bumi menurut para pakar telah mengalami lima kepunahan massal. Satu yang paling terkenal terjadi pada periode Cretaceous, lebih kurang 145,5 hingga 65,5 juta tahun yg kemudian karena memusnahkan dinosaurus beserta dengan 76% spesies di Bumi.
Keller serta timnya menemukan bukti bahwa jejak vulkanis yg diklaim banjir basal, seturut menggunakan kepunahan masal di periode Cretaceous serta 3 dari lima kepunahan massal lainnya.
Baca juga : Titik Eksplorasi Bulan NASA dan China Mirip, Mungkinkah Kerjasama?
Banjir basal tertinggal ketika beberapa erupsi vulkanik kecil atau satu yang sangat akbar membanjiri sebuah area menggunakan lava yg banyak. Proses tadi menghasilkan wilayah bebatuan berapi yg sangat luas diklaim menggunakan ‘provinsi bebatuan berapi yg besar ‘ (Large Igneous Province (LIP))karena berisi 100 ribu kubik kilometer magma.
Bukti-bukti kedahsyatan letusan vulkanis itu telah terlihat saat rentetan erupsi di Siberia 252 juta tahun yg kemudian. Letusan tersebut mengakibatkan salah satu kepunahan massal yg pernah ditemukan yakni Great Permian Extinction.
Saat erupsi tersebut, karbon dioksida dengan jumlah yang sangat poly berada pada atmosfer, membunuh 90 % spesies dan mengakibatkan bencana lingkungan. saat ini, bukti asal erupsi tersebut mampu ditinjau pada Siberian Trap, sebuah daerah pegunungan vulkanis menggunakan luas mirip Australia.
Ketika kepunahan massal di periode Cretaceous, subkontinen India dipenuhi erupsi vulkanis yg membuat dataran Deccan -berisikan sekitar 2000 meter aliran lava basal yg menutupi area seluas hampir 500 ribu km persegi pada India tengah.
Seperti tabrakan asteroid yang membentuk Chicxulub, erupsi tersebut bisa berdampak dunia serta mampu mengisi atmosfer Bumi dengan debu yang menutupi matahari dan beracun. Debu-debut itu mencekik para dinosaurus dan spesies yg sama pada periode Cretaceous.
“Magma berasal LIP sebagai prosedur pembunuh utama buat kepunahan massal serta pembalikan hewan lainnya yg mungkin berkorelasi dengan pelepasan CO@, SO2, CI, serta F. Penelitian kami menyiratkan LIP skala kontinental menjadi pengendali primer kepunahan sepanjang Phanerozoic,” tulis Keller serta rekan-rekannya dalam jurnal berjudul Continental Flood Basalts Drive Phanerozoic Extinction.
