Tugas dan Job Description UX Engineer
Tugas dan Job Description UX Engineer – Apakah kamu pernah mendengar profesi UX engineer? Mungkin UX engineer adalah profesi yang belum banyak didengar seperti UX designer.
Meskipun begitu, profesi ini memiliki peran yang tidak kalah penting dalam mewujudkan pengalaman yang terbaik bagi para user.
Jadi, UX engineer adalah suatu profesi yang memiliki peran untuk mengidentifikasi user behavior saat berinteraksi dengan suatu elemen desain.
Contoh sederhananya, mereka dapat memutuskan apakah user harus click, double click, atau swipe untuk mengaktifkan suatu fitur.
Dari definisi ini dapat disimpulkan bahwa UX engineering tentu tidak sama dengan UX design, tetapi pekerjaannya berkaitan erat satu sama lain.
Tugas dan Job Description UX Engineer
Dari pengertian di atas, sudah sedikit tergambar seperti apa tugas para UX engineer.
Lebih lengkapnya, berikut tugas dan job description mereka yang telah dirangkum dari Freelancer Map:
- Merancang keseluruhan area pekerjaan UI/UX, seperti user research, concept design, prototyping, detail design, usability tests, dan implementasinya.
- Mengidentifikasi kebutuhan UI/UX berdasarkan market research dan kebutuhan klien.
- Menganalisis perjalanan user dari awal hingga akhir ketika menggunakan produk.
- Prototyping desain low-fidelity ke desain high-fidelity.
- Membuat pengalaman user yang intuitif dan user-friendly menggunakan desain visual yang jelas, menarik, dan efisien.
- Melakukan usability test menggunakan produk yang telah selesai dibuat untuk mendapatkan feedback.
- Menjembatani kolaborasi dan komunikasi antara tim desain dan tim engineer.
- Mengunakan praktik UX yang terbaik dan terbaru untuk menciptakan desain yang berpusat pada pengguna (user-centric) dengan berbagai kebutuhan dan fungsi.
Kualifikasi UX Engineer
Dilansir dari UX Pin, jika kamu ingin meniti karier sebagai teknisi UX, kamu perlu memiliki gelar di bidang ilmu komputer, human computer interaction (HCI), atau desain UX.
Jangan khawatir! Kamu tetap bisa menjadi UX engineer dengan mengikuti jalur karier atau memiliki pengalaman di bawah ini:
- UX designer: jika kamu telah menguasai bidang UX design, kamu perlu mempelajari sebagian besar bahasa pemrograman seperti HTML, CSS, and Javascript, dan keahlian front end lainnya seperti Git, Chrome Developer Tools, dan NPM.
- Front-end developer: sebaliknya, jika kamu telah memiliki background sebagai front end developer sebelumnya, kamu perlu memahami beberapa prinsip UX design.
- Product designer: nah, seseorang yang sebelumnya memiliki pengalaman di produk desain, biasanya mereka telah mengetahui tentang design thinking dan memiliki skill dasar programming. Tinggal bagaimana kamu melatih skill lainnya yang dibutuhkan.
Skill yang Dibutuhkan UX Engineer
Menurut UX Pin, UX engineer adalah jembatan para designer dan engineer dalam menciptakan sebuah produk.
Seperti yang telah disebutkan di atas, para profesional yang menjadi UX engineer juga biasanya memiliki spesialisasi di front end development.
1. HTML, CSS & Java Script
TML, CSS, and JavaScript adalah skill yang penting bagi teknisi UX untuk memahami keseluruhan produk, luar dan dalam.
Menguasai HTML, CSS dan Java Script dapat membantu kamu mempelajari bahasa pemrograman dan framework lain, seperti Semantic HTML, Package Managers (NPM), jQuery, Angular, Vue, dan React.
2. Testing & debugging
Testing & debugging merupakan proses yang sangat penting bagi UX engineering. Sebab, hal ini sangat membantu mengatasi isu yang ada dalam produk.
3. UI design principles
Skill yang satu ini memang bukan keahlian utama yang harus dimiliki UX engineer, tetapi kamu bisa memiliki poin plus saat mencari kerja jika menguasai prinsip desain user interface (UI).
Namun, bukan berarti mereka memiliki tanggung jawab untuk membuat wireframe. Biasanya, proses ini menjadi bagian dari tugas UX designer.
