5 Tanda Quarter Life Crisis yang Mungkin Nggak Kamu Sadari
Ada yang bilang kalau orang-orang yang berusia 20 sampai 25 tahun adalah para remaja namun dengan tagihan dan tanggungan biaya. Setuju?
Jiwa masih merasa muda, padahal tanggung jawab yang kamu miliki sudah seperti orang tua.
Seperti namanya, quarter life crisis banyak dialami pada dewasa muda. Pada masa ini, seseorang sudah selesai dengan masa remajanya dan akan menuju dewasa.
Kamu masih dalam keadaan yang belum siap, namun telah berhadapan dengan banyak tuntutan. Akibatnya, muncul kecemasan terhadap hidup dan masa depan.
Kenali tanda-tanda fase quarter life crisis di bawah ini agar kamu dapat mengidentifikasi masalah sejak dini dan tidak stres saat menghadapinya.
1. Terlalu Banyak Pilihan
Terkadang, terlalu banyak pilihan untuk masa depan malah membuat seseorang semakin bingung dan panik.
Sebenarnya, apa yang mau kamu pilih untuk masa depan?
Apalagi kalau ditambah dengan tuntutan orangtua yang ingin anaknya jadi A, tapi kamu maunya jadi B. Duh, malah makin pusing!
2. Tidak Bisa Menentukan Pilihan (Indecisive)
Begitu banyak rencana yang ingin kamu lakukan sehingga kesulitan dan enggan memilih satu saja.
Masih ingin mencoba berbagai hal baru dan belum mampu berkomitmen pada satu pilihan.
Pilih pasangan A atau B? Mau pilih karir C atau D? Pilihan mana yang baik untuk kamu?
3. Merasa Kebingungan (Clueless)
Merasa bingung setelah lulus kuliah? Apakah akan melanjutkan studi? Setelah mendapat kerja, mau ke mana lagi? Hubungan percintaan mau kamu bawa ke mana?
Pertanyaan-pertanyaan di atas adalah tanda bahwa kamu sedang clueless. Bingung menentukan arah hidup.
Clueless adalah ketika kamu merasa serba “ketidak tahuan” tentang dirimu, apa yang kamu inginkan, dan apa yang harus kamu lakukan.
4. Cemas
Ketika memiliki banyak sekali pikiran dan pilihan mengenai masa depan, kamu akan mudah merasa cemas.
Seringnya, hal ini hanya dipikirkan saja di dalam otak. Namun, kamu lupa untuk memilih opsi mana yang harus kamu tuju.
Rencana untuk masa depan apa ya? Rencana setahun ke depan apa? Lima tahun ke depan? Karir, menikah, atau melanjutkan pendidikan?
5. Pasrah (Hopeless)
Saat kamu merasa pasrah menghadapi realita, inilah perasaan hopeless.
Bersikap “Ya sudah lah ya” dengan apa yang terjadi dalam hidup. Mengikuti arus. Let it flow, katanya.
Tidak mencoba untuk menentukan satu pilihan saja, apalagi berusaha melakukan apa yang sudah kamu pilih. Hal ini justru membuatmu tidak peduli dengan masa depan.
