5 Fakta Globalisasi di Indonesia
Globalisasi bisa dikatakan sebagai salah satu istilah yang mendunia. Dimana pada era globalisasi masyarakat di berbagai belahan dunia ini saling terhubung melalui kemajuan teknologi dan informasi. Di luar kondisi terhubungannya masyarakat dunia tersebut pada dasarnya ada beberapa fakta globalisasi yang sebenarnya bisa dengan mudah kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.
Sehingga perihal inilah, setidaknya mencerminkan bahwa aspek globalisasi tidak muncul dengan sendirinya. Artinya dalam pengamatan yang dilakukan ada sejumlah tanda-tanda atau faktor penyebab globalisasi suatu wilayah atau negara sudah mengalami globalisasi, termasuk juga di Indonesia.
Globalisasi
Globalisasi adalah terjadianya keberagaman hubungan dan membentuk sistem sosial dunia modern. Sehingga proses sosial dan interaksi sosial tentang berbagai peristiwa, keputusan, dan kegiatan di belahan dunia yang satu dapat membawa konsekuensi penting bagi individu dan masyarakat di belahan dunia yang lain.
Adapun untuk sejarahnya, istilah globalisasi pertama kali digunakan oleh Theodore Levitt tahun 1985 yang pada sejatinya peristilahan dipergunakan untuk menunjuk pada politik ekonomi. Khususnya politik perdagangan bebas dan transaksi keuangan yang dilakukan berbagai negara-negara belahan dunia.
Fakta Globalisasi
Untuk lebih jelasnya mengenai fakta globailsasi yang ada di Indonesia dan ada disekitar kita. Antara lain;
1. Arus Ide
Arus ide dalam fakta globalisasi biasanya ditandai makin derasnya nilai baru yang masuk ke suatu negara. Dalam arus ide ini sendiri muncul isu-isu yang telah menjadi bagian dan masyarakat internasional. Isu-isu ini sendiri merupakan isu internasional yang tidak hanya berlaku di suatu wilayah nasional negara, tetapi juga berlaku di berbagai wilayah negara.
Disisi lainnya, dalam telaah arus ide juga mengubah cara perdagangan dan pertukaran keuangan. Serta interaksi terjadi di antara negara-negara di dunia, juga meningkatkan pertukaran ide budaya. Ini menghilangkan hambatan yang ditetapkan oleh kendala geografis, batas-batas politik dan ekonomi politik.
Misalnya saja globalisasi memungkinkan bisnis di satu negara untuk mengakses sumber daya negara lain. Akses yang lebih terbuka mengubah cara produk dikembangkan, rantai pasokan dikelola, dan organisasi berkomunikasi. Bisnis menemukan bahan baku dan suku cadang yang lebih murah, tenaga kerja yang lebih murah atau lebih terampil, dan cara yang lebih efisien untuk mengembangkan produk.
2. Arus Etnik
Fakta mengenai etnik atau arti budaya dalam globalisasi memiliki ciri khas di dalam menggerakan masyarakat melalui mobilitas sosial. Yang mampu melati batas-batas teritorial negara. Misalnya saja dalam perkembangan lagu-lagu yang bersifat kebudayaan dan juga perkembangan tarian daerah pada saat ini seolah-olah sudah menjadi milik bersama.
3. Arus Media
Fakta terhadap galobalisasi, khususnya dalam media informasi memiliki tanda bahwa mobilitas informasi sudah semakin mudah di dapatkan. Baik melalui media cetak ataupun melalui media elektronik. Apalagi media elektronik, pada saat ini misalnya untuk mengetahui pemenang pemilu di Amerika Serikat takalah cepat masyarakat Indonesia mendapatkannya.
4. Arus Keuangan
Fakta terhadap globalisasi utamanya dalam keuangan dalam globalisasi ekonomi ini mencerminkan bahwa arus keuangan sudah tidak bisa lagi dikendalikan maupun di kontrol keberadaannya. Adapun ciri khas arus keuangan ini biasanya ditandai banyaknya investasi yang dilakukan oleh masyarakat di luar negri untuk berbagai pembangunan dalam masyarakat Indonesia.
Bahkan yang familiar di zaman sekarang seperti adanya mata uang digital atau crypto yang sejatinya transaksi uang dengan tidak membuat bentuk fisik namun berupa nominal digital saja. Bahkan seperti Paypal juga menjadi salah satu contoh fakta globalisasi dalam bidang ekonomi.
Namun yang pastinya, dengan lebih sedikit pembatasan perdagangan, globalisasi menciptakan peluang untuk berkembang. Peningkatan perdagangan mendorong persaingan internasional. Hal ini pada gilirannya dapar memacu inovasi dalam beberapa kasus, pertukaran ide dan pengetahuan. Selain itu, orang-orang yang datang dari negara lain untuk berbisnis dan bekerja membawa budaya mereka sendiri, yang memengaruhi dan bercampur dengan budaya lain.
5. Arus teknologi
Adapun faktanya dalam teknologi biasanya ditandai dengan mobilitas teknologi. Yang semakin menjadi-jadi sebegai proses perkembangan ilmu pengetahuan dan juga sebagai bentuk penjajahan dalam dunia digital. Perihal ini misalnya saja apa yang terjadi di Indonesia sebagai karakteristik negara berkembang sebagian besar masyarakat hanya sebagai pengguna, bukan creator atau penciptanya.
Padahal jikalau mampu memaksimalkan lagi teknologi dalam fakta globalisasi bisa memberikan lapangan pekerjaan dan mengurangi jumlah pengangguran.
Source : dosensosiologi.com
